
Pagi ini Renata,Azizah dan baby Alisa pulang kerumah. Mila menyiapkan masakan spesial untuk anak dan menantunya. Kebetulan Nai juga Rayyan akan menginap dirumah Mila. Bi Asih masih setia bekerja bersama Mila, walau pun usianya sudah senja,namun tidak membuatnya berdiam diri. Walau Mila dan Ibra memintanya untuk beristirahat saja menemani Mila.
" Bu... Mau buat brownis juga?" tanya bi Asih
" Sepertinya buat puding buah saja deh bi, biar Azizah dan Renata pencernaannya enak" jawab Mila
" Bi imah tolong siapkan buah-buahan dan juga bahan membuat puding ya" Pinta Mila pada bi Imah
Imah seorang janda dengan dua orang anak yang masih bersekolah. Bi Imah adalah keponakan dari bi Mina. Bi Imah ikut bekerja dengan Mila untuk menggantikan bi Mina yang telah meninggal dunia.
Bi Imah seorang janda yang ditinggal suaminya pergi, semenjak dia hamil anak keduanya. Tidak ada kabar berita apapun sampai anak keduanya saat ini duduk dikelas VII SMP, dan anak sulungnya kelas XI SMA.
Semenjak bekerja dengan Mila 3 tahun yang lalu. Bi Imah bisa menyekolahkan anak-anaknya yang dia titipkan bersama orang tuanya dikampung. Bi Imah sangat bersyukur dan berjanji dalam hati, akan mengabdikan diri untuk keluarga Mila seperti budenya Mina.
" Bunda... bunda" panggil Azza
" Ada apa sayang kok sudah teriak pagi-pagi, terus mukanya seneng gitu? " tanya Mila
" Bunda tau kak Teo asistennya bang Rayyan, melamar Eva buat jadi istrinya" jelas Azza
" Wah... akhirnya, kapan acara lamarannya sayang? " tanya Mila
" Eva bilang malam minggu nanti dia bakal kesini sama ibuk buat kasih tau bunda" jawab Azza
Eva memang dekat dengan Mila dan yang lain. Karena Mila tau bagaimana perjuangan Ibu Eva,dan Mila juga meminta Ibu Eva bekerja di toko miliknya. Namun satu tahun terakhir ibu dari Eva berhenti bekerja karena penyakit yang dideritanya.
Tak lama terdengar bunyi salam dari arah depan.Dan dia adalah Fatma dan juga Gio. Mereka juga ingin menyambut cucu mereka.
Fatma datang dengan menggendong baby Lea sedangkan Gio menggendong AL.
" Jam berapa mereka sampai Mil? " tanya Fatma
" Sebentar lagi Fat sudah dijalan"jawab Mila
Tak lama terdengar deru mesin mobil dihalaman rumah Mila. Semua keluar menyambut kedatangan Baby Alisa dan juga Azizah dan Renata.
" Aduh... ponakkan tante yang cantik sudah sampai, kalau begitu ayo gendong sama tante Azza" ujar Azza pada baby Alisa yang ada di gendongan Azizah.
Baby Lea yang mendengar dan melihat Azza menggendong Alisa, menangis dalam gendongan Fatma.
" Kenapa sih bocil, tantekan sayang Adek Alisa" ujar Azza menggoda
__ADS_1
Lea yang mendengarnya bertambah menangis, membuat Mila menegur sang anak.
" Azza.. kenapa sih kamu suka banget godain baby Lea, nangiskan jadinya" ujar Mila
" Habis lucu bunda baby Lea cemburu, lihat baby AL aja nggak " bela Azza
Akhirnya semua masuk kedalam. Baby Alisa diletakkan diboks ruang keluarga. Tak lama terdengar mobil masuk kehalaman rumah Mila. Dan terdengar salam dari luar.
"Assalamualaikum " ucap Nai dan Rayyan
"Waalaikum salam " jawab mereka serentak
" Mana dede Alisanya? " tanya Nai
" Ih... kak Nai sudah lupa sama adik kakak yang lucu dan menggemaskan ini" ujar Azza pura-pura cemberut
"Cup... cup sini, bagaimana kabar Adik kakak yang cantik ini apa sudah tidak jomblo" ledek Nai dan dihadiahi cubitan dari Azza
Hal iti membuat semua orang terkekeh. Karena Azza memang belum mempunyai kekasih, walau usianya sudah 20 tahun.
