Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 85 Operasi # 1


__ADS_3

Nathanael melihat Shasha yang merintih kesakitan sambil memegang perutnya menjadi tidak tega. Hatinya teriris pedih melihat orang yang sangat ia sayangi menahan sakit. Siapa yang telah menyakitimu Sha aku akan mencari orang itu dan menjebloskannya ke penjara. Geram Nathanael sambil menatap sendu pada Shasha.


" Bertahanlah sebentar lagi akan sampai " kata Nathanael.


Shasha menatap ke arah Nathanael teman sekaligus sahabatnya itu.


" Nathan..." lirih suara Shasha.


Sesaat kemudian kesadarannya mulai menghilang. Shasha pingsan.


" Sha Shasha sayang... " Nathanael panik.


Tanpa sadar Nathanael mengucapkannya membuat Leo terkejut melihat tingkah sahabatnya itu. Leo melihat sahabatnya dari balik kaca spion begitu sangat pedulinya pada wanita hamil itu. Leo ikutan panik akan nasib wanita yang tengah hamil itu tapi lebih prihatin pada nasib sahabatnya yang belum bisa move on terhadap wanita yang tengah pingsan dalam pangkuan Nathanael.


Nathanael melihat sesuatu cairan merah membasahi tangannya. Saat ia menoleh ke samping cairan itu keluar dari bawah perut Shasha membuat ia makin panik.


" Cepat Leo ..." seru Nathanael.


Tak terasa bulir bening menetes di kedua pipinya. Ya, Nathanael menangis untuk pertama kalinya. Lelaki tampan itu menangisi wanita yang sangat berharga baginya yang menganggapnya sebagai sahabat tapi sangat dia cintai. Wanita yang telah menjadi milik orang lain namun setia bertahta dihatinya.


Leo pun menambah kecepatan mobilnya.


Akhirnya mobil yang dikendarai Leo tiba di rumah sakit. Sebelum keluar dari mobil Nathanael menyuruh Leo menghubungi Steve. Sambil berlari Nathanael membawa tubuh Shasha yang tak berdaya itu ke ruang UGD lalu memanggil perawat. Beberapa perawat membantu Nathanael membawa tubuh Shasha dan meletakkan ke brankar lalu masuk ruang UGD.


Ketika Leo menghubungi Steve, Steve baru saja keluar dari ruang operasi. Karena Nathanael membawa Shasha ke rumah sakit di mana Steve bekerja di sana. Steve langsung menuju ruang UGD di sana sudah ada dokter yang menangani Shasha.


Beberapa saat kemudian Steve keluar menemui sahabatnya itu.

__ADS_1


" Pasien mengeluarkan banyak darah maka dari itu harus dilakukan tindakan operasi " kata Steve.


" Lakukan yang terbaik Steve selamatkan ibu dan bayinya " kata Nathanael.


" Tentu saja karena aku seorang dokter " kata Steve membanggakan dirinya.


Ck Nathanael berdecak sebal bisa-bisanya sahabatnya itu berbicara di saat keadaan seperti ini. Tapi dia juga membenarkan ucapan Steve.


Steve menepuk pundak sahabatnya lalu melangkah mengikuti para perawat yang membawa Shasha ke ruang operasi. Steve menggelengkan kepalanya dan bertanya- tanya mengapa bukan suaminya yang membawa wanita itu ke rumah sakit.


Ada apa sebenarnya terjadi aku sepertinya ketinggalan berita. Kenapa setiap kali bertemu kau selalu direpotkan dengan wanita. Baiklah nanti aku tanya pada Leo karena percuma saja Steve bertanya pada sahabatnya itu. Sebab Steve tahu betul sifat Nathanael yang tidak suka kehidupan pribadinya diketahui orang lain termasuk sahabatnya. Kecuali Nathanael sendiri yang akan bercerita.


Nathanael pergi ke bagian administrasi setelah menyelesaikan urusannya Nathanael melangkah menuju ruang operasi. Dan menunggu di depan pintu ruang operasi. Nathanael tampak sedang berpikir dia mesti menghubungi seseorang. Suaminya ya suaminya tapi aku kan tidak punya nomornya. Aish gimana ini Nathanael menepuk jidatnya sendiri. Lalu Nathanael menghubungi sepupunya.


Dari jauh Leo melihat sahabatnya berada di depan ruang yang tertutup itu. Lalu Leo melangkah mendekati sahabatnya itu. Saat Leo sampai dan berdiri di depan Nathanael, sahabatnya itu baru saja menghubungi seseorang entah siapa Leo tidak tahu. Belum sempat Leo bicara pada sahabatnya itu Nathanael lebih dulu bersuara.


Leo tanpa bicara menuruti perintah Nathanael meski dibenaknya diliputi banyak pertanyaan. Saat Leo hendak pergi sahabatnya itu mencegahnya.


" Tunggu, mana kunci mobilnya " kata Nathanael.


Aish apa pula ini aku mesti memberikan kunci mobil ini padanya yang bener saja, gerutu Leo. Tapi mau gak mau Leo memberikan kunci mobil sahabatnya itu.


" Sudah nggak usah ngomel " Nathanael mengambil dompet dari saku celananya. Lalu memberikan lembaran berwarna merah dua lembar pada Leo.


" Lah kok cuma dua lembar " seru Leo sambil menerima lembaran berwarna merah dari tangan sahabatnya.


" Itu sudah lebih dari cukup untuk ongkos naik taxi dari sini ke restoran " sahut Nathanael.

__ADS_1


" Oke kalau gitu aku pergi dulu " kata Leo.


Ini memang lebih dari cukup untuk ongkos taxi yang harus dikeluarkan tak kurang dari lima puluh ribu. Dia memang sahabat terbaik tahu saja kalau aku lagi bokek. Leo tersenyum sambil berjalan keluar dari rumah sakit.


Setelah Leo pergi Nathanael menghubungi Dave.


☎️ " Hallo ..." suara Dave.


☎️ " Dave aku butuh bantuan mu " Nathanael.


☎️ " Dengan senang hati " Dave.


☎️ " Cari orang dalam rekaman cctv itu " kata Nathanael.


☎️ " Siap bos " Dave.


Lalu Nathanael menutup panggilan telponnya dan menaruh ponselnya ke saku bajunya.


***************


Oke segitu dulu ya ceritanya, cerita di bab ini dan beberapa bab yang ada Nathanael nya bisa dilihat dan dibaca di kisah Perjalanan Cinta Nathanael ( maaf lama up nya ).


Karena tidak mungkin dijadikan satu di sini. Di Maafkan Aku, Istriku... khusus bercerita tentang Adi dan Shasha.


Selamat mengikuti ...


Jangan lupa beri like, komen dan vote nya

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2