Maafkan Aku, Istriku...

Maafkan Aku, Istriku...
Bab 106 Presdir Baru


__ADS_3

Setelah menunggu seminggu lamanya Adi pun resign dari perusahaan Nusa grup. Hari ini hari yang dinantikan oleh Adi dan yang ditunggu sekian waktu lamanya oleh bu Rina. Bu Rina duduk di ruang keluarga sambil menggendong baby Zaneta menanti sepasang suami istri itu keluar dari kamar.


" Uh cucu nenek cantik sekali " bu Rina mencium baby Zaneta.


Sementara di kamar Adi telah berpakaian rapi begitu juga dengan Shasha.


" Ganteng sekali suamiku ini " Shasha mendekati Adi sambil membetulkan jas yang dipakai suaminya.


Adi memeluk pinggang Shasha dan menundukkan kepalanya.


" Mas mau apa " Shasha menjauh.


Cup.


" Sudah mas nanti rusak make up nya " Shasha mendorong pelan tubuh Adi.


" Sebentar saja sayang " Shasha menggeleng.


" Ya sudah ayo " Adi mengurai pelukannya.


Sepasang suami istri itu keluar kamar menghampiri bu Rina.


Mereka kini berada di mobil dengan Chris yang duduk dibalik kemudi, bu Rina duduk di sebelahnya. Shasha memangku baby Zaneta dan di sebelahnya Adi duduk di belakang kursi penumpang.


Mobil melaju di jalan raya menuju perusahaan Nugroho milik mendiang ayah Adi.


Di aula yang cukup luas di sana sudah ada paman Dom yang duduk bersama rekan bisnisnya menanti rombongan Adi. Ada beberapa karyawan penting yang diundang untuk menghadiri penyambutan presdir baru mereka. Mobil Adi memasuki parkiran khusus Adi keluar bersama Shasha yang menggendong baby Zaneta. Chris membukakan pintu untuk bu Rina.


Mereka disambut oleh papa Sam dan mama Santi. Ternyata orang tua Shasha hadir di acara penting menantunya itu. Mereka saling berpelukan bu Rina menyambut pelukan hangat sahabatnya, mama Santi dan berjabat tangan dengan papa Sam.


Mama Santi melihat putri kesayangannya dan baby Zaneta.


" Ah cucu oma yang cantik " mama Santi menggendong baby Zaneta.


" Gimana kabar mama dan papa kok tidak memberi kabar kalau datang " Shasha mencium pipi mama Santi.


" Kejutan sayang " sahut papa Sam.


" Ih papa ini curang " memeluk papanya.

__ADS_1


" Pa " Adi menjabat tangan papa Sam.


" Selamat ya nak semoga kau bisa seperti Lukas ayahmu " papa Sam merangkul Adi.


" Ya pa " sahut Adi.


Acara temu kangen usai Diana mendekati rombongan Adi dan mengarahkan ke sebuah ruangan.


Beberapa saat kemudian terdengar suara MC memberitahu kalau acara akan segera dimulai. Setelah itu paman Dom maju memberikan kata sambutan singkat lalu memanggil keponakannya untuk mendekat ke arahnya.


Adi berdiri dengan gagahnya di sebelah paman Dom. Adi memberikan kata sambutan sebagai presdir baru dan berterimakasih telah dipercaya memimpin perusahaan milik ayahnya itu. Dan meminta para karyawan dan juga rekan bisnis untuk tetap bekerja sama memajukan perusahaan Nugroho. Setelahnya Adi menyilakan tamu undangan untuk menyantap hidangan yang telah disediakan.


Rekan bisnis dan juga beberapa karyawan penting yang mewakili rekan mereka memberi ucapan selamat pada presdir baru mereka. Setelah itu mereka menyantap hidangan yang tersedia.


Paman Dom merangkul Adi memberi ucapan selamat pada keponakannya itu.


" Terimakasih paman kalau tidak ada paman Adi tidak tahu nasib dari perusahaan ayah ini " Adi membalas merangkul pamannya.


