
Adi telah siap dengan pakaian kerjanya dan bergegas menghampiri istrinya. Shasha sedang menggendong baby Zaneta yang sudah mandi.
" Mas tungguin baby Zane sebentar ya " Shasha meletakkan baby Zane di ranjang.
" Mau kemana sayang " Adi mendekat.
" Bikin sufor " Shasha beranjak bangun.
" Biar mas saja " Adi menahan bahu Shasha dan menyuruh nya duduk.
" Nanti mas terlambat " Adi ikutan duduk.
" Mas ijin hari ini " Shasha menatap suaminya.
Adi beranjak keluar kamar menuju dapur setelah itu kembali membawa sufor lalu diberikan pada baby Zane.
" Hei cantiknya papa lapar ya " sambil menggendong baby Zane.
" Hah, lihat sayang kenapa wajahnya mirip denganmu kenapa nggak ada yang mirip aku " seru Adi.
Bayi mungil itu hanya tertawa menanggapi ucapan Adi. Sementara Shasha duduk di sebelah Adi sambil melihat bayi mungilnya. Memang benar wajah baby Zaneta mirip dengannya hanya hidungnya yang bangir mirip Adi.
Adi masih berbicara dengan baby Zaneta meski bayi mungil itu hanya tertawa saja.
" Mas ... " Shasha menyela.
" Ada apa sayang " Adi masih asyik dengan baby Zaneta.
" Apa ini soal tuntutan pada wanita itu " tanya Shasha.
Sebelumnya saat tadi malam ketika Chris hendak bicara sesuatu yang penting Shasha bergegas ke kamar. Tapi ia penasaran dengan apa yang akan dibicarakan iparnya itu pada suaminya. Kemudian Shasha mendengarkan dari balik pintu. Sampai akhirnya suaminya masuk ke kamar Shasha secepatnya naik ke ranjang dan tidur.
Adi menoleh ke arah istrinya lalu menaruh baby Zaneta yang tertidur dalam gendongannya ke ranjang. Adi merengkuh istrinya dan mengecup kening istrinya. Shasha masih menatap suaminya meminta jawaban.
" Iya sayang " sahut Adi pelan.
" Tapi mas kalau boleh aku kasih pendapat ... em boleh ya mas " Shasha memegang tangan Adi dan menggenggamnya.
" Apa " Adi menatap istrinya.
" Biarkan wanita itu bebas " Adi terkejut.
" Sayang " Adi seakan tak percaya mendengar ucapan istrinya.
__ADS_1
" Mas ... wanita itu pasti punya keluarga kasihan keluarganya. Aku tidak tahu apa motif wanita itu melakukannya tapi lihatlah aku baik-baik saja kan " Shasha tersenyum meyakinkan suaminya.
" Sayang tapi ... " Shasha menggeleng pelan.
" Sudahlah mas biarkan masalah ini sampai di sini saja, ayo sarapan " ajak Shasha menggandeng tangan Adi.
Adi menurut mengikuti langkah istrinya menuju meja makan. Menatap istrinya dengan perasaan tak menentu.
Sayang kenapa kau baik sekali kau tidak tahu siapa dia sebenarnya. Tapi masih memikirkan keluarganya kalau kamu tahu wanita yang mendorongmu adalah wanita yang sama saat kamu temui di mall bersama anaknya waktu itu apa kau masih baik pada wanita itu, gumam Adi.
Sepasang suami istri itu sedikit terlambat untuk sarapan pagi. Chris sudah sarapan dan lebih dulu berangkat sementara bu Rina selesai sarapan masih duduk menanti anak dan menantunya di meja makan.
Selesai sarapan Adi pamit pada ibunya dan melangkah ke depan bersama istrinya. Adi mencium kening istrinya sebelum berangkat kerja. Adi masuk ke mobil lalu melajukan mobilnya keluar dari rumahnya.
Sampai di perusahaan Nusa grup Adi langsung menuju ruangan presdir Ricko.
" Pagi Rena " sapa ramah Adi saat melewati meja sekretaris cantik itu.
Melampirkan senyum manis khas Adi membuat sekretaris Ricko itu terpana sesaat lalu membalas sapaan Adi.
" Selamat pagi pak Adi " sekretaris cantik itu sedikit membungkuk.
Adi melangkah masuk ke ruangan presdir di sana Ricko sedang memeriksa berkas-berkas yang hendak ia tandatangani. Ricko mendongak melihat siapa yang datang.
" Ada apa " sahut Ricko tenang.
" Ada masalah " Ricko duduk di sebelah Adi.
" Istriku meminta menghentikan kasus Kinanti " menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa.
" Dari mana istrimu tahu " Ricko mengambil sebatang rokok dan menyalakan pemantik api.
" Mungkin dia mendengar saat aku bicara dengan sepupuku tadi malam " Adi memejamkan matanya.
" Istrimu memang baik sekali ' sahut Ricko.
" Karena dia tidak tahu kalau wanita itu Kinanti " keluh Adi.
" Dan kau ragu untuk memenjarakan nya kan " Ricko mengisap batang nikotin itu.
" Aku hanya tidak tega saja " sahut Adi.
Ricko tertawa.
__ADS_1
" Kinanti atau anaknya " Ricko mematikan batang nikotin di tangannya.
" Anaknya " sahut Adi pelan.
Ricko tertawa lagi.
" Itu artinya kau masih ada rasa pada Kinanti " jelas Ricko.
" Aku sudah punya istri dan anak kalau kamu tahu " seru Adi.
" Apa kau mencintai istrimu " tanya Ricko.
Adi diam mematung. Selama ini dia berusaha menjauh dari Kinanti dan berusaha untuk mencintai istrinya. Tapi bayangan cinta pertamanya belum hilang sepenuhnya dari hatinya.
Adi menoleh ke arah Ricko yang menatapnya meminta jawaban.
" Aku mencintai istriku " jawab Adi pelan.
" Lalu Kinanti " Ricko masih menatap Adi.
Ya karena Ricko mengenal Kinanti sebagai karyawan di perusahaan nya dan mendengar cerita dari karyawan lainnya tentang hubungan Adi dan Kinanti.
" Dia cinta pertama ku " jawab Adi lirih.
" Pikirkan perasaan istrimu dan rumahtangga kalian " Ricko menepuk bahu Adi.
Ricko duduk kembali di kursi kebesarannya dan memeriksa berkas yang belum ditandatangani. Ricko melirik Adi yang masih duduk bersandar sambil memejamkan matanya.
Ck, Ricko berdecak pelan dan menggelengkan kepalanya. Adi menegakkan tubuhnya dan menoleh ke meja presdir.
" Aku ijin hari ini " Adi bangkit.
" Hei, mau kemana kau " teriak Ricko.
" Ada urusan " Adi melangkah keluar dari ruangan presdir.
Ricko menghela nafas pelan melihat tingkah Adi lalu kembali dengan berkas yang ada di mejanya.
**************
Maaf baru bisa up ....
Semoga masih ada yang setia menunggu kelanjutan kisah Maafkan Aku, Istriku...
__ADS_1
Maaf sekali lagi karena kesibukan di dunia nyata yang tidak bisa ditinggal...🙏🙏🙏
Terimakasih...