
Siang harinya Adi mengajak istrinya ke rumah sakit. Setelah dinyatakan Shasha hamil Adi sangat senang sekali. Andai saja bukan di rumah sakit Adi akan mencium dan memeluk istrinya erat seperti waktu diperiksa oleh dokter Laras.
Kini rasa sayang Adi bertambah kali lipat melebihi saat Shasha hamil Zane dulu. Seperti yang pernah Adi katakan waktu itu saat sekarang Adi sangat memperhatikan istrinya termasuk keinginan dari calon adik Zane.
Sekarang usia kehamilan Shasha sudah tiga bulan. Rasa mual dan muntah masih ada meski jarang. Pagi ini Adi telah rapi dengan pakaian kerja nya sedang Shasha masih berada di ranjang. Kehamilan yang kedua ini Shasha lebih banyak bermalas-malasan di tempat tidur. Tetapi berbeda untuk pagi ini ibu dari Zane ini memperhatikan Adi dari selesai mandi sampai berpakaian rapi. Terdengar suara khas bangun tidur memanggil Adi.
" Mas " panggil Shasha.
Adi yang memunggungi ranjang tidur berbalik saat mendengar istrinya memanggil dirinya. Lalu Adi melangkah cepat mendekati ranjang dan duduk dipinggir ranjang.
" Ada apa sayang " Adi merasa khawatir dan memegang tangan istrinya.
Shasha menggeleng pelan dan tersenyum membuat Adi heran ada apa dengan istrinya pagi ini. Biasanya di pagi hari setelah mengeluarkan isi dalam perutnya Shasha tidur dan baru bangun ketika mbak Tari mengantar makanan ke kamar. Itu yang Adi tahu setelah mendapat laporan dari mbak Tari saat Adi pulang dari bekerja.
" Mas " panggil Shasha lagi.
" Iya sayang butuh sesuatu atau mau makan apa mas akan ambilkan " Shasha menggeleng.
" Mas mau ke kantor " tanya Shasha.
Adi mengangguk.
" Boleh ikut ke kantor " tanya Shasha penuh harap.
Adi menghela nafasnya dan menepuk punggung tangan istrinya pelan. Adi mengira istrinya meminta sesuatu atau dibawakan makanan sepulang kerja. Ternyata istrinya ingin ikut ke kantor.
" Apa sayang nanti tidak bosan di kantor " Shasha menggeleng.
__ADS_1
Adi menghela nafasnya.
" Tidak boleh ya " Shasha menampilkan raut sedih.
Adi tersenyum.
" Boleh " seketika binar ceria tercetak di wajah istrinya.
Lalu Adi membantu Shasha bangun dan menuntun istrinya ke kamar mandi karena Shasha menolak digendong. Selesai ritual mandinya Shasha telah rapi dan sepasang suami-istri itu keluar kamar. Adi merangkul pinggang istrinya menuju meja makan.
Di sana sudah menanti Chris yang menggerutu sebal dengan sepupunya. Meski waktu menunjuk pukul tujuh kurang sepuh menit tapi pagi ini ada pertemuan penting dengan klien. Apalagi sepupunya itu keluar bersama istrinya membuat Chris heran dan bertanya dalam hatinya. Kenapa kakak ipar sepagi ini sudah bangun, gumam Chris.
Shasha hanya makan buah-buahan yang sudah dipotong dan ada dalam wadah. Sementara Adi hanya minum kopi hitam kesukaannya. Kemudian Adi menyuruh Chris mengemudi mobil sedang ia dan istrinya duduk di kursi penumpang.
Ketiganya sudah masuk ke mobil dengan Chris yang menjalankan mobilnya menuju perusahaan Nugroho.
Chris memarkirkan mobilnya diparkiran khusus lalu menunggu sepupunya dan istrinya turun. Barulah Chris keluar dari mobil dan berjalan di belakang sepasang suami-istri itu. Semua karyawan sudah masuk ke bagian nya masing-masing. Hanya di bagian resepsionis saja yang mengetahui kedatangan presdir dan istri nya serta Chris. Semua karyawan sudah mengetahui kalau Shasha adalah istri presdir mereka.