" Sudah selayaknya sesama saudara saling membantu dulu ayahmu banyak membantu paman. Tanpa diminta pun paman tetap akan membantumu dan kakak ipar. Sekarang ada Chris yang akan mendampingi mu " paman Dom menepuk bahu Adi.


" Sekali lagi terimakasih paman " ucap Adi tulus.


Chris mendekati ayahnya dan kakak sepupunya. Mereka menuju ruangan khusus di sana sudah ada papa Sam, mama Santi, bu Rina, Shasha dan baby Zaneta.


Setelah saling berjabat tangan paman Dom duduk di dekat bu Rina. Sedangkan Chris dan Adi kembali ke aula.


" Sekarang impian mu sudah tercapai kakak ipar " seru paman Dom.


" Iya Dom tanpa bantuan mu entahlah bagaimana nasib perusahaan yang ditinggalkan oleh ayah Adi " bu Rina menangis haru.


" Sudahlah kak, kakak ipar bisa tenang sekarang " paman Dom meyakinkan.


Bu Rina mengangguk.


Di sofa lain mama Santi sedang memangku baby Zaneta di sebelahnya papa Sam dan Shasha.


" Sayang tidakkah kau berniat menggantikan papa " papa Sam tiba-tiba tercetus bicara serius pada Shasha.


Shasha terkejut akan ucapan papanya tapi sedetik kemudian dia tersenyum.

__ADS_1


" Dari dulu Shasha tidak tertarik dengan dunia bisnis pa. Shasha pengin jadi ibu rumahtangga saja yang mengurus suami dan anak-anak kami nantinya. Shasha sudah bahagia dengan kehidupan Shasha yang sekarang terlebih ada baby Zaneta " Shasha memberi pengertian pada papanya.


" Tapi nak anak papa cuma kamu seorang sayang " sahut papa Sam.


" Masih ada Andrew, pa " jawab Shasha.


Karena seingat Shasha perusahaan yang dipimpin papanya sebagian milik papanya Andrew, sepupunya itu. Sebab sebelum orang tua Andrew meninggal karena kecelakaan papanya Andrew memberi kuasa pada papa Sam untuk mengambil alih kepemimpinan. Jadi perusahaan yang dipimpin papa Sam adalah gabungan dua perusahaan sehingga bisa sebesar sekarang dan memiliki cabang di mana-mana.


" Ingat pa, papa mesti memikirkan nasib Andrew dan Eli juga " ingat Shasha.


" Baiklah sayang nanti akan papa bicarakan dengan Andrew " sahut papa Sam.


Beberapa orang masuk dan membawa makanan untuk keluarga presdir yang baru. Setelah orang-orang itu keluar masuklah Adi dan Chris bergabung dengan keluarga nya.


Selesai bersantap bu Rina duduk di dekat anaknya.


" Selamat ya nak sekarang kau sudah menjadi presdir seperti keinginan mendiang ayahmu " bu Rina merangkul Adi.


" Ya bu Adi akan berusaha semampu Adi untuk mewujudkan keinginan ayah " sahut Adi.


" Ingat nak jaga amanat ayahmu " bu Rina menepuk punggung tangan anaknya.


Adi mengangguk patuh.


" Bergabunglah dengan istrimu sebentar lagi ibu akan pulang " ibu tersenyum.


Setelah itu Adi mengantar ibu dan istri beserta anaknya ke tempat parkir mobilnya. Di sana sudah ada Chris yang akan mengantar rombongan keluarga Adi pulang. Adi menghampiri mertuanya setelah berbincang dengan menantunya papa Sam dan mama Santi pamit pulang. Adi mengantar mertuanya ke tempat parkir mobil papa Sam.


Adi melangkah masuk ke ruangan presdir duduk di sofa di sebelahnya sudah ada paman Dom. Paman Dom memberi pengarahan pada Adi dan memberi berkas-berkas yang perlu Adi pelajari sebagai presdir baru.


Setelah berbicara secara khusus pada Adi paman Dom pamit pulang.


******************


Semoga suka dengan ceritanya.


Jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya.


Jangan lupa mampir di karyaku yang lain Perjalanan Cinta Nathanael dan Selingkuh.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2