
Sore harinya semua penghuni rumah berkumpul di ruang keluarga kecuali papa Sam, Shasha dan Andrew. Papa Sam mengajak Andrew dan Shasha ke ruang kerjanya. Sementara yang lain berbincang hangat sebelum makan malam bersama.
Beberapa saat papa Sam keluar diikuti Shasha dan Andrew menuju meja makan. Sekarang semua orang sudah berkumpul di ruang makan menunggu ketiganya. Mereka duduk di dekat keluarga kecil mereka. Adi, Shasha dan Zane dalam pangkuan papanya duduk di sebelah kanan papa Sam. Di sebelah kiri papa Sam ada mama Santi. Kemudian di kiri mama Santi ada Andrew dan istrinya serta Delon dipangku oleh papa Andrew. Sedangkan Eli duduk di sebelah kakak sepupunya, Shasha.
Sementara di tempat lain mobil warna hitam itu melesat sangat cepat. Menembus jalan raya yang tidak terlalu padat sore itu. Di dalam mobil ada dua lelaki tampan yang satu duduk dibalik kemudi dan satunya lagi duduk di sebelahnya dengan perasaan was-was. Seorang lelaki tampan bertinggi 170 cm itu tetap fokus di balik kemudi. Sedang lelaki tampan di sebelah nya sedari tadi mengumpat bosnya karena berkendara dengan kecepatan tinggi.
" Bos, berhenti bos aku masih sayang nyawaku ini. Kalau bos ingin mati mati saja sendiri " seru lelaki itu.
Tiba-tiba saja mobil warna hitam itu berhenti tepat di tepi jalan di depannya. Huh! untung saja, gumam lelaki tampan itu.
" Berisik sekali " lelaki di balik kemudi itu keluar dari mobil.
" Bos ... bos mau kemana " lelaki itu kaget melihat bosnya keluar dari mobil.
Lelaki bertinggi 170 cm itu masuk ke kursi penumpang lalu duduk sambil memejamkan matanya. Lelaki tampan di sebelah kemudi mengusap wajahnya kasar. Dasar bos nggak ada akhlak, umpat lelaki itu lalu bergeser ke kursi kemudi.
" Sudah tidak usah mengumpat jalankan mobilnya, bangunkan aku kalau sudah sampai " sahut lelaki bertinggi 170 cm itu.
Ck, lelaki itu berdecak sebal melirik bosnya lewat kaca spion di atasnya lalu menyalakan mesin mobil. Mobil warna hitam itu kembali melaju di jalan raya dengan kecepatan sedang. Menjelang malam mobil yang ditumpangi dua lelaki tampan itu masuk ke area kota. Lelaki tampan dibalik kemudi itu menjalankan mobilnya menuju kompleks perumahan elit.
Mobil warna hitam itu berhenti di depan rumah papa Sam. Pak Udin penjaga gerbang melangkah ke pintu gerbang lalu membuka sedikit pintu agar ia bisa keluar. Pak Udin mendekati mobil warna hitam itu saat sudah dekat seorang lelaki keluar dari mobil dan bertanya pada pak Udin. Meski pak Udin tidak mengenal lelaki itu pak Udin tetap menjawab sopan apa yang ditanyakan oleh orang itu.
Setelah itu lelaki tadi masuk ke mobil lalu membangunkan bosnya.
" Bos, sudah sampai " lelaki itu menggoyangkan tangan bosnya itu.
Lelaki yang duduk di kursi penumpang itu segera terbangun.
" Ada apa ? " tanya nya.
" Itu rumah kekasih bos " tunjuk lelaki itu.
Dua lelaki tampan itu kemudian keluar dari mobil bersamaan membuat pak Udin terkejut. Karena pak Udin mengenal salah satu lelaki itu.
" Sudah kau pulang saja " katanya.
" Tapi bos " lelaki bertinggi 170 cm melirik tajam.
Lelaki itu terpaksa menurut lalu berbalik badan menjauh dari bosnya. Lelaki itu tak lain Dave berjalan sambil menggerutu sebal pada bosnya.
" Eh, den Nathan saya kira siapa " sahut pak Udin setelah hilang rasa terkejutnya lalu melihat mobil yang dikendarai oleh lelaki tampan itu.
Terakhir kali pak Udin melihat lelaki tampan di depannya itu membawa mobil berwarna putih. Tapi yang ada di depan rumah majikannya saat ini mobil warna hitam keluaran terbaru. Rasa penasarannya membuat pak Udin bertanya pada lelaki itu.
" Mobil baru ya den " pak Udin menatap kagum pada mobil Nathanael.
Kemudian memegang pelan mobil hitam itu seolah takut lecet.
__ADS_1
Lelaki yang dipanggil Nathan oleh pak Udin mengangguk sambil tersenyum ramah. Oh, ternyata kekasih non Eli orang kaya, gumam pak Udin.
" Apa Eli masih di sini pak " tanya lelaki itu.
Pertanyaan Nathanael membuyarkan lamunan pak Udin. Pak Udin menunduk malu sementara Nathanael menggeleng melihat tingkah pak Udin.
" Masih di sini den, sekarang ada di ruang makan. Mari saya antar ke dalam " pak Udin mendahului lelaki tampan itu.
Pak Udin masuk lebih dulu ke rumah memberitahu majikannya. Semua yang di meja makan menghentikan gerakannya lalu beralih pada pak Udin.
" Tuan, di depan ada den Nathan " beritahu pak Udin.
Belum sempat papa Sam menjawab Eli sudah bangkit. Setengah berlari gadis itu ke depan melihat apa benar yang dikatakan pak Udin tadi. Semua yang di sana menggeleng melihat tingkah Eli. Tapi gadis itu tidak mempedulikannya.
