
Hari Sabtu pagi Adi sedang bersantai bersama istrinya dan si cantik Zane. Batita mungil itu bergelayut manja pada papa Adi. Yah begitulah Zane kalau papa Adi tidak bekerja waktunya lebih banyak dihabiskan untuk si kecil Zane. Tentu saja tidak lupa menemani istri tercintanya, Shasha.
Sejak kehamilan yang kedua ini Zane seperti terabaikan. Adi lebih banyak memenuhi keinginan ibu hamil itu. Seperti pagi ini Adi menyempatkan bercanda dengan si cantik Zane. Tidak berapa lama Shasha duduk di sebelah suaminya.
Adi menyadari bila istrinya sudah duduk di dekat nya pasti ada sesuatu yang diinginkannya.
" Mas " Shasha tersenyum manja.
Ups, apa yang akan diminta oleh ibu Zane ini ya, gumam Adi. Suami Shasha ini tersenyum samar sambil memangku si cantik Zane.
" Ada apa sayang " Adi mengusap lembut pipi istrinya dengan punggung tangannya.
Membuat batita dalam pangkuannya tergelak senang sambil bertepuk tangan.
Shasha melihat ke arah suaminya.
" Sudah lama kita tidak ke rumah papa " kata Shasha pelan.
Sejenak Adi berpikir dan menatap istrinya.
" Baiklah kita ke rumah papa maunya sayang kapan " tanya Adi.
" Sekarang ya mas " harap Shasha.
Adi mengangguk membuat wanita di sampingnya mengembangkan senyumnya.
" Terimakasih mas " sahut Shasha sesudahnya.
" Tidak perlu berterima kasih begitu mas juga ingin bertemu papa karena sudah lama kita tidak sana " Adi mengecup singkat bibir istrinya.
" Okey, cantik kita bersiap ke rumah opa " Adi mengangkat si cantik Zane dan menggandeng istrinya untuk pamit pada ibu Rina.
__ADS_1
Kini sepasang suami-istri itu sudah berada di mobil. Zane duduk di pangkuan mamanya sementara Adi di balik kemudi. Adi menjalankan mobilnya keluar dari rumahnya. Jarak rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah mertuanya tapi Adi memilih menggunakan mobil.
Tidak butuh waktu lama sepasang suami-istri itu sudah sampai di rumah papa Sam. Adi menghentikan mobilnya di halaman depan rumah mertuanya. Adi turun lebih dulu lalu memutari mobilnya. Adi membuka pintu lalu meraih si cantik Zane. Kemudian membantu istrinya keluar dari mobil. Keduanya masuk ke rumah dengan si cantik Zane dalam pangkuan papanya.
Setelah mengucap salam Shasha menemui orangtuanya. Ternyata mama Santi dan papa Sam ada di ruang keluarga. Mama Santi yang lebih dulu menyambut putri kesayangannya itu. Mama Santi memeluk Shasha erat seperti tidak bertemu beberapa tahun saja.
" Ih, mama lebay " sahut Shasha manyun.
" Biarin mama kangen banget sama kamu sayang " jawab mama Santi.
Shasha tersenyum gemas melihat sikap mamanya. Lalu Shasha beralih merangkul papa Sam. Di sana ada Andrew dan Feli istrinya juga si kecil Delon. Shasha juga merangkul sepupunya itu dan istrinya serta menoel pipi Delon.
Shasha, Adi serta si cantik Zane ikut bergabung bersama keluarganya. Beberapa saat datanglah Eli yang langsung menuju ruang keluarga. Eli hanya sendirian menemui papa Sam dan mama Santi. Andrew yang melihat adiknya hanya datang sendiri bertanya pada Eli.
" Kenapa sendirian dek mana kekasihmu ? " Andrew mengeryit heran.
" Ah, kakak dia sibuk kak " sahut Eli lalu duduk di sebelah Andrew.
Andrew menatap lekat pada adiknya.
Meski lelaki yang menjadi kekasih adiknya itu temannya tapi sejauh ini belum terlihat kemajuan dari hubungan adik dan temannya itu. Sehingga membuat Andrew bertanya pada adiknya. Andrew yakin temannya itu tidak akan mempermainkan adiknya. Tapi sejak resmi bertunangan dengan adiknya tidak ada kabar dari lelaki itu.
" Ya serius lah kak mungkin saat ini dia sedang sibuk saja " bela Eli.
Adi yang mendengar hanya diam saja ia juga mempertanyakan hubungan Eli dan kekasihnya. Terakhir bertemu dengan kekasih Eli saat di resepsi pernikahan sahabatnya, Daniel. Adi memandang Shasha dan menggenggam tangan istrinya.
" Ah, sudah-sudah kita sedang gembira berkumpul bersama. Jarang sekali lho kita berkumpul semuanya di sini seperti ini, iya kan pa " mama Santi menoleh ke arah papa Sam.
" Iya, yang dibilang mama benar lebih baik kita menikmati kebersamaan yang jarang kita temui ini. Kita berpikir positif saja mungkin nak Xander memang sibuk " timpal papa Sam.
Andrew tidak lagi mempersoalkan ketidakhadiran kekasih dari adiknya itu. Semua keluarga berkumpul bersama, bergembira bersama.
__ADS_1
Hingga makan siang mereka berkumpul di meja makan. Selesai makan siang mereka masih berada di ruang makan.
" Papa senang kalian bisa berkumpul bersama seperti sekarang ini. Papa juga senang Andrew mau tinggal di sini " kata papa Sam seusai makan siang.
" Maafkan Shasha ya pa " sesal Shasha karena ia ikut Adi tinggal di rumah nya.
" Tidak apa-apa sayang kau kan dekat papa dan mama kapan saja bisa bertemu dengan mu juga cucu opa yang cantik ini. Sedang dia sangat sulit dibujuk untuk datang apalagi tinggal di sini " tunjuk papa Sam pada Andrew.
" Ah, bukan begitu pa " elak Andrew.
" Iya in saja sih Drew memang benar kan " Shasha ikut nimbrung.
" Yah kakak bukannya belain " sungut Andrew.
" Tuh rasain " ucap lirih Eli.
Andrew melotot ke arah adiknya.
" Lihat pa kak Andrew " seru Eli pada papa Sam.
Semuanya tergelak bersama begitulah keakraban yang terjalin di keluarga papa Sam. Papa Sam dan mama Santi sepakat menyuruh Andrew dan Eli memanggil mereka papa dan mama. Shasha pun tidak keberatan dengan panggilan itu karena keduanya kerabat terdekat yang masih tersisa setelah orang tua Andrew dan Eli meninggal dunia.
Mereka berkumpul bersama di siang itu hingga waktu beranjak untuk istirahat siang. Papa Sam dan mama Santi pergi ke kamarnya. Andrew dan istri serta anaknya di kamar atas menempati kamar Shasha yang lama. Sedang Eli di sebelah kamar Andrew. Sementara Shasha dan Adi juga si cantik Zane menempati kamar di lantai bawah karena Shasha sedang hamil.
*************
Up lagi ya ...
Semoga suka dengan ceritanya.
Yang kangen sama Nathanael langsung saja ke karya ku yang berjudul Perjalanan Cinta Nathanael.
__ADS_1
Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya ...
Terimakasih ... ❤️❤️❤️