
Daniel Rahardian Saputra namanya, lelaki keturunan cina. Sahabat Adi juga Maria, mereka bersahabat sejak SMA. Semua berjalan normal hingga suatu ketika Adi bercerita tentang perasaannya ke Maria pada Daniel.
Daniel pun kecewa karena ia juga suka pada orang yang sama. Tak ingin merusak persahabatan Daniel mengalah untuk kebahagiaan Adi. Maria juga memiliki perasaan yang sama dengan Adi. Keduanya menjalin hubungan hingga hampir saja menikah.
Tapi waktu berkata lain, Adi dijodohkan oleh anak sahabat ibunya. Maria menghilang tepat sebulan sebelum Adi dan Shasha menikah. Nasib Daniel tak seberuntung Adi. Sahabatnya itu dicintai dua wanita, sementara dia dihatinya hanya ada satu nama Maria. Walau tak sedikit yang suka padanya ia tak beralih perasaan ke wanita lain.
Lalu Adi masih tetap dengan sifatnya, tebar pesona dengan wanita entah kenal atau tidak. Sampai ia sudah ada istri pun tetap tak berubah. Ia menganggap wanita diluar sana selingan saja kecuali satu, Maria.
Pesona apa yang dipancarkan gadis berlesung pipit itu hingga membuat Adi tak mampu menahan hatinya bila didekatnya. Cintanya yang besar pada Maria tak mengubah dirinya meski kini statusnya suami dari Shasha.
Perasaannya pada Shasha tak ubahnya kakak yang melindungi adiknya. Ia akan tetap melindungi Shasha sampai kapanpun, itu janjinya pada mama Shasha sebelum mereka menikah. Ia tetap menjalankan kewajibannya sebagai suaminya Shasha.
Sejak bertemu Maria beberapa waktu lalu , Adi begitu semangat dalam menjalani hidup. Tentang keinginannya hampir terlupakan saat bersama gadis berlesung pipit itu.
Seperti sore itu Adi bertemu lagi dengan Maria, entah kebetulan atau sudah janjian keduanya tampak akrab sekali. Tak sekedar pertemuan biasa. Masih ada rasa yang kuat di hati Adi untuk kembali bersama Maria.
Keduanya menuju cafe sebelah kantor Adi. Duduk berdampingan lalu Adi memesan makanan.
Lelaki itu menatap gadis di sebelahnya sedang asyik menikmati makanannya. Kesadarannya membuat ia berhenti dari aktifitas makannya. Balik memandang lelaki di sebelahnya.
"Ada apa"
"Ehm...ga ada" lelaki itu mengalihkan pandangannya ke tempat lain. Lalu kembali menatap gadis di sampingnya. Lelaki itu meraih tangan gadisnya mencium punggung tangannya.
"Menikahlah denganku" kata Adi pada gadis berlesung pipit itu.
Gadis itu yang tak lain adalah Maria kaget akan ucapan Adi. Tapi sedetik kemudian tertawa lepas.
"Kau bercanda" katanya setelah berhenti dari tawanya.
__ADS_1
Lelaki itu tersenyum tipis. Berpikir sebentar beralih pandangannya ke depan. Terdiam dalam lamunannya menepis keraguan di dirinya, mana yang harus ia pilih cintanya atau istrinya.
Sementara Maria tahu lelaki di sebelahnya tidak sedang bercanda. Walau cintanya amat besar pada lelaki itu tapi ia tak bisa menerima tawarannya. Ada hati yang terluka karenanya.
"Yo..." panggilnya mengelus pipi lelaki itu dengan punggung tangannya. Panggilan sayang dari Maria pada Adi.
"Yo sayang..." lelaki itu menoleh.
"Marah ya" katanya lagi. Lelaki yang di panggil Yo oleh Maria menggeleng pelan.
" Kenapa kau ingin menikah denganku" kata Maria menatap lelaki disebelahnya.
"Aku ingin kau jadi ibu dari anak-anakku" kata Adi.
" Minta saja pada istrimu" kata Maria.
Adi menghela nafas pelan menghilangkan sesak di dadanya.
" Aku ingin anak darimu" kata Adi menatap Maria. Sementara Maria menunduk sendu.
Adi memegang dagu gadis di depannya menatap mata gadis itu. Gadis itu balas menatap Adi melihat keseriusan di sana. Maria cepat tersadar lalu berbalik menoleh ke arah lain.
" Aku tidak bisa" sahut Maria.
" Ada yang tersakiti karena ku" kata Maria.
" Aku bisa menjelaskannya nanti" kata Adi.
" Aku tidak mau" kata Maria.
__ADS_1
" Kenapa kau tidak mencintaiku" kata Adi.
" Bukan begitu" Maria menggigit bibirnya ada nyeri di dadanya. Ada sesuatu yang tidak bisa ia ungkapkan.
Adi masih menatap gadis yang dicintainya. Menanti gadis itu untuk mengiyakan keinginannya.
" Aku harus pulang" kata Maria beranjak pergi. Adi tampak kecewa pada Maria tapi ia mencoba tetap sabar. Mungkin lain kali ia akan meminta Maria menerima tawarannya.
" Aku antar pulang" kata Adi sambil menelpon seseorang untuk datang ke cafe.
" Tidak usah aku bisa sendiri." kata Maria. "Aku ada janji dengan seseorang." kata Maria lagi.
" Siapa?" tanya Adi mengerutkan alisnya.
" Ada deh" kata Maria tersenyum." Sudah sana pulang mobilmu sudah datang tuh" tunjuk Maria pada pak Slamet yang baru tiba di depan cafe.
"Kau mengusirku" Maria menggelengkan kepalanya. Menggandeng tangan Adi keluar dari cafe menuju mobil.
Adi menurut saja setelah membayar makanan Adi berjalan bergandengan dengan Maria.
Maria membuka pintu mobil dan menyuruh Adi masuk ke mobil.
" Bener nggak mau diantar" kata Adi.
"Iya..." seru Maria menyakinkan.
Akhirnya Adi masuk ke mobilnya lalu mobil pun melaju meninggalkan cafe.
Setelah Adi pergi Maria mengambil ponselnya dari dalam tasnya.
__ADS_1
Mengetik sebuah pesan ke nomor yang dituju, dan memasukan ponselnya ke dalam tas lagi. Lalu beranjak pergi ke halte bus.