Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 29 Mengantar Shasha Bekerja


__ADS_3

Pagi hari Shasha bangun terlebih dulu ketika alarm ponselnya berbunyi berkali- kali. Ia mengerjapkan matanya mengumpulkan kesadarannya. Jam alarm di ponselnya menunjuk pukul 07.00 pagi.


Ternyata Shasha tidur lelap sekali hingga tak terasa hari sudah pagi. Setelah itu Shasha hendak bangun dari ranjang tapi tangan kekar suaminya menghalangi dirinya untuk bangun. Lalu Shasha perlahan memindahkan tangan suaminya itu. Tapi suaminya malah mempererat pelukannya.


" Mas..." bisik Shasha pelan.


Memandang wajah suaminya yang masih terpejam. Hanya hm saja keluar dari bibir suaminya. Shasha menatap suaminya yang masih tidur ternyata ganteng juga ya. Sesaat Shasha terpesona pada wajah tampan suaminya yang sedang tidur. Ya karena Shasha sejak dulu mengagumi suaminya dan jatuh cinta pada suaminya itu.


Shasha membangunkan suaminya lagi, tapi Adi tambah mengeratkan pelukannya. Hingga nafasnya terasa sesak. Shasha menggoyangkan tubuh suaminya.


" Mas aku nggak bisa nafas nih " seru Shasha sambil melepas tangan suaminya.


Pelukan Adi mengendur dan Shasha menggeser tubuhnya menjauh dari suaminya. Shasha turun dari ranjang menuju kamar mandi. Membasuh mukanya menggosok gigi setelah itu keluar dari kamar mandi. Dilihatnya suaminya masih tidur lalu keluar kamar menuju dapur.


Beberapa saat berkutat di dapur akhirnya selesai masakan yang Shasha buat. Menaruh masakannya di atas meja. Sayur lodeh, ikan asin, sambal dan cemilan.


Shasha berjalan ke kamar melewati ranjang yang di atasnya ada suaminya masih terlelap. Masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Selesai ritual mandinya Shasha keluar dari kamar mandi dengan pakaian kerja. Berdiri di depan meja riasnya berdandan sebentar. Memoles wajahnya dengan bedak tipis memakai lip balm di bibirnya tak membutuhkan waktu lama. Selesailah sudah dan ketika hendak berbalik ia dikejutkan oleh sebuah suara yang menyapanya di pagi hari.


" Mau berangkat " suara khas bangun tidur membuatnya menoleh ke arah suaminya.


Ternyata suaminya sudah bangun. Shasha melangkah mendekat ke arah suaminya.


" Eh mas sudah bangun " kata Shasha tersenyum.

__ADS_1


" Kenapa tidak dibangunin " tanya Adi.


Melihat suaminya bersandar di kepala ranjang Shasha duduk di pinggir ranjang.


" Kelihatannya mas nyenyak sekali jadi nggak tega bangunin " jawab Shasha melampirkan senyum manis.


Adi turun dari ranjang hendak ke kamar mandi.


" Tunggu sebentar aku akan mengantarmu " Adi berlalu ke kamar mandi.


Shasha menatap suaminya sampai menghilang di balik pintu kamar mandi. Shasha menyiapkan baju santai untuk di pakai suaminya lalu keluar kamar menuju meja makan.


Menunggu suaminya selesai mandi dan sarapan bersama suaminya. Adi keluar dari kamar melangkah menuju meja makan. Shasha mengambilkan nasi dan sayur ke piring dan memberikan pada Adi. Adi menerimanya dan menikmati sarapan paginya. Shasha membuatkan teh hangat manis lalu meletakkan di samping kanan suaminya. Dan mengambil piring untuk diisi nasi dan sayur serta ikan asin. Menyuapkannya ke mulutnya hingga habis tanpa sisa. Diambilnya gelas dan menuangkan air mineral ke dalamnya lalu meneguknya. Suaminya juga sudah selesai sarapan dan minum teh manis buatannya.


Adi bangkit berdiri meninggalkan meja makan. Masuk ke kamar mengambil kunci mobilnya yang berada di atas meja rias. Keluar dari kamar menuju pintu depan. Adi masuk ke dalam mobil memanaskan mobilnya sebentar sambil menunggu Shasha.


Adi sudah menunggunya di depan rumah. Duduk di belakang kemudi menunggu istrinya. Setelah mengunci pintu Shasha melangkah ke mobil membuka pintu mobil dan duduk di sebelah suaminya.


Mobil berjalan keluar halaman rumah Adi melaju perlahan melewati jalan komplek perumahan. Mobil Adi berbelok menuju jalan raya. Adi melajukan mobilnya di jalanan dengan kecepatan sedang sementara Shasha melihat ke depan.


Sebentar kemudian menoleh ke arah suaminya. Adi melirik istrinya lalu kembali fokus ke jalanan.


" Kenapa hm " seru Adi.

__ADS_1


" Tumben mas mau ngantar " kata Shasha masih menatap ke depan.


" Kenapa nggak boleh " kata Adi.


" Ah bukan begitu maksudnya mas biasanya jam segini masih tidur. Aku nggak mau mas jadi repot " jelas Shasha.


Adi tak menyahut lagi dan tetap fokus pada kemudi. Aku ingin melihat tempat kerjamu dan apakah ada dia di sana atau tidak batin Adi pada dirinya. Sekian bulan mengijinkan istrinya bekerja tapi belum pernah Adi melihat tempat kerja istrinya. Meski istrinya kerja dengan sahabatnya Adi hanya tahu nama kafe dan tempatnya tapi belum pernah sekalipun ia ke sana.


Beberapa saat kemudian sampailah Shasha di kafe milik sahabatnya itu. Kafe masih tutup menunggu tiga puluh menit lagi buka. Shasha keluar dari mobil dan berpamitan pada suaminya. Baru dua langkah kakinya berjalan terdengar suaminya memanggilnya. Shasha membalikkan badan dan hendak bertanya. Tapi Adi lebih dulu bersuara menanyakan kepulangannya.


" Nanti pulang jam berapa ? " tanya Adi.


" Jam 9nan " jawab Shasha.


" Nanti aku jemput " jawab Adi sambil menyalakan mesin mobilnya.


" Ya " sahut Shasha lalu berbalik memasuki kafe sahabatnya.


Adi kembali melajukan mobilnya pulang ke rumah.


***************


Ikuti kelanjutannya di Maafkan Aku, Istriku ...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote nya.


Oke terimakasih.


__ADS_2