
Hari ini adalah jadwal Nai untuk terapi. Dan hari ini Nai hanya di temani Rayyan, karena bunda Mila menggantikan Nai untuk bertemu dengan klien baru.
Pagi hari Nai sudah bersiap, Nai sedikit-sedikit Nai sudah bisa menggerakkan kakinya, berkat semangat Nai yang ingin segera sembuh. Rayyan pun selalu sedia membantu Nai. Sampai saat ini baik Romi, Ibra dan yang lain belum ada yang tau,kalau Rayyan adalah anak dari Marco.Rayyan benar-benar memfokuskan diri untuk kesembuhan Nai.
Sedangkan Marco masih berusaha membuat perusahaan yang Ibra kelola hancur. Namun dengan kecerdasannya Ibra mampu mengatasi semua, dan hal itu membuat Marco begitu marah.
Sedangkan Siska, masih terus berusaha mencari cara untuk menjebak Izar, agar jatuh kedalam pelukannya.Namun anak buah Izar selalu memantau pergerakan yang dilakukan Siska, hal itu yang membuat Siska sulit untuk mendekat.
Nai sudah siap untuk berangkat kerumah sakit untuk terapi. Rayyan pun sudah memanaskan mobil yang akan dipakai untyk mengantar Nai.Saat ini mereka semua sedang berkumpul diruang makan untuk sarapan bersama. Baby AL pun sudah memakan biskuit kesukaannya. Sedangkan Kandungan Renata kini sudah berusia 6 bulan,3 bulan lagi dia akan menjadi seorang ibu.
"Bunda apa abang bisa minta tolong? " tanya Izar
"Ada apa bang? "tanya Mila
"Abang 2 hari lagi ada seminar diluar kota, apa bisa abang titup Renata? " ujar Izar
Sebenarnya Izar begitu berat meninggalkan sang istri walau hanya 1 hari.Namun semua itu didukung oleh sang istri, Renata tidak ingin suaminya menolak membagi ilmunya kepada Mahasiswa yang ingin belajar.
"Memang berapa lama abang diluar kota? " tanya Mila
"Abang pergi jam 7 pagi,Seminar mulai jam 11 pagi hingga jam 5 sore bun dan abang akan langsung pulang mungkin abang akan sampai malam hari" jelas Izar
"Ya sudah pergi lah abang hati-hati disana" jawab Mila
Sebenarnya Mila masih ada trauma kalau anak-anaknya akan keluar kota, tapi Mila hanya bisa mendoakan, agar anak-anaknya pulang dalam keadaan sehat.
"Kamu jadi hari ini terapi Nai? " tanya Ibra
"Jadi bang selesai sarapan Nai akan berangkat dengan Mas Rayyan" jawab Nai menjelaskan
"Abang perhatikan Rayyan itu perhatian banget dengan adik abang yang cantik ini" goda Ibra
"Ah... Abang apaan sih, Mas Rayyan kan emang ngater Nai kesana sini" jawab Nai dengan wajah merona
"Mba Zizah sama mba Rena juga pernah lihat Rayyan curi-curi pandang dengan kamu Nai"tambah Azizah yang membuat Nai tambah merona
Setelah selesai sarapan mereka semua berangkat ketujuan masing-masing. Hanya Izar yang tidak berangkat, karena dia akan mempersiapkan materi seminarnya besok.
Ibra diantar Romi menuju perusahaan.Mila diantar oleh pak Ujang.Sedangkan Nai Rayyan sudah menunggu diteras rumah, untuk membantu Nai masuk kedalam mobil.Setelahnya Rayyan melajukan kendaraannya menuju Rumah Sakit.
"Mas Ray... Nanti setelah terapi antar Nai ke yayasan ya... Sudah lama Nai nggak lihat Kayla"
__ADS_1
"Baik Nona"
Tak membutuhka waktu yang lama, mobil yang dikendarai Rayyan tiba di loby Rumah Sakit. Security membantu Rayyan memarkirkan mobilnya. Ya... mereka semua tau siapa Nai, yang tak lain adik dari pemilik Rumah sakit tersebut.
Ditempat yang berbeda, Siska mendapat kabar bahwa Izar,akan mengadakan seminar dikampus kota X.Hal itu tidak disia-siakan oleh Siska.Siska mempunyai rencana untuk menjebak Izar disana.
"Tunggu aku sayang.... aku akan membuatmu menjadi milikku dan akan aku singkirkan wanita itu dari hidupmu" ujar Siska dengan seringai dibibirnya.
Siang itu Siska memuruskan untuk berangkat lebih awal kekota X. Siska tidak ingin rencananya gagal.
Kembali kerumah sakit. Nai dibantu Dokter untuk berjalan di besi yang sudah disediakan. Rayyan dengan setia menemani Nai disana.
"Ayo mba Nai sedikit lagi" ujar Dokter dan perawat memberi Nai semangat
Setelah itu, Nai diberikan pujaan rileksasi agar semua otot kakinya lebih rilex.Setelah selesai Dokter yang bername tag Leo itu memberikan sedikit penjelasan,tentang kondisi kaki Nai saat ini.
