Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 40 Adi Dan Nathanael


__ADS_3

Nathanael melajukan mobilnya menuju kontrakan sepupunya Daniel. Mobil melaju dengan kecepatan sedang di jalan raya pagi menjelang siang itu. Setelah memarkirkan mobilnya Nathanael masuk ke dalam rumah kontrakan Sepupunya.


Pada saat itu Adi baru saja keluar dari kamar mandinya Daniel. Karena semalam Adi menginap di rumah kontrakan sahabatnya itu. Sementara Daniel sedang di dapur membuat kopi.


Nathanael yang baru masuk terkejut melihat Adi berada di tempat sepupunya. Begitu juga Adi nampak terkejut bercampur marah melihat Nathanael. Seketika kekesalannya muncul pada laki-laki yang baru datang itu. Apalagi terakhir kali Shasha pergi bersama laki-laki ini. Mungkin kalau siang itu istrinya tidak pergi dengan laki-laki di depannya ini Shasha masih ada bersamanya, pikir Adi. Dan yang ada dipikiran Adi sekarang adalah Nathanael lah yang menyembunyikan istrinya.


Tanpa diduga oleh Nathanael tiba-tiba Adi mendekat ke arahnya mendaratkan kepalan tangannya di wajah Nathanael. Karena tidak ada persiapan tubuh Nathanael terhuyung ke belakang dan hampir jatuh. Lalu Adi menarik baju bagian atas Nathanael mencengkeramnya kuat.


" Kau sembunyikan Shasha dimana hah ?" seru Adi diliputi kemarahan.


Nathanael masih tetap tenang dan tersenyum tipis sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Sikap Nathanael yang seperti itu membuat Adi bertambah kesal dan marah seolah mengejek Adi. Adi mencengkeram lebih kuat dan hendak melayangkan pukulan berikutnya.


" Hai apa-apaan kamu ini pagi-pagi sudah bikin keributan " seru Daniel mendekat ke arah Adi dan Nathanael.


Lalu Daniel menarik lengan Adi agar menjauh dari Nathanael dan mengajaknya duduk di sofa. Sementara Nathanael mengabaikannya, dia melangkah mencari kotak obat lalu duduk di kursi dekat dapur dan membersihkan lukanya.


Nathanael melihat sepupunya melangkah ke dapur dan mengambil dua gelas kopi yang belum sempat diminum lalu berjalan menuju sofa. Memberikan satu gelas kepada Adi yang satu lagi untuk dirinya sendiri. Adi menerimanya lalu meminum isinya.


" Sudahlah tenangkan dirimu mungkin saat ini Shasha ingin sendiri. Yang sabar suatu hari nanti ia akan kembali padamu " kata Daniel menepuk bahu Adi.


Adi menoleh sekilas ke arah Daniel lalu beralih ke Nathanael.

__ADS_1


" Apa dia lupa kalau Shasha sudah punya suami atau pura-pura lupa " seru Adi masih kesal dengan sepupu sahabatnya itu.


Kemarahannya belum hilang terhadap sepupunya Daniel itu.


" Dan kau sendiri " Daniel balik bertanya pada sahabatnya.


" Apa " Adi mengerutkan dahinya.


" Kau lupa apa yang sedang kau lakukan pada Shasha sehingga dia memilih pergi darimu " kata Daniel melirik Adi.


Adi terdiam mendengar kata-kata Daniel yang tertuju padanya. Ya harusnya kata-kata itu ditujukan untuk dirinya. Dia seolah lupa kalau sudah punya istri dan pergi dengan wanita lain. Bagaimana perasaan Shasha saat mendapati suaminya pergi dengan wanita lain. Itulah yang Adi kini rasakan saat melihat Shasha pergi dengan Nathanael.


" Jangan menyalahkan orang lain untuk membenarkan diri sendiri " kata Daniel kemudian.


Daniel meninggalkan Adi di ruang tamu lalu masuk ke kamar mandi.


Sementara Adi memilih pulang ke rumahnya. Adi mengambil kunci mobilnya lalu bangkit menuju mobilnya. Adi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya. Siang yang panas tanpa awan di langit seperti panasnya hatinya saat ini. Ketika bayangan Shasha dan Nathanael silih berganti hadir di pikirannya. Saat ini api cemburu menguasai hati dan pikirannya. Dan Adi pun mulai menyadari bahwa ia mulai mencintai Shasha istrinya.


Adi mulai mencerna kata-kata sahabatnya itu. Ternyata kehilangan Shasha kali ini membuatnya sadar akan kehadiran Shasha di sisinya. Takut kehilangan Shasha itu yang Adi rasakan saat ini.


Sementara di kontrakan Daniel setelah Adi pergi Daniel mendekati Nathanael. Saat itu Nathanael telah selesai mengobati lukanya dan sedang membuat kopi di dapur. Lalu duduk menikmati kopi buatannya, Daniel menarik kursi duduk di sebelah Nathanael. Daniel menikmati sisa kopi di gelasnya sambil melirik sepupunya.

__ADS_1


" Shasha pulang nanti sore ke rumah orangtuanya " kata Nathanael memberitahu.


" Kau yang mengantarnya " kata Daniel menoleh ke arah sepupunya.


Nathanael mengangguk.


" Baiklah, aku mau siap-siap bekerja " kata Daniel.


" Bukannya libur " kata Nathanael heran.


" Papa meneleponku untuk membantu usahanya ya aku terima " sahut Daniel bangkit dari duduknya.


Daniel menyadari sejak perpisahan kedua orangtuanya hubungan dia dan papanya sedikit renggang. Apa pun alasannya dia tidak rela kedua orangtuanya berpisah. Tapi lambat laun Daniel bisa menerimanya dan memaafkan papanya. Sekarang dia belajar menekuni usaha papanya di hari libur kantor yakni sabtu dan minggu. Karena usaha papanya tak terikat waktu kerja atau libur kantor. Usahanya di bidang transportasi.


Nathanael menatap punggung sepupunya yang menghilang di balik pintu kamar mandi. Lalu ia melangkah ke sofa merebahkan tubuhnya menahan lelah dan kantuk sepulang dari rumah sakit. Nathanael hanya tidur beberapa jam saja di rumah sakit karena harus menghalau nyamuk yang hinggap di tubuhnya. Sepertinya nyamuk- nyamuk itu enggan pergi dari tubuhnya yang putih bersih itu. Membuat ia sekarang mengantuk dan secepatnya ingin tidur. Tak berapa lama akhirnya Nathanael pun telah lelap terbuai mimpi.


***************


Ikuti kelanjutannya di Maafkan Aku, Istriku...


Jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2