" Mas Ray...lihat Nih Azza cubit perut Nai,gimana Kalau anak kita nangis" ujar Nai pada sang suami
Sedangkan Azza membulatkan matanya,mendengar ucapan sang kakak.
" Yang mana,...yang kamu cubit perut kakak ogah ah sakit" tanya Nai pura-pura lupa
" Bukan yang itu, yang tadi yang kakak bilang anak kakak nangis, jangan bilang Kak Nai juga Hamil" tanya Azza dan di jawab anggukam oleh Nai
" Ah... bunda Azza mau tambah 2 lagi keponakannya" heboh Azza
" Makanya Nikah biar punya anak sendiri" ledek Izar
" Ih... Azza itu masih muda, bang Galen aja belum laku" ujar Azza membela diri
" Siapa bilang Abang belum laku? " tanya orang yang baru saja dibicarakan
Dia adalah Galen, namun yang membuat mereka melongo adalah siapa yang dibawa Galen.
" Rury... aku kangen" ujar Nai sambil memeluk Rury
" Kamu apa kabar Nai? "tanya Rury
__ADS_1
" Alhamdulillah sehat, aku juga sedang hamil" ujar Nai
" Wah selamat ya Nai" ucap Rury
Fatma belum mengerti,melihat pemandangan dihadapannya saat ini. Galen anaknya menggandeng mesra seorang gadis.
" Apa benar yang dilihatnya" gumam Fatma
Rury menyalami semua orang, termasuk Fatma dan Gio.
" Kapan pulang Len?"tanya Ibra
" Tadi pagi bang" jawab Galen
" Sepertinya ada yang nggak jomblo lagi nih" celetuk Izar
Semua orang tertawa. Sedangkan Fatma meminta Rury duduk disampingnya.
" Nak... kamu apakan itu bujang lapuk sampai-sampai nempel begitu dengan kamu? " tanya Fatma
Galen yang mendengar pertanyaan sang mama, hanya memutar bola matanya malas.Sedangkan Azza tertawa keras mendengar sang tante memanggil abangnya bujang lapuk.
"He bocil ngetawain abang, biar bujang lapuk tapi sekarang sudah laku, ya kan sayang" ujar Galen mencari pembenaran dari Rury
Rury yang mendengar panggilan sayang dari galen tersipu malu. Sedangkan yang lain melongo melihat kelakuan Galen. Fatma tersenyum bahagia.
" Bagus nak kamu akhirnya bisa menaklukan bujang lapuk itu. Nanti kalau dia buat ulah lagi tinggalin yang lebih jauh, biar dia nggak bisa nyari kamu, kalau perlu biar mama sama papa bantu buat kamu sembunyi" ujar Fatma pada Rury
Sedangkan Galen segera mendekat dan duduk disebelah Rury,namun saat ingin memeluk Rury, Galen mendapatkan cubitan keras dari sang mama.
" Enak aja peluk-peluk anak orang nikahin dulu baru boleh peluk" ancam Fatma
" Iya ma... nanti Galen langsung bawa kepenghulu, tapi nggak mau ah cerita disini, biar aku minta author buat kisah cintaku sendiri" ujar Galen
" Memang author mau buat cerita kamu yang bujang lapuk ini" tanya Fatma
" Ya mau lah lihat aja nanti mama pasti pusing" ucap Galen jumawa
Sedangkan yang lain tertawa mendengar perdebatan ibubdan anak itu. Gio tersenyum melihat sang anak sudah mulai membuka hatinya kembali. Gio tau kisah sang anak, namun hanya disimpannya didalam hati. Dia tau betapa hancurnya Galen saat itu.
Makanya setiap sang istri menuntut Galen untuk menikah dia hanya bisa membuat istrinya mengerti, atau meminta sang anak mengerti. Begitu pun dengan Ibra dan Izar yang tau bagaimana hancurnya sang sepupu saat itu. Namun kini mereka semua bahagia melihat Galen sudah bisa membuka hatinya untuk wanita lain.
__ADS_1
Bersambung....
Aduh penasaran nggak sama cerita Galen. Nanti Author buat ya soalnya sekarang masih repot karena author juga nulis disebelah. Dan author ucapkan terimakasih ya untuk yang masih setia mengikuti cerita ini.