
Hari bernjak malam, semua orang masuk kedalam kamar masing-masing, begitu juga dengan Izar dan Renata. Renata bisa melihat bahwa sang suami, sedang memikirkan sesuatu,namun Renata urung untuk bertanya.
Sedangkan Izar tau bahwa sang istri menyadari sikapnya, tapi Izar bingung berkata jika jujur atau jangan,karena Izar tau keduanya ada resikonya. Kalau Izar jujur tentang kedatangan Siska kerumah sakit, Izar takut Renat jadi kepikiran, tapi kalau dia tak jujur ,dan ada orang yang bicara pada Renata dan membuat rumah tangganya hancur.
Izar memeluk Renata dari belakang,meletakkan dagunya diceruk leher Renata. Dan Renata mengelus sayang kepala Izar.
"Mas.... kenapa? Dari tadi Rena perhatikan Mas murung? " tanya Renata pelan
Izar menghela nafas membuat Renata urung bertanya lagi. Namun tak lama Izar mengelus perut rata Renata.
"Sayang... apa babynya hari ini membuat kamu sakit? " tanya Izar
"Enggak mas baby nya hari ini sangat pengertian" jawab Renata dengan senyumnya
"Sayang... Kalau mas jujur kamu jangan kepikiran ya? " pinta Izar
Renata terdiam sejenak,kemudian menganggu meyakinkan sang suami.
"Memang mas mau jujur apa sama Rena? " tanya Renata hati-hati
"Hari ini Siska datang kerumah sakit,tapi mas sudah mengusirnya" ujar Izar
Renata tersenyum, walau sebenarnya hatinya takut, takut kalau Izar memilih kembali pada Siska. Tapi Renata berusaha percaya Izar tidak akan menghianatinya.
"Memang kenapa kalau dia datang, Rena percaya dengan mas, Rena yakin mas nggak akan meninggalkan Rena dan baby"
"Mas hanya takut,Kamu akan pecaya dengan orang lain, dan mas tidak ingin ada rahasia didalam rumah tangga kita" ujar Izar mengeratkan pelukannya pada Renata
"Terima kasih mas,...terima kasih karena mas selalu jujur pada Rena dan untuk Siska, Rena percayakan semua pada mas" ujar Renata
Ya... Renata percaya pada suaminya. Rena tau sifat bunda melekan pada semua anak-anaknya. Setelah mereka berbincang hati Izar begitu lapang.Izar akan berusaha menjadi yang terbaik untuk anak dan istrinya. Karena Izar tau bagaimana rasanya dihianati. Bagaimana perjuangan sang bunda ketika dihianati ayahnya Anto. Izar mengajak Renata untuk segera beristirahat.
Sedangkan ditempat yang berbeda,seseorang sedang tersenyum sendiri. Dia adalah Rayyan, entah kenapa dia begitu bahagia melihat senyum dari Nai. Namun saat sedang asik melamun ponselnya berbunyi, yang ternyata panggilan dari Teo.
__ADS_1
"Halo.... ada apa Teo?" tanya Rayyan pada asistennya
"Begini tuan Dokter yang akan membantu nona Nai akan datang minggu depan" jelas Teo pada Rayyan
"Baiklah kalau kau bisa pinta Dokter itu datang lebih awal"
"Baik tuan"
Setelah selesai Rayyan mematikan sambungan telpon, dan segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Rayyan memang sengaja tidak pulang kerumah, dan memilih pulang keapartemen.Karena dari apartemen lebih dekat kerumah Mila dan Rayyan juga tak ingin sang ayah melarangnya bertanggung jawab kepada Nai.
Selesai membersikan diri Rayyan segera menuju ketempat tidur. Namun sebelumnya dia melihat ponselnya dimana disana ada Foto Nai tadi saat dia tersenyum. Setelah puas memandangi Foto Nai,Rayyan memutuskan untuk beristirahat.
Dikembali kerumah Ibra.Saat ini Ibra berada diruang kerjanya, tadi setelah menemani istri dan anaknya sesaat, Ibra meminta izin pada Azizah untuk keruang kerja, karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Dan disinilah Ibra. Dimana disana sudah ada Romi yang menunggu.
"Bagaimana? " tanya Ibra
Romi mengeluarkan amplop yang dia bawa. Ibra memerika amplop tersebut,dan mengerutkan keningnya. Romi menjelaskan kepada Ibra.
