Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Sepenggal Kisah Ibra


__ADS_3

Aku Ibra Bahari Nugraha, aku anak dari Bunda Mila dan Ayah Anto, tapi semenjak aku mengerti bahwa Ayah selalu menyakiti hati bunda, aku berjanji akan menjaga bunda dan adik- aduk selamanya.Sampai ayah Dewa datang, dan memberikan bunda cinta dan kasih sayang yang tulus.Tapi ayah Dewa bukan hanya mencintai bunda, tapi juga mencintai dan menyayangi aku dan adik- adikku.


Sejak saat itu aku selalu ingin menjadi seperti ayah Dewa.Aku ingin saat aku memiliki pasangan nanti, aku akan mencintai dan menyayanginya tulus.


Dan saat itu aku baru kuliah semester 3 selain berkuliah aku juga membantu ayah diperusahaan, sangat sulit bagiku menemukan teman, karena kesibukanku.Aku hanya mempunyai satu teman yaitu Bagas Purnama.Dia seorang anak dari Pengusaha Kuliner yang memiliki beberapa cabang rumah makan.


Aku dan Bagas sering mengerjakan tugas bersama, karena Bagas orang yang suka bergaul akhirnya aku dikenalkan dengan teman - temannya. Salah satunya Liona Rahayu yang ternyata, kami saru fakultas.Karena seringnya bertemu, aku dan Lona juga semakin dekat.


Bahkan kami sering belajar bersama, jika ada tugas yang kurang dia fahami.Aku yang saat itu baru pertama kali berdekatan dengan lawan jenis,menjadi sangat senang ,karena Lona begitu perhatian dan lembut tutur katanya.


Karena kedekatan kami akhirnya benih cinta itu muncul.Apalagi Lona sering sekali memberikan aku masakan yang dia masak sendiri.Aku memberanikan diri menyatakan Cinta padanya dan tanpa aku sangka dia juga mencintaiku.


Setelah kami resmi pacaran.Aku dan Lona selalu komitmen agar kami pacaran dengan sehat.Walau terkadang aku main ke Apartemennya,tapi pantang bagiku menyentuhnya.Aku selalu menyempatkan diri, mengajaknya jalan- jalan dan terkadang membelikan apa yang dia inginkan.


Aku senang karena Lona tidak pernah mengeluh tentang kesibukanku.Dia sangat mengerti, aku mempunyai tanggung jawab.Aku dan Lona sudah berpacaran selama 2 tahun, tapi aku belum pernah mengenalkannya kepada siapa pun termasuk ayah dan bunda.


Karena aku ingin nanti setelah selesai kuliah, akan memperkenalkan Lona sekaligus melamarnya. Saat setelah kami lulus kuliah, aku menyampaikan niatku kepada Lona, bahwa aku akan mengenalkan dia kepada orang tuaku dan akan segera melamarnya.


Tapi Lona menolak dengan alasan dia ingin lebih dulu bekerja, karena dia merasa sia- sia ijazahnya, kalau tak dipakai.Dan saat itu pun aku setuju. Aku dan Lona baik- baik saja,walau kami terkadang sama - sama sibuk, aku masih menyempatkan mengunjungi Apartemennya.Dan terkadang menemaninya berbelanja. Sampai saat dimana aku izin menemani bunda ke LA karena ayah kecelakaan.


Disana aku masih sering menghubunginya, begitu juga dengan Bagas temanku, walau saat itu kami sudah lulus kuliah.Lona yang selalu memberiku semangat membuatku tak pernah curiga dengan apapun.Begitu juga dengan bagas yang memberikan suport.

__ADS_1


Aku merasa bahagia mempunyai kekasih dan sahabat yang begitu baik.Hari itu aku sudah izin pada bunda untuk pulang terlebih dahulu, selain pekerjaan di LA sudah bisa aku selesaikan, aku juga mempunyai tanggu jawab yang besar pada perusahaan di Indonesia.


Dan setelah berpamitan pada bunda, dan pada ayah yang masih betah dalam tidurnya.Aku segera terbang menuju Indonesia.Membawa rasa rindu pada sang kekasih.


Aku pulang tanpa memberi tahu Lona, karena aku ingin memberinya kejutan dan aku juga sudah membawa hadiah yang sangat spesial buatnya.Aku tiba di Indonesia tepat pukul 3 dini hari. Aku segera pulang kerumah dan beristirahat.


Aku berencana besok pagi akan ke Apartemen Lona memberinya kejutan sekaligus ingin mengajaknya jalan- jalan, karena sudah lama kami tak pergi bersama.Kebetulan hari ini hari libur. Pagi menjelang dengan segera aku berangkat,walau hari masih menunjukkan pukul 6 pagi. tapi aku sudah tak sabar bertemu denfannya.


