Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 122 Surprise # 1


__ADS_3

Minggu sore waktu menjelang malam Adi dan Shasha sudah rapi dan bersiap pergi ke acara makan malam di kafe ss. Adi memangku batita mungil itu, Shasha berjalan di sebelah suaminya dan bu Rina sudah ada di depan hendak masuk ke mobil. Saat hendak masuk ke mobil batita mungil itu merengek memilih ikut neneknya. Adi mendekat ke bu Rina lalu membuka pintu mobil untuk ibunya. Adi memberikan baby Zaneta pada bu Rina. Batita mungil itu tampak senang dan bersorak kegirangan. Setelah itu Adi membuka pintu untuk Shasha kemudian Adi memutari mobil dan duduk di balik kemudi.


Di mobil lain ada Chris yang sudah duduk dibalik kemudi. Sedangkan mbak Tari duduk di kursi penumpang sementara mas Agus membuka pintu gerbang. Setelah itu mobil Adi keluar disusul mobil Chris. Mobil Adi lebih dulu pergi sementara mobil Chris masih di depan rumah. Mas Agus menutup pintu gerbang dan menguncinya. Lalu mas Agus masuk ke mobil dan duduk di dekat mbak Tari. Chris menjalankan mobilnya menuju kafe ss.


Adi lebih dulu sampai di depan kafe ss suasana di sana tidak begitu ramai. Hanya ada kesibukan beberapa orang saja sepertinya orang-orang itu pelayan kafe dilihat dari seragam yang mereka kenakan. Adi memarkirkan mobilnya di halaman kafe. Adi keluar lebih dulu lalu membuka pintu mobil untuk ibunya kemudian untuk istrinya. Adi dan Shasha serta bu Rina yang memangku baby Zaneta masuk ke dalam kafe. Mereka disambut ramah oleh pelayan kafe tak lama kemudian datanglah mama Santi dan papa Sam dari arah yang sama saat Adi datang. Mereka saling berpelukan lalu duduk bersebelahan. Shasha memilih duduk dekat mama Santi karena ada yang ingin ia tanyakan pada mamanya.


Belum sempat Shasha bertanya pada mamanya mobil Chris berhenti di depan kafe bersamaan dengan mobil Daniel. Chris keluar dari mobil lebih dulu diikuti mas Agus dan mbak Tari lalu masuk dan bergabung dengan yang lain. Daniel dan Maria keluar dari mobil lalu berjalan mendekati meja Adi.


" Kau juga datang " tanya Adi pada sahabatnya.


" Ya, tapi aku tidak tahu kalau ada ibu dan mertua mu di sini " sahut Daniel pelan.


" Memang acara apaan sih " tanya Adi bersuara pelan pada Daniel.


Daniel hanya mengedikkan bahunya kemudian melangkah mendekati ibu dan mertua Adi. Daniel menyalami ibu dan mertua Adi lalu kembali duduk di sebelah Maria.


" Makin lengket saja kalian " ucap Adi.


Daniel hanya tersenyum sambil menoleh ke arah Maria. Daniel menggeser tubuhnya berdekatan dengan Maria lalu merangkul bahu Maria. Maria juga menoleh ke arah Daniel sambil tersipu mendapat perhatian dari Daniel yang kini telah resmi menjadi kekasihnya.


Kini Adi sudah bersikap biasa pada Maria karena sebenarnya Maria lah yang memiliki rasa pada Daniel. Dulu Daniel mengalah pada Adi karena tidak ingin merusak persahabatan yang telah lama terjalin.


" Ck, kenapa kalian bermesraan di sini bikin iri saja " Adi berdecak sebal.


Daniel hanya terkekeh pelan.

__ADS_1


Pandangan Daniel dan Adi beralih pada sebuah mobil yang baru datang. Mobil warna putih itu berhenti tepat di depan di mana Adi duduk saat ini. Adi berusaha mengingat pemilik mobil yang berhenti di depan nya itu. Adi menggeleng pelan karena merasa tidak mengingat pemilik mobil warna putih itu.


Sementara Daniel sudah bisa menebak siapa orang yang ada dalam mobil itu. Saat pandangan kedua sahabat itu tertuju pada pintu mobil bagian penumpang yang sudah terbuka dari dalam. Terdengar keseruan di meja para orang tua. Mama Santi angkat bicara ketika ada seseorang yang akan keluar dari mobil yang baru datang. Semua pandangan tertuju pada mertua Adi.


" Sayang tengoklah di depan sana siapa yang datang " kata mama Santi pada Shasha.


Shasha mengikuti arah yang ditunjuk oleh mamanya. Seorang lelaki seumuran Adi keluar dari mobil warna putih. Setelah keluar lelaki itu berdiri dan mengulurkan tangannya pada seorang wanita yang tengah hamil besar. Si lelaki membimbing si wanita datang mendekat ke arah meja mama Santi dan papa Sam.


" Sayang masih ingat tidak dengan ... " kata mama Santi tak melanjutkan ucapannya.


" Andrew " seru Shasha.


" Ya sayang dia sepupumu Andrew dan istrinya " kata mama Santi.


" Surprise sayang " mama Santi tersenyum menanggapi kekesalan Shasha.


" Jadi ini yang mama bilang rahasia itu ' mama Santi mengangguk.


Andrew dan istrinya sudah berdiri di depan Shasha.


" Sepupu gimana kejutannya suka kan " kata Andrew.


" Malas ketemu sama kamu " Shasha menahan senyumnya.


" Yah, kakak nggak seru dong jadinya " sungut Andrew.

__ADS_1


Shasha tersenyum lebar sambil merentangkan tangannya.


" Bercanda " seru Shasha merangkul Andrew yang tubuhnya lebih tinggi dari dirinya.


Setelah melepas rangkulan nya pada Andrew pandangan Shasha beralih ke wanita hamil di sebelah Andrew.


Andrew merangkul pinggang wanita itu lalu mengenalkan pada sepupunya.


" Ini Felicia, istriku " kata Andrew.


" Hai kak kenalkan aku Felicia " sapa ramah wanita bernama Felicia itu.


Shasha menyambut tangan istri sepupunya itu lalu mengenalkan diri pada istri sepupunya itu. Shasha merangkul Felicia lalu menuntun istri sepupunya itu duduk.


Shasha hendak memanggil suaminya tapi Adi lebih dulu mendekat ke arah istrinya. Lalu Shasha mengenalkan Adi pada sepupunya.


Selesai acara perkenalan nya mama Santi duduk kembali di samping Felicia. Sementara Andrew berbincang dengan sepupunya dan Adi. Kemudian papa Sam bangkit berdiri hendak menyampaikan sesuatu.


***********


Maaf baru bisa up...🙏🙏


Jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya...


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2