
Hari yang dinantikan oleh Daniel dan Maria pun tiba. Hari ini di awal bulan desember Daniel dan Maria menikah. Selesai pemberkatan nikah di gereja resmilah Daniel dan Maria menjadi sepasang suami-istri. Malam harinya diadakan resepsi sederhana di kafe milik sepupunya. Hanya orang-orang terdekat dan teman Daniel sewaktu di SMA dan kuliah yang diundang.
Diantara tamu yang hadir ada ibu Ratih yang memberi selamat kepada kedua mempelai.
" Selamat ya nak maafkan bibi yang tidak datang tadi pagi " sesal ibu Ratih.
" Iya tidak apa-apa, bibi bisa datang malam ini saja aku sudah senang " sahut Daniel pada ibu Ratih yang belakangan hari ia ketahui mama dari sepupunya.
" Bibi mesti jaga kesehatan agar bisa menyaksikan pernikahan Xander dan Eli " kata Daniel lagi.
" Iya nak sudah ya bibi mau menemui Xander dulu " ibu Ratih memeluk kedua mempelai sambil menangis haru.
" Bibi jangan menangis aku tidak apa-apa sungguh " Daniel mengerti apa yang dipikirkan ibu Ratih.
Ibu Ratih memikirkan dirinya yang menikah tanpa dihadiri oleh orangtuanya dan orang tua Maria. Sementara ibu Ratih sendiri saat ini sedang menghadapi masalah yang rumit. Dan hal itu membuat kesehatan nya sedikit menurun.
" Jaga istrimu cintai dan sayangi dia jangan kecewakan dia ya nak " kata ibu Ratih.
" Iya bibi tidak usah khawatirkan hal itu " sahut Daniel.
Setelah berbincang sebentar dan memberi nasihat pada kedua mempelai ibu Ratih menghampiri Xander dan Eli.
Kemudian dilanjutkan dengan teman-teman Daniel lainnya yang memberi ucapan selamat pada Daniel dan Maria. Salah satunya adalah Zaka teman semasa SMA dan kakak tingkat semasa ia kuliah dulu. Karena selepas SMA Daniel memilih bekerja dulu selama setahun baru melanjutkan pendidikannya di tahun berikutnya.
Di belakang Zaka ada sahabatnya Adi dan Shasha yang memberi ucapan selamat kepada kedua mempelai. Setelah mengucapkan selamat pada sahabatnya dan Maria, Adi membisikkan sesuatu pada Daniel.
" Simpan tenaga mu buat nanti malam " Adi berbisik sambil menepuk pundak sahabatnya.
" Dasar sahabat nggak ada akhlak " bisik Daniel sebal.
Adi tertawa menanggapi ucapan sahabatnya.
" Nanti aku bantu tutorial nya " bisik Adi lagi.
" Aku bisa cari sendiri sudah sana kelamaan lihat kamu jadi enek " usir Daniel pelan.
Adi masih tertawa dan berlalu sambil merangkul pinggang istrinya.
Di belakang Adi ada pasangan yang baru saja bertunangan, Nathanael dan Eli. Nathanael menatap tak berkedip wanita di samping Adi. Shasha kelihatan cantik malam ini tapi sedikit pucat. Itu tertangkap lewat manik hitamnya membuat Nathanael mengeryit heran. Ada apa dengan Shasha kenapa pucat sekali, gumam Nathanael. Semua itu tak lepas dari pandangan Eli, membuat gadis disampingnya itu cemberut. Nathanael menyadari itu lalu beralih pada Eli.
" Ada apa El " tanya Nathanael pelan.
" Ish, pakai tanya lagi " sahut Eli kesal.
__ADS_1
" Sudah jangan marah ini hari bahagia Daniel " kata Nathanael merangkul pinggang Eli dan tersenyum hangat pada kekasihnya.
Eli menjadi luluh dengan melihat senyum kekasihnya dan kekesalannya seketika lenyap begitu saja.
Setelah memberi selamat pada sepupunya dan istrinya Nathanael menghampiri ibu Ratih.
Masih di tempat yang sama Adi mengajak istrinya untuk mengambil hidangan yang tersaji di meja. Adi menyuruh istrinya duduk sedang ia hendak mengambil makanan tapi dicegah oleh Shasha.
" Sayang tunggu di sini mas mau ambil makanan untuk mu " Shasha menggeleng.
" Tidak mas " sahut Shasha pelan.