Aku membawa hadiah yang sengaja aku beli saat akan pulang ke Indonesia.Tak pemakan waktu lama.Aku sudah sampai di Apartemen Lona.Aku tau jam segini Lona pasti belum bangun, karena setiap hari libur Lona akan bangun siang.


Aku segera menuju unit Apartemen Lona.Karena aku tau paswordnya aku tak perlu membangunkannya.Setelah menekan beberapa angka, akhirnya pintu terbuka dan pemandangan yang pertama aku lihat adalah.


Baju dan sepatu yang berserakan dilantai.Hatiku sudah tak karuan. Aku menuju kamar dimana Lona tidur.Sampai didepan pintu aku segera masuk dan betapa terkejutnya aku saat melihat Lona dan Bagas bersama dalam satu selimut tanpa sehelai benang pun.


"Pakai bajumu aku ingn bicara" Kata Ibra dingin, dan segera meninggalkan Lona di kamar menuju ruang tamu.


Sedangkan Lona yang panik segera membangunkan Bagas dan bilang bahwa Ibra sedang menunggu.Bagas yang mendengar kedatangan Ibra terlihat santai dan melanjutkan tidurnya.sedangkan Lona segera memakai bajunya dan menemui Ibra.


Setelah berpakaian Lona keluar kamar menemui Ibra yang duduk dengan wajah datarnya.Ibra yang merasakan kedatangan Lona segera menoleh dan menyuruhnya duduk.


Tak ada amar yang Ibra keluarkan, hanya tatapan kecewa, pada kekasihnya.

__ADS_1


"Kenapa?" pertanyaan pertama yang Ibra keluarkan."Kenapa kamu lakukan itu Lona dan kenapa harus bagas?" tanya Ibra datar


"Kamu tanya aku kenapa, itu semua karena kamu Ibra, karena kamu yang terlalu munafik tak mau menyentuhku" hening


Ibra menarik nafas sejenak " Kamu tau Lona aku sangat mencintai dan menghargai kamu, karena itu aku tak mau berbuat lebih" jeda sejenak " Aku ingin kamu memberiku mahkotamu disaat malam pertama kita"


"Alah...Sudah lah Ibra, kamu hanya mencari alasan, aku juga sudah bosan banyak sekali peraturan dari keluargamu"


" Lona bukan kah ini sudah kita bahas sebelumnya,aku mempunyai tanggung jawab kepada ibuku juga adik- adikku, apalagi saat ini ayah sedang koma, mereka membutuhkan aku"


"Sudah lah Ibra aku capek pacaran sama kamu, Bagas lebih mengerti aku, Bagas juga bisa memuaskan aku, tidak seperti kamu" hardik Lona


"Baiklah Lona dulu aku memintamu menjadi kekasihku secara baik- baik, sekarang pun kamu akan aku lepaskan secara baik- baik"


"Ya sudah, aku nggak perduli" jawab Lona acuh


"Terima kasih Lona,selama beberapa tahun ini kamu sudah menemani hari- hariku, terima kasih atas pengalaman yang kamu kasih ke aku.Semua yang terjadi ini adalah pelajaran buatku ternyata ketulusan itu sulit didapat.Salam buat Bagas,semoga kamu bahagia bersama dia"


Setelah mengatakan itu Ibra segera meninggalkan Apartemen Lona.Hancur hati Ibra, begitu sangat dia menyayangi Lona.Tak ingin menyakiti Lona, tapi ternyata Lona lah yang memberinya rasa sakit.Dan Ibra berjanji, mulai saat ini dia hanya akan fokus pada bunda dan adik- adiknya.Maka pada saat Mila bertanya padanya tentang seorang pacar Ibra hanya bilang" Nanti kalau Ibra sudah ada Orang pertama yang tau adalah bunda".


Dan mulai hari itu Ibra selalu menutup diri dengan wanita mana pun.Karena Ibra meresa apa yang terjadi padanya, adalah karma yang didapat atas penghianatan Atno kepada Mila.

__ADS_1


Hari - hari berlalu Ibra hanya menyibukkan diri dengan pekerjaan, apalagi saat ini Dewa sudah tiada.Ibra merasa bunda dan adik- adiknya lebih memerluka Ibra, sehingga Ibra tidak boleh terpuruk, hanya karena satu wanita.Tapi Masih Adakah Cinta yang tulus untuk Ibra.Mungkin suatu saat nanti, yang penting saat ini bagi Ibra adalah menjadi kuat untuk bubda dan adik- adiknya.


__ADS_2