
Mobil berwarna silver itu melaju di jalan raya siang menjelang sore hari. Seorang lelaki tampan berkacamata hitam duduk tenang dibalik kemudi mobil itu. Mobil itu mulai melambat saat di depannya ada lampu menyala merah tanda semua pengendara menghentikan laju motor atau mobilnya.
Lelaki tampan itu mengalihkan pandangannya ke samping. Dia melihat seseorang duduk di halte bus itu. Wanita itu kenapa duduk di sana apa yang dikerjakannya. Wajahnya seperti tidak asing baginya tapi sedikit pucat.
Lampu telah berubah hijau dan suara bising di belakangnya memaksa lelaki itu melajukan mobilnya kembali. Beberapa saat kemudian dia menepikan mobilnya dan keluar dari mobil. Melangkah perlahan mendekati halte bus tempat wanita tadi duduk.
Lelaki itu lalu duduk di sebelah wanita yang duduk termenung sendirian.
" Maria..." lelaki itu menyapa wanita tadi.
Wanita itu menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Wanita itu terkejut lalu sedetik kemudian tersenyum menampilkan lesung pipitnya di pipi kiri kanannya. Beberapa waktu tidak bertemu wanita di sebelahnya ini kelihatan agak kurusan.
Ada kerinduan terpendam yang tak mampu lelaki itu ungkapkan. Lelaki itu menatap iba pada wanita berlesung pipit itu.
" Daniel " sapa wanita itu pelan.
Ya lelaki itu Daniel, sahabat Adi sepupu dari Nathanael. Beberapa waktu lalu usahanya mengalami kesulitan. Tapi berkat sahabat dan sepupunya usahanya kini berangsur membaik bahkan sekarang dia bisa menyisihkan uangnya untuk membeli mobil. Meski bukan mobil baru tapi cukuplah untuknya berlindung dari panas dan hujan.
" Apa kabarmu " kata wanita itu pelan hampir tak terdengar.
" Aku baik " sahut Daniel masih menatap wanita itu. " Kamu sendiri " wanita itu menggeleng lemah.
__ADS_1
Apa yang terjadi Maria. Kamu sakit lagi, Daniel menelisik wanita disampingnya. Dan pandangannya jatuh pada tangan sebelah kiri yang masih ada sisa darah bekas infus. Sepertinya dicopot paksa dan dibungkus dengan saputangan.
Dengan sedikit paksaan akhirnya Daniel membawa Maria ke mobilnya. Daniel melajukan mobilnya hendak menuju rumah sakit terdekat tapi Maria menolak. Akhirnya Daniel membawa Maria ke rumah kontrakannya.
Daniel menuntun Maria ke sofa dan berbicara padanya. Lalu meninggalkan Maria sendirian di sofa ruang tamu. Daniel melangkah ke dapur untuk mencari sesuatu yang bisa ia olah untuk dijadikan makanan. Beberapa menit berkutat di dapur akhirnya masakan alakadarnya sudah matang. Daniel membawa makanan itu ke sofa lalu menyuruh Maria untuk makan.
Wanita itu menggelengkan kepalanya lalu Daniel mengambil makanan itu dan menyuapkan pada Maria. Semula Maria menolak tapi bujukan dari Daniel akhirnya makanan itu telah beralih ke perut Maria. Setelah itu Daniel memberikan air minum lalu Maria meneguknya. Daniel membawa piring dan gelas bekas makan tadi menaruhnya di wastafel. Daniel melangkah ke sofa lalu duduk di sebelah Maria.
" Kamu bisa memakai kamarku untuk istirahat. Tidak perlu sungkan aku akan istirahat di sini " kata Daniel lalu Maria mengangguk.
Maria bangkit berdiri dibantu oleh Daniel yang membawanya ke kamar. Maria merebahkan tubuhnya di ranjang lalu Daniel menyelimuti tubuh Maria. Daniel menatap mata indah itu mulai meredup dan tertidur. Daniel masih memandang wajah pucat wanita yang terbaring di ranjangnya lalu ia berbalik dan keluar dari kamarnya. Daniel melangkah menuju sofa dan menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.
Dilihatnya kamarnya kosong lalu ia keluar dari kamar dan saat melewati kamar mandi terdengar bunyi gemericik air. Daniel menghela nafas lega lalu ia mengetuk pintu kamar mandi. Sesaat kemudian keluarlah Maria masih dengan baju yang tadi ia kenakan.
Maria sudah lebih segar setelah istirahat meski masih agak pucat. Lalu Maria duduk di sofa diikuti Daniel dibelakangnya.
" Terimakasih " kata Maria. Daniel tersenyum.
" Kau bisa cerita padaku kita kan teman " kata Daniel. Lalu Maria mulai bercerita.
" Bibi menjual rumahnya dan pulang ke kampung suaminya. Dan aku tidak diijinkan ikut lalu aku hendak pergi ke tempat sepupuku tapi ditengah jalan aku kecopetan dan saat hendak mengejar copet itu aku terserempet motor pencopet. Aku dibawa warga ke rumah sakit karena aku sempat pingsan. Saat sadar aku tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit lalu aku kabur " kata Maria mengakhiri ceritanya.
__ADS_1
" Sudahlah tidak perlu dipikirkan untuk sementara tinggallah di sini " kata Daniel.
" Maaf merepotkan mu " kata Maria.
" Tenang saja sebentar aku tinggal dulu " Daniel bangkit keluar dari rumah kontrakannya.
Daniel pergi ke pemilik kontrakan dan mengatakan bahwa ada saudara perempuannya menginap di tempatnya. Hal ini untuk menghindari fitnah meski kenyataannya Maria bukan saudaranya. Iya nggak...wah pintar sekali si Daniel.
Setelah dari rumah pemilik kontrakan Daniel masuk ke mobilnya menuju mall terdekat dan membeli perlengkapan untuk Maria. Setelah itu ia membeli beberapa kebutuhan dapur yang diperlukan. Dirasa semua sudah dibeli Daniel pulang ke rumah kontrakannya.
***************
Okey, author akan sedikit mengulur waktu untuk memberikan kesempatan pada Daniel sahabat Adi yang terlupakan ini....
Mau lanjut ikuti terus di Maafkan Aku, Istriku....
Terimakasih.....
Visual Maria
__ADS_1