Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 82 Pergi Ke Rumah Paman # 1


__ADS_3

Adi menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang sambil memejamkan matanya. Sementara Shasha merebahkan tubuhnya di sebelah suaminya. Shasha memiringkan tubuhnya menghadap suaminya.


" Mas " panggil Shasha.


" Hmm " jawab Adi masih tetap memejamkan matanya.


" Besuk mau berangkat jam berapa ? " tanya Shasha.


" Agak siangan mungkin jam sepuluh " jawab Adi.


Shasha diam. Adi lalu membuka matanya memiringkan tubuhnya menghadap istrinya.


" Ada apa hmm " mengusap lembut pucuk rambut istrinya.


Sesaat Shasha diam ragu untuk mengatakannya.


" Ada apa sayang " tanya Adi menatap ke arah istrinya.


" Aku mau ke tempat Dini " kata Shasha tersenyum menatap suaminya.


" Kemarin kan sudah sayang " kata Adi.


' Sekali ini saja boleh ya ya " sahut Shasha.

__ADS_1


Adi menghela nafas perlahan lalu tersenyum sambil mengelus pipi istrinya. Dengan berat hati Adi mengiyakan keinginan istrinya.


" Baiklah sudah malam kita tidur " mengecup kening istrinya lalu mengusap lembut perut istrinya.


Menjadikan tangan suaminya sebagai bantalan tidurnya dan menyandarkan kepalanya ke dada bidang suaminya. Shasha memeluk tubuh suaminya perlahan matanya mulai terpejam.


Adi mengusap punggung istrinya sampai istrinya tertidur. Setelah di rasa istrinya sudah tidur Adi memeluk istrinya lalu mulai memejamkan matanya, tidur.


Pagi harinya setelah selesai sarapan Adi dan Shasha bersantai di ruang keluarga. Adi menonton tv sambil berbincang ringan dengan istrinya. Beberapa saat kemudian Shasha masuk ke kamar. Menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang sambil menyelonjorkan kakinya. Dan Adi ke depan hendak memeriksa mobilnya. Setelah semuanya siap Adi bergegas menemui ibunya.


Sementara itu bu Rina selesai sarapan menyingkirkan makanan yang tersisa ke dapur. Kemudian masuk ke kamar melangkah menuju lemari lalu membukanya. Mengambil sesuatu yang terselip diantara tumpukan bajunya lalu duduk di depan meja rias. Memandang sebuah bingkai foto di tangannya lalu mengusapnya. Foto mendiang suaminya yang telah pergi meninggalkan dirinya dan dua orang anaknya. Semoga anak kita mau meneruskan usaha kita ya pak, ucap bu Rina sambil menatap wajah dalam foto itu. Tak terasa setitik bulir bening menetes di kedua pipi wanita paruh baya itu. Lama bu Rina termenung terkenang akan mendiang suaminya. Lalu bu Rina cepat menghapusnya saat terdengar ketukan dari luar kamarnya. Bu Rina berdiri dan menyimpan kembali foto suaminya di lemari dan bergegas membuka pintu kamarnya.


Adi sudah berdiri di depan pintu menatap ke arah ibunya. Terlihat mata ibunya sedikit berair membuat Adi bertanya pada ibunya.


" Ibu tidak apa-apa nak tadi ada debu yang menempel di mata ibu " kata bu Rina sambil tersenyum.


Adi menuntun ibunya duduk di sofa dalam kamar.


" Ibu teringat ayah kan " tebak Adi.


" Ibu setiap saat teringat ayah, mengingat kebaikan ayah, mengingat bagaimana ayah berjuang mempertahankan agar usahanya tidak bangkrut. Mencari pinjaman ke teman-temannya sampai akhirnya usahanya kembali bangkit dan berdiri hingga sekarang ini lalu diteruskan oleh pamanmu. Sedangkan saat ini kesehatan pamanmu menurun " kata bu Rina.


" Ibu tidak usah khawatir Adi akan menuruti keinginan ibu untuk melanjutkan usaha ayah " kata Adi menggenggam tangan ibunya.

__ADS_1


Ibu Rina tersenyum lalu memeluk anaknya penuh haru.


" Ibu tidak usah sedih lagi " kata Adi meyakinkan ibunya.


" Iya nak oh ya apa semuanya sudah siap " kata bu Rina.


" Iya bu " kata Adi.


" Kita berangkat sekarang saja " kata bu Rina. Adi mengangguk.


Adi menuntun ibunya keluar kamar. Saat itu Shasha sedang duduk di ruang keluarga menantikan suami dan mertuanya. Setelah berpesan pada mbak Tari dan mas Agus, lalu Adi masuk ke dalam mobil bersama Shasha dan ibunya. Adi duduk dibalik kemudi dan Shasha duduk disebelahnya. Sementara ibu Rina duduk di kursi penumpang.


Adi melajukan mobilnya keluar dari rumah peninggalan ayahnya. Setelah mobil keluar dari komplek perumahan elite itu mobil melaju ke jalan raya menuju kafe Dini. Adi menepikan mobilnya dan keluar dari mobil. Memutari mobilnya lalu membukakan pintu untuk istrinya. Merangkul istrinya lalu memasuki kafe mengantar istrinya bertemu dengan sahabat istrinya. Sesaat kemudian Adi keluar dari kafe dan masuk ke mobilnya. Adi menoleh ke arah kafe sahabat istrinya itu. Terselip rasa khawatir yang tiba-tiba muncul dibenaknya. Tapi ia menepiskan pikiran buruk itu lalu melajukan kembali ke jalan raya menuju ke rumah pamannya.


****************


Adi mengkhawatirkan Shasha ada apa ya.....


Ada yang penasaran ikuti terus ceritanya di Maafkan Aku, Istriku...


Jangan lupa singgah di karyaku yang lain Perjalanan Cinta Nathanael.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2