"Kondisi kaki Nona saat ini sudah menunjukkan kemajuan dan mungkin tinggal 3 sampai 4 kali terapi lagi nona bisa berjalan seperti semula" jelas Dokter Leo
"Apa bisa cepat dari itu Dok? "
"Bisa lebih cepat kalau nona Nai optimis"
Senyum terukir dari bibi dua orang yang ada diruangan tersebut. Setelah selesai Rayyan kembali membantu Nai menuju loby. Karena mobil mereka telah terparkir di loby rumah sakit.
"Mas Ray... apa Nai boleh minta sesuatu? " tanya Nai
"Ada apa Nona" tanya Rayyan masih tetap mendorong kursi roda Nai
"Mas Ray jangan bilang sama siapa-siapa dulu ya tentang kondisi Nai" pinta Nai
"Memang kenapa nona, pasti keluarga nona akan bahagia dengar berita ini" tanya Rayyan penasaran
"Nai mau kasih mereka semua kejutan nanti saat Nai bisa jalan lagi" ujar Nai dengan wajah bebinar
Nai merasa beruntung,andai Nai tidak bertemu Kayla, mungkin saat ini Nai masih akan merasa terpuruk dengan kondisinya. Rayyan akhirnya mengantar Nai ke yayasan dimana Kayla ada disana.
"Kakak Nai....,Mas Ray... " Ujar Kayla bahagia
Nai yang di dorong rayyan mendekat kearah Kayla. "Kak Nai...., Mas Ray.... Kayla ada kabar baik" ujar Kayla antusias
"Kabar bahagia apa Kay, Kak Nai jadi nggak sabar mendengarnya" tanya Nai
__ADS_1
"Kakak tau Lukisan Nai ada yang mau beli dengan harga mahal loh, akhirnya Kay akan bisa membantu panti dan adik-adik panti" ujar Kayla
Ya.....Sesederhana itu impian Kayla.Kay yang sedari kecil tinggal di yayasan. Karena kedua orang tuanya meninggal. Ingin membantu adik-adik panti yang mengalami nasib yang sama dengannya.
"Kay juga ada hadiah buat kak Nai dan Mas Ray"
"Wah.... apa ya hadiah dari adik Mas Ray yang cantik ini jadi nggak sabar mau lihat" timpal Rayyan kepada Kayla
Rayyan membantu Kayla mendorong kursi rodanya sedangkan Nai mendorong sendiri kursi rodanya. Sampai di taman tempat biasa mereka menghabiskan waktu bersama.
Disana sudah berdiri dua kanvas yang telah diberi gambar yang mana dalam gambar itu Seorang pria sedang mendorong kursi roda seorang gadis. Lukisan itu begitu nyata,dan itu adalah gambar Rayyan yang sedang mendorong Nai dengan kursi roda ditaman yang indah. Sedangkan lukisan yang lain adalah gambar sepasang manuaia yang sedang duduk untuk menikmati matahari tenggelam,dan itu pun gambar Nai dan Rayyan.
"Sayang.... ini indah banget, kamu makin jagi ya melukisnya" ujar Nai
Rayyan mengambil satu lukisan, dimana sepasang manusia sedang menikmati matahari tenggelam.Senyum terbit dibibir Rayyan, dia membayangkan nanti saat Nai dapat berjalan Rayyan akan mengajak Nai menikmati matahari terbit dan tenggelam.
Ya.... Rayyan memang merasakan ada getaran aneh dihatinya setiap berada dekat dengan Nai, dan Rayyan merasakan rindu bilah tak melihat wajah Nai.Rayyan yakin dia sudah jatuh cinta pada sosok gadis itu.
"Lukisan ini satu buat Mas Ray, satu buat kak Nai" ujar Kayla
"Kenapa lukisannya berbeda? " tanya Rayyan penasaran
"Karena itu adalah harapan Kay.Kay ingin Kak Nai cepat bisa jalan lagi" jelas Kayla dengan wajah berbinar.
Setelah menghabiskan waktu seharian bersama Kayla. Nai dan Rayyan pulang kerumah.Tak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka sampai di halaman rumah Mila.
Nai mengucapkan salam saat didalam rumah. Rayyan membantu Nai hingga ruang keluarga Dimana semua orang sedang berkumpul.
"Kamu kenapa lama sayang? " tanya Mila sambil mengelus rambut Nai sayang
"Tadi Nai mampin keyayasan bun" jelas Nai
"Nai itu lukisan siapa? " tanya Renata yang melihat lukisan dipangkuan Nai
"Ini tadi Nai dikasih Kayla mba, sekarang Kayla udah jago ngelukis, sampai-sampai lukisannya dibeli dengan harga tinggi" jelas Nai
"Wah... hebat, lukisannya juga bagus banget" timpal Azizah
Setelahnya mereka kembali kekamar masing-masing sebelum makan malam.
**********************************************Malam ini segini dulu ya... besok bunda bakalan update lagi, jangan lupa like n komen ya dan yang penasaran dengan Visual semua pemeran bisa lihat di Fb bunda dengan nama "Abi Baim"
__ADS_1