Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
BONUS Maafkan Aku, Istriku ... Adi Dan Shasha ( 14 )


__ADS_3

Adi menghentikan motornya di depan rumah Shasha. Pak Udin yang mengenali Adi segera membuka pintu gerbang.


" Eh, ada den Adi baru kelihatan kemana saja " sapa pak Udin.


" Sibuk kuliah, pak. Bapak sendiri " tanya Adi.


" Saya den, seperti biasa den jaga pintu den he he he " jawab pak Udin.


Adi menanggapi ucapan pak Udin dengan senyum kecil.


" O ya pak, apa paman dan bibi ada di rumah " tanya Adi.


" Iya ada, tuan dan nyonya ada di rumah. Non Shasha juga ada " jawab pak Udin.


Adi mengangguk.


" Den Adi mau ketemu non Shasha ya sudah kangen nih " goda pak Udin.


" Ah, pak Udin ngomong apaan " Adi sedikit kikuk.


Pak Udin menahan senyum.


" Eh den Adi kan sudah lama tidak ketemu non Shasha siapa tahu den Adi kangen, iya kan " seloroh pak Udin.


" Udah pak Udin jangan godain terus " sahut Adi.


Pak Udin terkekeh pelan.


" Ya udah den mari saya antar ke dalam " kata pak Udin.


Adi menuntun motornya berhenti di halaman rumah. Adi mengikuti langkah pak Udin sambil menenteng paper bag dari ibunya masuk ke rumah besar itu. Baru sampai ruang tamu pak Udin menghentikan langkahnya. Pak Udin melihat nona nya turun dari tangga.


" Pak Udin ada perlu sama papa " tanya Shasha saat melihat pak Udin berpapasan dengan nya.


Shasha belum menyadari kalau di belakang pak Udin ada Adi.


" Tidak non, ini ada den Adi mau ketemu papa dan mama non " jawab pak Udin.


Barulah Shasha menoleh ke samping. Di depan pintu tampak lah sosok yang telah lama tidak pernah Shasha temui. Sejak sosok itu melanjutkan pendidikan nya ke jenjang lebih tinggi. Shasha berbinar senang mendapati sosok itu yang dulu menjemput dan kadang mengantar nya ke sekolah.


Hatinya berdebar sangat kencang saat ia berdiri di tangga terakhir. Shasha menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk menetralkan detak jantung nya lalu menghembuskan perlahan. Setelah di rasa ia sudah menguasai diri, Shasha melangkah mendekati Adi.


Saat yang bersamaan Adi berhenti di depan pintu masuk menatap gadis cantik yang turun dari tangga. Sudah besar dan cantik gadis manja itu, gumam Adi. Adi tersenyum tipis sayangnya Adi sudah punya pacar dan mencintai pacarnya itu. Dan menganggap gadis yang baru turun dari tangga itu hanya sebagai adiknya saja.


" Shaloom, Sha " sapa Adi duluan saat gadis itu berdiri di depannya.


Jarak Adi setengah meter dari tempat Shasha berdiri. Adi tersenyum hangat membuat gadis yang duduk di bangku SMA kelas XI itu salah tingkah.


" Eh, kak Adi tumben ke sini ada apa " tanya Shasha sedikit gugup.


" Jawab dulu salam ku, Sha " Adi masih tersenyum memandang wajah cantik Shasha.


Membuat gadis itu bertambah gugup.


" Iya, shaloom .. kak " balas Shasha.


" Nah gitu dong " Adi lalu mengacak gemas puncak kepala Shasha.


" Ih, kakak suka gitu deh aku kan bukan anak SMP lagi " Shasha cemberut.

__ADS_1


" O ya jadi gadis cantik di depan ku ini sudah kelas berapa sekarang " tanya Adi masih menatap wajah cantik Shasha.


Ah, mendengar sosok yang amat dikagumi memujinya cantik membuat Shasha terbang melayang ke awan. Shasha menatap tak berkedip pada Adi yang gagah dan tampan. Pikirannya jadi berkelana ke mana-mana.


" Pertanyaan ku yang tadi belum dijawab lho, Sha " kata Adi.


" Kelas XI kak " jawab Shasha.


" Sudah punya pacar belum " tanya Adi.


Maunya kakak yang jadi pacar aku, batin Shasha mendamba.


" Hei hei Sha ada apa " Adi mengibaskan tangannya di depan wajah Shasha.


Shasha tersipu malu.


" Eh em tidak ada apa-apa. O ya kak Adi ke sini mau apa " tanya Shasha menutupi rasa malu.


" Ah iya sampai lupa aku ke sini mau ketemu paman dan bibi " sahut Adi kemudian.


Shasha sedikit kecewa karena Adi datang untuk bertemu papa dan mama nya bukan dirinya. Saat Shasha bergelut dengan pikirannya terdengar suara mamanya.


Saat itu papa Sam dan mama Santi sedang duduk di ruang makan menunggu Shasha turun untuk makan malam. Karena menunggu Shasha tak kunjung datang mama Santi bangkit dan hendak ke lantai atas memanggil Shasha. Ketika sampai di bawah tangga mama Santi melihat Shasha sedang bicara dengan seseorang. Mama Santi mendekat dan senyumnya mengembang saat melihat Adi ada di rumah nya.


Mama Santi gegas melangkah menghampiri Keduanya.


