
Selesai memasak makan siang dan membuat beberapa cemilan untuk AL dan Lea. Azizah dan Renata memanggil semua orang untuk makan siang bersama. Renata memang kembali tinggal dirumah Mila, karena Lea selalu rewel saat dirumah orang tua Renata. Setelah sepakat, akhirnya Renata dan Izar kembali tinggal di rumah Mila.
AL dan Lea pun saat ini ikut duduk bersama diruang makan menghunakan kursi makan bayi. Renata dan Azizah menyiapkan makanan untuk suami mereka masing-masing. Sedangkan Nai dan Azza mengambil makanan mereka sendiri, begitu pun Mila. Sebenarnya Azizah dan Renata ingin sekali melayani sang mertua, namun Mila tak ingin membuat menantunya repot.
Saat sedang makan siang mereka kedatangan tamu, yang tak lain kedua orang tua Renata yaitu pak Baskara dan ibu Rosa. Dan akhirnya mereka makan siang bersama.
Selesai makan siang mereka beranjak keruang keluarga, sedangkan bi Asih,bi Mina san Siti membereskan meja makan. siti yang dulu menjadi pengasuh Nai. Kini menjadi pengasuh AL dan Lea.
Mereka semua bercanda gurau, apa lagi melihat tingkah lucu AL dan Lea yang berebut mainan. Namun akan dimenangkan oleh Lea, karena AL yang sudah tau mengalah.
Sedangkan ditempat yang berbeda tepatnya dirumah Rayyan, saat ini Jelita dikejutkan dengan kedatangan keluarga Clara, yang katanya ingin silaturrahmi.
Namun Jelita tau maksud kedatangan mereka. Rayyan yang kebetulan menginap dirumah sang mama, dikejutkan dengan kedatangan keluarga itu. Sebenarnya Rayyan malas menghadapi mereka. Tapi demi sang mama Rayyan akhirnya menemui mereka .
" Bagaimana bisnis kamu nak Ray? " tanya papa Clara
" Baik om alhamdulillah semua lancar walau pun adanya kasus sang daddy.
Setelah berbincang bincang akhirnya,ayah Clara bicara inti dari kedatangannya mereka.
" Begini bu Jelita, kedatangan kami ini, ingin memastikan apa benar ibu membatalkan perjodohan antara Clara dan Rayyan" tanya ayah Clara
Baru saja Jelita akan menjawab, namun Rayyan lebih dulu menjawab.
" Bukan mama yang membatalkan perjodohan ini tapi saya om. Karena saya sudah memiliki kekasih yang paling saya cintai" ujar Rayyan mantap
"Apa dia gadis dari kalangan atas, atas wanita baik-baik, karena Clara kami sendiri menjemin itu semua " jelas ibu Clara
Clara yang sejak tadi ada disamping orang tuanya hanya tersenyum.
" Saya tidak perlu menjelaskan bagaimana calon istri saya, dan semua tentangnya. Cukup saya saja yang tau dan itu bukan urusan om dan tante" ujar Rayyan dengan rahang yang mengeras.
"Bukan begitu nak Rayyan maksud iatri saya, kalau Clara kan daddy nak Rayyan tau, dan daddy nak Rayyan sendiri yang meminta Clara lelak jadi menantunya " ujar ayah Clara
__ADS_1
"Namun saya tidak pernah menyetujui perjodohan itu, om dan papa yang melakukannya" jelas Rayyan
"Saat sedang bicara para pekerja rumah, mengantarkam minuman dan cemilan"
" Terima Kasih" ucap Rayyan
Para pembantu yang telah selesai akan masuk Jelita menawarkan kedua orang tua Clara untuk hanya sekedar minum.
Karena merasa usaha mereka gagal, kedua paru baya itu meninggalkan kediaman Marco.
Sementara Ditempat yang berbeda, siang ini para suami memutuskan untuk mengajak anaknya mereka bermain diwahana bermain. Ibra dan Izar bertugas menjaga anak-anak mereka, sedangkan para wanita sibuk melakukan fitting baju untuk acara pertunangan.Setelah selesai mereka segera menuju Swalayan untuk membeli beberapa keperluan dapur.
AL dan Lea negitu senag diwahana kolam bola tersebut.Ibra dan Izar terpaksa masuk setelah medapat izin dari pegawai tempat tersebut. Akhirnya Sedangkan Mila saat ini dirumah sedang membuat aneka cemilan.