" Sayang belum makan dari siang kan " kata Adi cemas.
Tadi pagi Shasha ingin ikut ke acara pemberkatan di gereja tapi Adi melarang karena istrinya kurang enak badan. Dan sore hari memaksa ikut dan Adi tidak bisa mencegahnya. Dan kini wajah istrinya tampak pucat Adi menjadi khawatir sekali.
" Kita pulang saja ya " Shasha mengangguk.
" Ya sudah sayang di sini dulu aku pamit dulu sama Daniel " Adi menuntun Shasha duduk.
Adi meninggalkan istrinya duduk sendirian dan menghampiri sahabatnya. Setelah berpamitan pada sahabatnya Adi dan Shasha melangkah masuk ke mobilnya. Adi membuka pintu mobil lalu membantu istrinya masuk dan memastikan istrinya duduk nyaman. Adi memutari mobil lalu masuk dan duduk di balik kemudi.
Adi menjalankan mobilnya keluar dari kafe tempat acara resepsi pernikahan sahabatnya. Mobil Adi melaju ke jalan raya dengan kecepatan sedang. Di tengah jalan Shasha berbicara pada suaminya.
" Iya sayang mau makan apa ? " tanya Adi.
" Aku mau jagung bakar seperti waktu itu " harap Shasha.
" Kita cari restoran terdekat ya " Shasha menggeleng.
" Aku maunya jagung bakar " sahut Shasha.
Adi menghela nafasnya lalu mengiyakan keinginan istrinya. Adi menjalankan mobilnya menuju taman kota lalu menepikan mobilnya di sebelah penjual jagung bakar.
Setelah mematikan mesin mobilnya Adi keluar lebih dulu. Lalu membuka pintu dan membantu istrinya keluar dari mobil. Adi menuntun istrinya duduk dan memesan jagung bakar seperti waktu itu. Baru saja Adi ingin bangkit Shasha berkata pelan pada suaminya.
" Mas yang bakar jagungnya ya " pinta Shasha.
Adi menatap istrinya lalu mengangguk pelan. Adi menuruti keinginan istrinya sambil berpikir dan memperhatikan keanehan dari istrinya. Selesai makan jagung bakar keduanya masuk ke mobil.
" Mas " panggil Shasha.
" Iya sayang " jawab Adi.
__ADS_1
" Aku mau soto " Shasha menatap ke arah Adi berharap suaminya itu mengabulkan permintaan nya.
Adi menoleh dan menggenggam tangan istrinya.
" Mau beli di restoran atau di sekitar sini ? " tanya Adi.
Shasha menggeleng.
" Aku maunya yang dekat perumahan kita " sahut Shasha.
" Baiklah kita ke sana " Adi tersenyum dan membuat wanita di sampingnya ikutan tersenyum senang.
Adi menjalankan mobilnya ke jalan raya mencari warung soto dekat perumahan mereka. Sampai di depan warung soto Adi berhenti lalu keduanya keluar dari mobil.
Shasha dan Adi duduk berdampingan lalu Adi memesan dua mangkuk soto, dua teh hangat dan satu botol air mineral. Setelah menunggu beberapa saat pesanan datang Shasha dan Adi menyantap nasi dengan kuah soto itu. Adi memperhatikan istrinya yang makan sangat cepat dan begitu menikmati soto.
" Sayang pelan-pelan makannya " Adi menghentikan makan dan menatap istrinya penuh keheranan.
Selesai makan satu mangkuk soto Shasha melihat suaminya.
" Ada apa sayang " tanya Adi.
" Boleh nambah satu mangkuk lagi " jawab Shasha.
" Iya boleh " sahut Adi.
Adi memesan satu mangkuk soto untuk istrinya. Beberapa saat pesanan datang tidak menunggu waktu lama satu mangkuk soto sudah berpindah ke perut Shasha. Adi menggeleng pelan saat melihat istrinya telah menghabiskan dua mangkuk soto.
" Kenyang mas " Shasha mengambil segelas teh hangat di depannya lalu meneguk isinya hingga habis.
" Sayang mau apa lagi " tanya Adi lagi.
" Sudah kita pulang yuk " sahut Shasha.
Setelah membayar makanan dan minuman Adi dan Shasha masuk ke mobil. Adi menjalankan mobilnya pulang ke rumah.
**************
Up lagi .....
Semoga suka dengan ceritanya jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya.
Terimakasih ...♥️♥️♥️
__ADS_1