" Lho kok tamunya nggak diajak masuk sayang " kata mama Santi memecah lamunan Shasha.


" Eh mama ini baru mau kok ma " jawab Shasha meringis.


" Shaloom bibi " sapa Adi.


Adi mengusap tengkuknya lalu tersenyum canggung pada sahabat ibunya itu.


" Iya bibi " Adi terpaksa mengikuti ajakan mama Santi.


Shasha yang terabaikan menggerutu dalam hati tapi tetap mengikuti langkah mama dan Adi menuju ruang makan.


Setelah mengucap salam pada papa Sam, Adi duduk di depan lelaki yang umurnya sebaya dengan ayah Lukas. Mama Santi duduk di sebelah papa Sam. Sedangkan Shasha duduk di samping Adi.


Adi memberikan paper bag dari ibunya pada mama Santi.


" Hm, ini pasti semur daging kesukaan mama, pa " kata mama Santi saat menerima paper bag dari Adi.


Papa Sam hanya menatap sekilas ke istrinya lalu tetap diam. Papa Sam menunggu istrinya bicara ia tidak mau disalahkan oleh istrinya karena salah berkomentar.


" Lihatlah pa ini enak " sahut mama Santi saat mencicipi masakan sahabatnya " papa Sam tersenyum tipis.


Mama Santi menyendok semur daging dan menyuapkan ke papa Sam. Papa Sam menerima dengan sedikit malu karena dilihat oleh Adi.


" Enak kan pa " papa Sam mengangguk.


Papa Sam mengakui masakan sahabat istrinya memang betul-betul enak.


" Lagi ya pa " mama Santi bersiap menyuapkan semur daging ke papa Sam tapi papa Sam menolak halus.


" Malu ih ma sama nak Adi " papa Sam memilih mengambil semur daging dan menaruh ke piring nya.


Mama Santi menoleh ke arah Adi lalu tersenyum.

__ADS_1


" Nak Adi harus contoh kita ini ya bila nanti sudah punya istri harus tidak menolak apa keinginan istrinya. Contoh nya pamanmu ini tidak menolak pemberian bibi " Adi tampak tersenyum canggung menanggapi ucapan mama Santi.


Mama Santi melirik Shasha.


" Dan kamu sayang harus contoh mama bila nanti jadi istri mesti membuat senang suami " kata mama Santi tertuju pada Shasha.


Shasha yang mendengar hanya menggerutu sebal.


" Mama lebay banget " sahut Shasha.


" Hei sayang nggak boleh gitu mulai sekarang kamu belajar untuk menyenangkan calon suami kamu " mama Santi melirik ke Adi.


Mama Santi menganggap Adi adalah calon menantu untuk putri semata wayangnya. Jadi mama Santi sangat senang saat Adi datang ke rumah ini.


" Mama ngomong apa sih " Shasha mendelik tak suka.


Meski dalam hati Shasha tersenyum senang mendengar ucapan mamanya.


" Sekarang belajar dulu sayang anggap saja nak Adi ini calon suami kamu ya " seru mama Santi.


Mama Santi mengisyaratkan agar Shasha setuju dengan idenya. Shasha hendak protes tapi perintah mama Santi tidak bisa dibantah. Terpaksa Shasha menuruti keinginan mamanya. Sesuai arahan dari mama Santi, Shasha mengambil piring Adi lalu menaruh nasi dan lauk di atasnya.


Adi sendiri sebenarnya risih tapi pasrah saja menerima piring dari tangan Shasha.


" Nah itu sudah benar lain kali belajar lagi jadi calon istri yang baik ya sayang " kata mama Santi.


" Ma ... " seru Shasha.


" Sudahlah sayang turuti saja apa kata mama mu " kata papa Sam datar.


" Tapi pa ... " papa Sam menggeleng pelan memberi kode pada Shasha untuk tidak membantah mama nya.


Sebab bila mama Santi sudah ngomel sudah kayak petasan cabe.


" Bibi nggak usah khawatir Shasha bisa jadi istri yang baik kok " Adi menengahi agar tidak terjadi keributan di antara papa Sam, mama Santi dan Shasha.


Namun ucapan Adi disalahartikan oleh mama Santi.


" Apa benar begitu nak Adi " tanya mama Santi.


Adi mengangguk sambil tersenyum ke arah mama Santi dan Shasha.


" Tuh kan sayang apa kata mama kamu bisa jadi calon istri yang baik. Dan nak Adi bisa jadi calon suami yang baik iya kan nak Adi " kata mama Santi.


Adi tidak tahu harus berkata apa. Yang Adi lakukan tersenyum sambil menatap bingung pada sahabat ibunya.


" Baiklah kita mulai makan malamnya keburu dingin makanan nya nanti " pungkas papa Sam.


Selanjutnya mereka menikmati makan malam dalam diam. Hanya denting sendok yang beradu dengan piring. Papa Sam lebih dulu selesai makan diikuti mama Santi. Adi telah menyudahi makannya sedangkan Shasha sangat menikmati makanan buatan sahabat mamanya. Hingga gadis itu menambahkan nasi ke piringnya.


*******


Sudah up ya.


Terimakasih telah setia membaca cerita ku ini. Semoga tetap setia di Maafkan Aku, Istriku ...


Jangan lupa beri like, komen dan vote yang banyak ya.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2