Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul 5 sore Ibra bergegas merapikan semua berkas yang ada dimejanya. Ibra ingin cepat-cepat pulang karena begitu merindukan istri dan anaknya. Baby AL yang kini berusia 1 bulan sudah mulai terlihat gembul. Azizah memberikan Asi eksklusif untuk baby AL.


Sebelum pulang dia meminta Romi untuk keruangannya. Romi pun segera menuju ruangan Ibra. Setelah mengetuk pintu dan mendapat jawaban dari dalam Romi segera masuk. Ibra yang melihat kedatangan Romi pun menghentikan kegiatannya sesaat.


"Rom... tolong kamu cek email yang sudah saya kirim kekamu dan kamu pelajari. Karena saya merasa email itu ada hubungannya dengan orang itu"perintah Ibra


"Baik pak apa ada lagi? " tanya Romi


"Oh iya tolong kamu bulang ke Gisel untuk memundurkan jadwal saya beso hingga pukul 1 siang,karena saya akan menemani Azizah imunisasi baby AL"


"Baik Pak"


Setelahnya Romi meninggalkan ruangan Ibra. Ibra yang telah selesai membereskan meja kerjanya. Ibra meninggalkan kantor, dijalan dia mampir ketoko kue langganan sang bunda. Setelah mendapatkan pesanannya Ibra melajukan mobil menuju Rumah.


Tak memerlukan waktu lama Ibra susah sampai dihalaman rumahnya. Dilihatnya sang adik pun baru sampai.


"Nai kamu baru pulang? " tanya Ibra


"Iya bang... tadi ada klien yang memesan gaun pengantin" jawab Nai.


Mereka masuk bersama dan mengucapkan salam, yang disambut sang bunda yang berada diruang keluarga sedang menggendong baby AL. Ibra yang ingin mendekat dilarang oleh Azizah.


"Abang... bersihkan dulu badannya, abang kan dari luar"


Ibra pun akhirnya pergi ke kamar membersigkan diri. Setelah selesai membersihkan diri, Ibra keluar menemui anak dan istrinya.


"Sayang.... papa kangen banget sama AL" ujar Ibra sambil mengambil baby AL dari tangan Mila


Sedangkan AL yang sepertinya mengenali aroma sang ayah pun menggeliat, dan membuka matanya.


Sementara dilain tempat Romi yang telah selesai mengerjakan tugasnya bergegas pulang. Namun saat melewati loby, dia melihat Gisel yang masih berdiri, seperti menunggu seseorang. Romi yang penasaran pun mendekat dan bertanya.


"Kamu kenapa belum pulang" tanya Romi


Gisel terkejut melihat kedatangan Romi, tapi tetap menjawab pertanyaanya.


"Saya nunggu ojol langganan saya mas tapu belu datang juga" jawab Gisel


"Ya sudah kamu pulang sama saya"putus Romi


"Tidak perlu pak biar saya menunggu saja" jawab Gisel


Namun bukan Romi namanya yang menerima penolakan.Romi menarik tangan Gisel menuju parkiran khusus.Romi menyuruh Gisel untuj masuk dan Romi menjalankan mobilnya menuju rumah Gisel.Setelah mengantar Gisel Romi segera pulang menuju apartemennya.


Diperjalanan menuju apartemen Romi mendapatkan telpon dari orang suruhannya.


"Halo... ada apa? "

__ADS_1


.............


"Kamu kirimkan semua ke email saya"


............


Setelah mendapat jaeaban dari orang yang diseberang telpon, Romi mematikan telponnya,Dan kembali melajuka mobilnya menuju apartemennya.


Sedangkan dirumah Mila, Semua sedang berkumpul. Karena besok Galen sudah pulang kembali ke indonesia.


"Zar bagaimana sudah dapat kabar dari Renata? " tanya Gio


"Sudah Om malam minggu ini Lamaran resminya"


"Baiklah... kamu susah siapkan semua? " tanya Gio


"Izar minta bunda yang nyiapin semua" jawab Izar


"Fat besok kamu kebutik ya ambil baju seragam kita sudah Nai siapkan" ujar Mila


"Iya... berarti besok penentuan tanggalkan ? " ujar Fatma


"Iya.... kata Izar dia dan Renata sepakat sesudah Renata wisuda" jawab Mila


"Berarti 2 bulan lagi" tanya Gio


"Sayang kalian besok jadi kerumah sakit" tanya Mila


"Jadi bun....,abang juga sudah minta Gisel mundurin jadwal" jawab Ibra " Oh... iya om semua berkas pemindahan sudah ada di Ibra apa om mau melihat? "


"Enggak.... biarlah kamu yang pegang dan om pinta bantu om bimbing Galen ya"pinta Gio


"Galen itu sebenarnya sudah mengerti om, hanya saja dia mengerjakan dengan caranya sendiri" jelas Ibra


Oh... iya Nai besok minta teman kamu datang kekantor abang ya biar dia bisa belajar denfan Gisel.


"Iya bang siap" jawab Nai dengan gaya memberi hormat dan hal itu membuat semua tergelak


Hari sudah beranjak malam Fatma dan Gio memutuskan untuk pulang, karena besok mereka akan menjemput Galen dibandara. Sebenarnya Mila meminta mereka untuk menginap,tapi mereka menolak karena jarak dari rumah mereka kebandara lebih dekat.


