Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 84 Ke Restoran


__ADS_3

Sementara itu di tempat lain wanita berperut buncit itu sedang berbincang dengan sahabatnya. Entah mengapa ada keinginan untuk bertemu dengan sahabatnya itu. Mungkin setelah melahirkan nanti ia akan disibukan dengan baby nya. Makanya Shasha memanfaatkan waktu yang tersisa ini sebaik-baiknya. Hampir seharian Shasha menghabiskan waktu bersama sahabatnya itu.


Selepas makan siang Shasha merebahkan tubuhnya di ranjang sahabatnya itu. Shasha tengah asyik dengan ponselnya sementara Dini menemani sahabatnya karena hari ini tidak terlalu banyak kegiatan nya.


Shasha berbincang dengan sahabatnya hingga tak terasa waktu merambat dengan cepat. Menjelang sore hari rasanya malas untuk pulang lalu Shasha melihat ke layar ponselnya siapa tahu ada pesan dari suaminya. Ternyata tidak ada pesan atau kabar dari suaminya. Lalu Shasha berselancar dengan benda pipih di tangannya itu. Saat itu ada yang menarik hatinya dan memperlihatkan sesuatu di layar ponselnya pada Dini.


" Sepertinya makanan ini enak " kata Shasha menunjuk ke layar ponselnya.


" Apa kamu ingin makanan ini " tanya Dini.


" Ya aku ingin sekali makanan itu " kata Shasha sambil membayangkan makanan itu sangat lezat dan nikmat bila masuk ke mulutnya.


" Aku tahu tempatnya ayo ikut aku " kata Dini.


" Kemana " tanya Shasha.


" Membeli makanan itu " kata Dini.


" Ayo " sahut Shasha.


Kedua sahabat itu keluar dari lantai atas yang dijadikan tempat tinggal Dini. Lalu menuju lantai satu yang digunakan Dini untuk kafe. Kemudian keluar dari kafe menuju mobil Dini. Dini membukakan pintu untuk sahabatnya lalu memutari mobil masuk dan duduk dibalik kemudi. Dini melajukan mobilnya menuju sebuah restoran yang menyajikan menu masakan lokal. Beberapa saat kemudian keduanya telah sampai ditempat yang dituju.


Setelah Dini memarkirkan mobilnya Dini keluar dari mobil. Lalu membantu sahabatnya untuk keluar dari mobil dan mereka berjalan memasuki restoran xx.

__ADS_1


Kedua sahabat itu duduk dan menunggu pelayan datang. Setelah memesan makanan yang diinginkan Dini melihat sekeliling siapa tahu dia bertemu dengan orang yang dicari. Sementara Shasha sedang mengamati restoran itu yang baru pertama kali ia kunjungi.


Di tempat yang sama di lantai dua gedung ini. Lelaki tampan bermata sipit itu berjalan menuruni tangga dan mencari sahabatnya, Leo.


Lelaki itu pergi ke ruangan sahabatnya dan membuka pintu. Dimana Leo kenapa tidak ada di sini. Baiklah aku tunggu di sini saja, kata lelaki itu. Lalu duduk di kursi yang menjadi tempat Leo bekerja sehari-hari. Saat sedang menunggu sahabatnya itu tidak sengaja menatap layar monitor di sebelahnya. Kemudian lelaki itu menggeser kursi yang ia duduki dan mengamati layar monitor di depannya. Matanya membulat saat melihat seseorang dilayar monitor itu.


Seseorang yang telah menawan hatinya dan memenuhi seluruh ruang di hatinya. Lelaki itu mematung tatapannya dipenuhi kerinduan yang dalam. Pandangannya tak lepas dari layar monitor itu. Sosok cantik itu sosok yang sangat ia cintai sampai hari ini. Dan hingga kini belum ada seorang pun yang dapat menggantikan posisinya di hati lelaki yang usianya mendekati angka tiga puluh tahun itu.


Lelaki itu tak lain adalah Nathanael dan sosok cantik itu Shasha. Ya, Shasha saat ini sedang berada di restoran milik Nathanael. Sedang menikmati makanan yang ia pesan yaitu gurami asam pedas. Bersama sahabatnya Dini keduanya menikmati pesanan mereka. Setelah selesai makan Shasha berniat hendak ke toilet.


" Mau kemana " tanya Dini.


" Hm ke toilet " kata Shasha.


" Emang tahu letak toiletnya di mana " Shasha menggeleng.


Setelah berbicara dengan pelayan itu Dini menyuruh Shasha mengikuti pelayan itu. Pelayan itu mengantar Shasha sampai di ujung tempat yang di maksud. Lalu Shasha menengok ke kanan ternyata toilet nya tidak jauh dari tempatnya berdiri. Kemudian Shasha melangkah memasuki toilet. Beberapa saat Shasha keluar dari toilet dan berjalan menuju tempat duduknya.


Tanpa Shasha sadari seseorang telah mengikutinya dari ia pergi ke toilet sampai keluar. Saat Shasha berjalan dari arah depan orang itu dengan sengaja mendorong tubuh Shasha. Karena terkejut dan situasi begitu cepat saat orang itu melakukan aksinya. Tubuh Shasha terhuyung ke belakang dan membentur dinding. Orang itu melihat ke arah Shasha tanpa ada niat untuk membantu. Orang itu tersenyum sinis lalu secepatnya pergi meninggalkan Shasha yang merintih kesakitan sambil memegang perutnya.


Shasha merintih kesakitan dan tidak dapat menahan keseimbangan tubuhnya. Saat tubuh Shasha melayang hendak jatuh tiba-tiba sebuah tangan kekar merengkuh tubuhnya. Dan menopang tubuh tak berdaya itu sambil berteriak pada sahabatnya.


" Leo... " teriaknya.

__ADS_1


Leo yang mengikuti sahabatnya itu karena mendengar seseorang merintih kesakitan lalu mendekat. Nathanael melempar kunci pada Leo. Dan Leo menerima lalu bergegas menyiapkan mobil. Nathanael membopong tubuh Shasha memasuki mobil lalu Leo menjalankan mobilnya.


Di perjalanan pulang menuju rumahnya tiba-tiba Adi menepikan mobilnya. Masih setengah jam lagi Adi sampai di rumahnya. Entah mengapa perasaannya menjadi tidak tenang . Seolah ada sesuatu yang besar seakan menghantam dirinya. Ada apa ini kenapa perasaanku tidak enak begini. Adi mengelus dadanya yang terasa sesak membuat ibunya bertanya kepadanya.


" Ada apa nak kenapa berhenti " tanya bu Rina heran.


" Eh em tidak apa-apa bu " sahut Adi.


" Biar Chris yang menyetir kamu istirahat saja " kata bu Rina.


Adi menurut lalu keluar dan duduk di tempat yang tadi diduduki Chris. Sementara Chris duduk di balik kemudi dan melajukan mobilnya kembali.


********************



( Gurame asam pedas ).


Gimana kelanjutan ceritanya...


Ikuti saja ceritanya di Maafkan Aku, Istriku...


Jangan lupa memberi like , komen dan vote nya ya.

__ADS_1


Mampir juga di karyaku yang lain dengan judul Perjalanan Cinta Nathanael.


Terimakasih.


__ADS_2