"Dan satu lagi tuan, Tuan Marco pernah mengalami Depresi yang membuat nya memperkosa seorang gadis yang saat ini menjadi istrinya, karena gadis itu hamil karena kejadian itu" tambah Romi
"Siapa anak dari lelaki itu? "
"Tidak ada yang tau tuan,karena tuan Marco menutup semua yang berkaitan dengan anaknya" jelas Romi
"Aku ingin dia mendekam dipenjara Rom, karena dia kami kehilangan ayah dan membuat Nai lumpuh, karena cinta gilanya" ujar Ibra dengan rahang mengeras
Dalam hati Ibra mengutuk Marco, karena tega membunuh ayah Dewa dan mencelakai sang bunda hanya karena melihat kami hidup bahagia.
Setelah selesai Romi dan Ibra keluar dari ruang kerja. Romi berpamitan untuk pulang dan Ibra segera berlalu kekamanya.
Hari-hari berlalu Nai sudah mulai tersenyum kembali setelah bertemu Kayla. Dan hari ini seperti yang sudah dia janjikan,Nai akan datang keyayasan tempat Kayla tinggal. Sebenarnya Azizah dan Renata juga Mila ingin menemani, tapi Baby AL sedang demam, Renata pun hari ini terpaksa harus dirawat, karena sejak pagi Renata muntah-muntah karena kehamilannya yang membuat tubuhnya lemah dan Mila menemani Renata karena Izar harus melakukan operasi.
Setelah memastikan Nai telah membawa segala keperluarnya Mila lebih dulu berangkat kerumah sakit.
__ADS_1
Nai yang telah siap dibantu bi Mina mendorong kursi rodanya. Rayyan yang melihat membantu sang nona untuk masuk kedalam mobil.
"Maaf ya nona" ujar Rayyan mengangkat Nai ala bridastayl kedalam mobil.
Namun saat Rayyan menggendongnya,Nai merasakan getaran aneh didadanya. Wangi harum parfum musk Rayyan membuat Nai merasa nyaman. Begitu juga yang Rayyan rasakan.
Setelah membantu Nai masuk kedalam mobil. Rayyan pun masuk kedalam mobil,dan mulai melajukan mobil menuju Yayasan. Didalam perjalanan hanya ada keheningan. Nai yang tidak pernah satu mobil dengan lelaki asing selain pak Ujang, merasa gugup.
Rayyan yang sedari tadi mengemudi sesekali melirik kearah Nai. Rayyan juga bingung harus memulai obrolan dari mana.
Nai yang memang asalnya gadis yang ceria mencoba berinteraksi dengan Rayyan.
"Mas Rayyan sebelum ini kerja dimana? " tanya Nai mencoba tidak canggung
"Saya bekerja dengan orang Eropa Nona sebagai supir pribadinya, tapi karena dia harus kembali ke Eropa jadi saya mengundurkan diri, ya... sebenarnya dia meminta saya ikut dengannya, tapi saya tidak tega meninggalkan ibu saya" jelas Rayyan berbohong pada Nai
"Oh... berarti mas Rayyan sudah lama ya jadi supir" tanya Nai
"Iya... nona sudah 3 tahun" jelas Rayyan lagi dengan kebohongan
"Maafkan aku Nai terpaksa berbohong padamu. Karena aku ingin membantumu" gumam Rayyan
Satelah 1 jam akhirnya mereka telah sampai di depan Yayasan tempat Kayla tinggal. Didepan pintu Kayla sudah menunggu kedatangan Nai. Rayyan seperti tadi membantu Nai untuk duduk dikursi roda yang telah dia siapkan. Setelahnya Nai memutar sendiri kursi rodanya, sedangkan Rayyan membawa semua perlengkapan menuju taman yang ada didepan Yayasan. Kayla menyambut Nai dengan senyum merekah.
"Kak Nai... Kay kira kakak nggak datang"ujar gadis kecil itu sambil mencium punggung tangan Nai
" Ya... enggak mungkin dong, kan kakak Nai udah janji dengan Kay"jawab Nai sambil memutar kursi rodanya begitu pun dengan Kyla.
Rayyan yang telah menata semuanya berjalan mendekat kearah Nai dan Kayla. Saat mau mendorong Nai, Nai melarangnya dan meminta Rayyan mendorong kursi roda Kayla. Dan Rayyan pun melaksanakannya.
Sampai ditempat yang telah Rayyan siapkan.Nai dan Kayla berbincang sebentar sebelum mulai menggambar. Hal itu terus diperhatikan oleh Rayyan. Rayyan begitu bahagia melihat senyum kembali terukir dari bibir Nai.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= Malam ini segini dulu ya karena baby bunda lagi rewel. Dan bunda punya semua Visual dalam cerita ini dan kalian bisa follow Fb bunda Abi Baim biar buat kalian menghalui ceritanya dan jangan lupa like n komen ya biar bunda semangat updatenya.
__ADS_1