Sedangkan di tempat yang berbeda, tepatnya diapartemen Romi. Romi saat ini mengecek email yang dikirimkan orang suruhannya.Email yang berisikan tentang vidio saat orang suruhan Marc menyabotase pembangunan gedung tersebut. Dan yang lebih membuat Romi terkejut, orang itu adalah salah satu korban dalam peristiwa tersebut.


Pantas saja kejadian saat itu ditetapkan sebagai kecelakaan kerja, karena orang -orang marc begitu rapi mengerjakan semua. Tanpa ada yang curiga,dan orang itu sudah lama bekerja disana. Dan email yang di berikan Ibra juga tak kalah mengejutkan.


Ternyata semua yang terlibat dalam kasus kecelakaan itu adalah orang-orang yang telah lama beketja pada Dewa. Dan orang-orang itu bekerja untuk marc.


"Apa yang sebenarnya mereka inginkan? "tanya Romi "Dan sebenarnya apa yang membuat mereka menargetkan Dewa? "

__ADS_1


Semua masih menjadi tanda tanya untuk Romi. Karena selama Romi bekerja untuk Ibra dan Dewa. Dewa adalah orang yang jujur dan banyak kolega yang sangat senang bekerja sama dengannya.


Setelah selesai memerikasa email Romi memutuskan untuk istirahat. Namun saat akan memejamkan mata dia teringat saat dia mengantar Gisel pulang tadi.Romi melihat ibu Gisel sedang duduk diluar menunggu kepulangan sang putri. Begitu besar kasih sayang seorang ibu,Romi begitu terharu andai dia memiliki orang tua.


Dan Romi pun begitu terharu melihat gadis pujaan hatinya. Romi bertambah yakin ingin mempersunting Gisel. Romi berniat setelah pernikahan Izar dan Renata. Romi akan meminang Gisel.


Setelah puas memikirkan Gisel, akhirnya Romi terbang kealam mimpi. Sedangkan di sebuah rumah sederhana,Gisel pun sedang memikirkan seseorang.Seseorang yang selalu Gisel langitkan doa untuknya. Ya...Gisel sudah lama menaruh hati pada pemuda tersebut yang tak lain adalah Romi, atasannya dikantor.


Gisel tidak berani bemimpi,makanya setiap Romi berbicara,Gisel hanya menganggapnya candaan. Saat sedang melamun ibu Gisel masuk kedalam kamar Gisel.


"Sel... kamu belum tidur nak? " tanya Ibu Gisel ibu Ratna


"Baru mau tidur bu, ada apa? " tanya Gisel lagi


"Ibu cuma mau tanya siapa tadi yang mengantar kamu nak? "


"Oh... tadi itu mas Romi bu asisten pribadinya bos Gisel, tadi pas Gisel nunggu ojol mas romi menawarkan tumpangan" jelas Gisel


"Maaf ya... ibu nggak bermaksud apa-apa, ibu hanya takut kamu jadi omongan orang nak, karena kamu diantar mobil mewah pulang" jelas ibu Ratna


"Iya bu... Gisel ngerti, ibu jangan berfikiran yang aneh-aneh ya bu nanti ibu sakit, Gisel akan selalu jaga diri bu" jawab Gisel pada sang ibu.


"Ya sudah sekarang kamu istirahat besokkan harus kembali kerja"


Setelah berbicara pada sang putri, ibu Ratna keluar dari kamar Gisel. Sedangkan Gisel segera membaringkan tubuhnya,sambil mengingat perkataan sang ibu.


"Bu... Gisel pun tau diri bu, Gisel nggak sebanding dengan mas Romi, Gisel cukup mendoakannya saja" ujar Gisel dan setelahnya Gisel pun tertidur menuju alam mimpi.


Pagi hari menyapa, pagi ini Azizah sudah menyiapkan sarapan untuk semua orang. Tak lama Mila keluar dari kamar menuju dapur.


"Zizah. ...padahal bunda mau buat sarapan ternyata kamu sudah lebih dulu" kekeh Mila


"Iya bun... kebetulan tadi baby Al bangun minta ASI, jadi sekalian aja Zizah bangun dan buat sarapan setelah AL kembali tidur"


"Ya sudah sekarang kamu mandi siap-siap kerumah sakit" ujar Mila


Zizah pun bergegas kembali kekamar menyiapkan keperluan sang suami dan baby AL. Setelah selesai Azizah membersihkan dirinya. Saat keluar dari kamar mandi Azizah dikejutkan oleh kedatangan sang suami.


Ya... tadi saat Azizah terbangun untuk mengasi baby AL, Ibra pun terbangun dan melaksanakan solat subuh dan setelah selesai pergi olah raga pagi keliling komplek.


"Bang sana mandi abang bau asem" usir Azizah


Ibra pun menurut dan segera membersihkan diri. Azizah yang telah selesai mengecek baby AL didalam box ternyata masih tertidur pulas.Azizah memang tidak menggunakan jasa baby sister, karena ingin menikmati setiap momen kebersamaan bersama sang anak.


~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~••~


Sampai disini dulu ya besok kita lanjut lagi.Semoga karya suka dengan karya bunda ya janfan lupa like n komen.

__ADS_1


__ADS_2