Hari telah sore, Ibra dan Izar memutuskan agar segera pulang. Sedangkan Azizah dan Renata kini tengah mendorong kereta bayi masing -masing.
Sampai diparkiran Mereka masuk kedalam mobil yang dikendarai Ibra. Mereka memang menggunakan satu mobil, karena lebih simpel.Dalam perjalanan kedua balita itu terlelap. Baik AL atau pun Lea sama-sama lelah setelah bermain di wahana permainan tadi.
Tak memerlukan waktu lama mobil yang dikendarai Ibra, masuk kehalaman rumah Mila. Setelah mengucapkan salam, baik Ibra dan Izar membawa kedua balita yang tengah terlelap, kedalam kamar yang sudah disediakan.
" Siti saya dan Renata mau membersihkan diri dulu ya, kami titip mereka berdua ya" ujar Azizah
" Iya non nggak apa-apa, biar Siti yang jaga"
Mila memang tidak menambah pengasuh, Karena baik Azizah maupun Renata, lebih banyak mengurus anak mereka sendiri dibandingkan, menyerahkannua kepada pengasuh.
Setelah selesai membersihkan diri, baik Renata ataupun Azizah segera bergabung dengan Mila dan Suami mereka.
Mila yang melihat kedatangan kedua menantunya. Meminta mereka untuk duduk disisinya.
" Nai sama Azza mana bun" tanya Renata
" Mereka kekafe Azza, karena akan ada yang memakai kafe Azza untuk acara lamaran" jelas Mila
__ADS_1
" Sayang kamu kenapa? " Tanya Ibra tiba-tiba
Semua mata tertuju pada Azizah. Zizah kamu kenapa nak kok muka kamu pucat sekali" tanya Mila khawatir
"Ayo kita kekamar sayang" ajak Ibra
Izar yang melihat wajah pucat sang kakak ipar segera mengambil peralatan dokternya. Setelah mendapatkannya, Izar segera masuk kedalam kamar Ibra.Dimana disana ada sang istri juga sang bunda. Izar mendekat dan memeriksa keadaan Azizah.
" Mba apa yang mba rasakan? " tanya Izar
" Enggak tau dek mba tiba-tiba pusing" jawab Azizah
" Mba kapan terakhir haid? " tanya Izar lagi
Azizah terdiam, sedangkan Mila mengulum senyum begitu juga Renata.
" Ap... apa benar dek? " tanya Azizah masih belum percaya setelah mengingat pertanyaan Izar.
Sedangkan Ibra masih kebingungan,Melihat sang bunda dan adik serta adik iparnya tersenyum, sedangkan sang istri menangis.
Mereka memang tidak mau terlalu mengharapkan lagi, karena takuk kecewa seperti yang lalu.
" Bang...abang "panggil Izar pada Ibra yang masih terdiam " Abang... ih abang ini malah bengong " ujar Izar kesal dan mulai memukul lengan Ibra, hal itu membuat Ibra tersadar
" Ada apa sih Zar? " tanya Ibra
" Sekarang abang ke Apotik beli beberapa macam alat tes kehamilan ,cepat ya "perintah Izar
Ibra hanya menurut dan mulai beranjak dari sisi Azizah. Namun ketika Ibra meu membuka pintu dia langsung tersadar dengan situasi saat ini. Dan Ibra segera berlari kearah sang istri menatapnya. Dari sorot matanya Azizah dapat melihat pertanyaan dimata ibra. Azizah menganggukkan kepala. Namun meminta Ibra membeli apa yang di perintahkan Izar.
Setelah menunggu selama 10menit akhir Ibra sampai dirumah dengan membawa satu kantong berisikan tespack. Izar meminta Azizah untuk melakukannya.
Azizah berlalu kekamar mandi dan melaksanakan perintah Izar. Setelah menunggu 10 menit akhirnya Azizah keluar dari kamar mandi dan menyerahkan hasilnya pada Izar.
__ADS_1
##########################Kira -kira apa ya hasilnya yang penasaran yuk kepoin terus cerita bunda ya, dan untuk Visual kalian bisa lihat di Fb bunda @ AbiBaim atau @ Abibaim. jangan lupa juga like n komennya ya. Dan untuk sementara bunda updatenya separoh dulu dan akan ditambah keesokan harinya. Karena kondisi bunda juga masib belum terlalu sehat.