Saat melihat sosok yang dirindukan nya datang Eli mengembangkan senyumnya.
" Ternyata kakak datang juga " Eli menghambur memeluk lelaki tampan itu.
Lelaki itu hanya tersenyum sambil membalas memeluk kekasihnya. Meski di wajahnya terlihat lelah karena perjalanan jauh ia tetap menampilkan senyum menawan untuk kekasihnya.
" Ayo kak " Eli menggandeng tangan Nathanael menuju ruang makan.
Lelaki tampan itu menurut mengikuti langkah gadis di sampingnya. Keduanya sudah sampai di ruang makan. Sebelumnya Nathanael mengucap salam pada semua yang ada di sana. Setelah itu kekasih Eli duduk di kursi kosong tepat di depan papa Sam berbatas meja panjang.
" Maaf paman dan bibi kalau saya terlambat " Nathanael menangkup kan kedua tangannya di depan dada.
Nathanael mengangguk lalu pandangannya beralih pada kekasihnya. Eli merasa senang karena kekasihnya datang lalu mengambilkan makanan untuk kekasihnya.
Pandangan Nathanael terpaku pada wanita di sebelah kekasih nya. Saat masuk tadi Nathanael sempat melirik sekilas wanita itu. Dan pandangan nya turun ke perut wanita itu yang sedikit menyembul. Nathanael tersenyum tipis hampir tidak kelihatan secepatnya kembali menatap kekasihnya.
Andrew yang menangkap pergerakan temannya meski tak terlihat oleh semua yang ada di sana tapi bisa dilihat oleh Andrew. Andrew mengeryit heran melihat temannya memandang kakak sepupunya. Hal itu menimbulkan berbagai pertanyaan di benak Andrew. Andrew diam dan tetap menikmati makanan di piring nya sambil mengamati kekasih dari adiknya itu.
Selesai makan malam papa Sam dan mama Santi memilih istirahat di kamarnya. Sementara yang lain duduk di ruang keluarga. Tidak berapa lama si cantik Zane terlelap dipangkuan papa Adi. Lalu Adi bangkit dan mengajak istrinya ke kamar.
Kini tinggal Andrew, Nathanael dan Eli yang ada di ruang keluarga. Sedang istri Andrew dan anaknya sudah sedari tadi masuk ke kamar. Andrew menatap temannya seolah mengisyaratkan ingin ngobrol berdua saja dengan temannya itu.
Nathanael menoleh ke arah Eli.
" El " gadis di sampingnya menoleh.
" Ada apa kak " Eli menatap kekasihnya.
" Ada yang ingin kakak bicarakan pada Andrew " lelaki itu memberi alasan.
" Ya sudah bicara saja " jawab santai Eli.
Nathanael mengusap tengkuknya dan tampak sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
" El, kakak keluar sebentar dengan Andrew kau di sini dulu tak apa kan " Nathanael menggenggam tangan Eli.
" Kakak baru datang dan mau pergi lagi " Eli seolah tak senang mendengarnya.
" Sebentar saja ya " bujuk Nathanael.
Meski sedikit tidak rela akhirnya Eli menyetujui kekasihnya pergi dengan Andrew, kakaknya.
" Ya sudah tapi janji jangan lama-lama " lelaki tampan itu mengangguk pasti.
Nathanael melangkah keluar rumah sedang Andrew mengikuti dari belakang. Lelaki tampan itu memilih masuk ke mobilnya dan duduk dibalik kemudi. Andrew melihat mobil temannya lalu membulatkan matanya. Mobil keluaran terbaru, gumam Andrew pandangannya beralih ke lelaki di dalam mobil.
Andrew membuka pintu lalu duduk di sebelah temannya.
" Apa yang ingin kau tanyakan padaku " kata Nathanael setelah temannya itu masuk ke mobilnya.
Nathanael memilih bicara di mobil dan hanya mereka berdua saja di dalam mobil. Nathanael terlalu lelah untuk pergi mencari tempat ngobrol dengan temannya itu. Perjalanan dari pagi dan baru kembali sore harinya membuat tubuhnya terasa sakit semua. Dan lagi ia sudah berjanji pada Eli untuk datang menghadiri makan malam bersama keluarga kekasihnya itu.
" Apa kau serius dengan adikku " Andrew bicara sambil menatap tajam ke arah temannya.
Nathanael menoleh ke arah Andrew lalu mengeryit heran. Memandang temannya dengan tatapan bingung. Sejurus kemudian lelaki tampan itu bersuara.
" Kau meragukan hubungan ku dengan Eli " tanya balik Nathanael.
Andrew menatap lekat pada temannya lalu mengalihkan pandangannya ke depan.
" Tentu saja sebagai kakak hal yang wajar bila aku mempertanyakan ini padamu " lanjut Andrew.
" Tidak lama lagi aku akan meresmikan hubungan ku dengan Eli " kata Nathanael.
" Kapan " Andrew menatap tajam ke arah lelaki yang menjadi temannya itu.
Nathanael mengabaikan tatapan temannya.
" Setelah urusan ku selesai " Nathanael menepuk bahu temannya lalu membuka pintu keluar dari mobilnya.
Ck, kebiasaan umpat Andrew pada temannya itu. Lalu ia mengikuti langkah Nathanael keluar dari mobil.
**********
Up lagi ...
Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya...
Yang kangen sama Nathanael ada di karyaku yang lain yaitu di Perjalanan Cinta Nathanael.
Terimakasih ...❤️❤️❤️
__ADS_1