Ketiganya melangkah menuju lift dengan Adi yang merangkul pinggang istrinya. Pemandangan di depannya membuat mata Chris sakit. Ck, tidak di rumah tidak di kantor sama saja, gumam Chris sebal.
Ketiganya keluar dari lift Adi dan Shasha menuju ruang presdir. Sementara Chris ke ruangan nya. Sepasang suami-istri itu melewati meja sekretaris dan berhenti di depan meja sekretaris. Sekretaris cantik itu menyapa ramah pada Adi dan merasa heran karena presdir nya membawa seorang wanita.
" Selamat pagi pak presdir " sapa sekretaris Meira.
" Selamat pagi, Mei o ya kenalkan ini istriku Shasha " Adi menyapa ramah sekretaris nya dan mengenalkan Shasha pada sekretaris Meira.
Sekretaris Meira tersenyum saat presdir Adi mengenalkan wanita disebelahnya sebagai istrinya. Lalu sekretaris Meira mengulurkan tangannya pada Shasha. Shasha melirik ke arah suaminya lalu Adi mengangguk. Kemudian Shasha menyambut uluran tangan sekretaris suaminya itu.
__ADS_1
Sepasang suami-istri itu melanjutkan langkahnya masuk ke ruangan presdir. Adi menyuruh istrinya duduk di sofa dan dia sendiri menuju kursi presdir. Adi langsung membuka berkas yang sudah berada di meja kerjanya dan mempelajari sebentar.
Tidak berapa lama masuklah sekretaris Meira ke ruangan presdir. Sekretaris Meira membacakan jadwal presdir pagi ini. Sekretaris Meira berdiri di depan meja presdir dan menunggu perintah selanjutnya.
Terdengar pintu diketuk dari luar lalu Chris masuk ke ruangan presdir dan berdiri di sebelah sekretaris Meira. Menunggu sepupunya untuk segera masuk ke ruang rapat beberapa menit lagi. Adi melirik jam di pergelangan tangannya lalu melihat istrinya yang duduk di sofa.
" Mei kau di sini saja menemani isteri saya " Adi memberi perintah pada sekretaris nya.
Meira yang semula diam tertunduk karena ada Chris berdiri di samping nya mendongak. Meira menatap tak percaya bahwa ia pagi ini akan mendapat tugas menemani isteri presdir nya. Meira bernafas lega karena bisa sejenak jauh dari Chris. Secepatnya Meira mengangguk setuju.
" Dan kau ikut saya ke ruang rapat " perintah Adi pada Chris.
Chris melirik wanita di sampingnya lalu menatap sepupunya. Yang Chris bisa lakukan hanyalah mengangguk pasrah. Meira menggeser tubuhnya menjauh dari asisten presdir itu. Chris melirik sebentar lalu melihat sepupunya berdiri dan mendekati sofa.
" Sayang mas ada rapat pagi ini tidak apa-apa kan. Ada Mei yang menemanimu sayang " Adi duduk di samping istrinya.
" Sudah mas pergi saja itu Chris sudah menunggu dari tadi " Shasha berkata pelan pada suaminya.
Setelah berbicara pada istrinya Adi mencium kening istrinya di depan Meira dan Chris. Meira menunduk malu melihat tingkah presdir nya. Sementara Chris menatap jengah pada sepupunya. Aish, bikin iri saja, gumam Chris. Seperti tidak ada tempat lain saja gerutu Chris lagi. Tanpa merasa bersalah Adi bangkit dan melangkah keluar ruangan nya. Chris mengikuti langkah sepupu sekaligus presdir Adi keluar menuju ruang rapat.
***********
Baru up...🙏🙏
Tetap menyemangati diri sendiri agar bisa up lagi. 💪🏻💪🏻💪🏻
Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya.
__ADS_1
Terimakasih ...❤️❤️❤️