Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Kehilangan orang yang paling kita sayang merupakan pukulan terberat bagi Ibra. Namun permintaan sang bunda membuat Ibra harus bangkit. Banyak yang masih membutuhkan dirinya, terutama wanita yang saat ini berada dalam pelukannya saat ini.


" Maafkan Abang,karena terlalu terpuruk kehilangan bunda, hingga Abang melupakan kamu. Abang janji akan bertahan hingga raga ini tak mampu lagi" gumam Ibra mengeratkan pelukannya pada Azizah sang istri


Ibra mulai bangkit, walaupun perusahaan di kelola oleh AL. Namun Ibra masih terus memantau perkembangannya.


Sedangkan AL selalu membuat gebrakan baru, sehingga membuat perusahaan bertambah maju di tangannya. Duka masih ada,namun hidup harus tetap berjalan. Azizah dengan setia masih menemani Ibra. Begitu juga dengan Renata. Aras anak dari Nai pun sudah mulai terjun kedunia bisnis, belajar dari sang kakak, juga dari sang ayah membuat Atas mulai menunjukkan perkembangannya. Fariz pun tidak ketinggalan,walau usia yang masih sangat muda tidak membuat dirinya malas untuk belajar. Pengalaman dari sang ayah, yang di hianati oleh orang terdekat, membuat Fariz lebih peka dan teliti lagi dalam menilai seseorang.


Sedangkan Lea satu-satunya Wanita di keluarga Nugraha,yang memimpin perusahaan besar,tidak membuatnya kalah dari saudara laki-lakinya. Sedangkan untuk Alisa, Aurel mereka masih terlalu santai,namun usaha yang mereka pegang juga tak kalah maju. Sedangkan Ziva yang tak ingin kalah dari saudaranya. Ziva ingin meneruskan rumah sakit milik Izar, membuatnya giat belajar. Ziva ingin menjadi dokter anak.


Semua kini tengah berkumpul di kediaman Mila. Karena selain weekend,mereka juga akan membicarakan mengenai pengajian untuk sang bunda yang akan diadakan pekan depan. Memang tidak terasa tiga bulan sudah Mila meninggalkan mereka.


Namun kebiasaan yang Mila bangun tidak akan pernah berubah. Dulu sedari Ibra kecil, Mila membiasakan Waktu libur,akan mereka pergunakan untuk berkumpul, hingga bersama Dewa pun kebiasaan itu tetap terjaga. Karena keluarga diatas segalanya.


Selesai sarapan Ibra,Izar,Nai,Azza, Azizah,Renata, Rayyan dan Zyan berkumpul di ruang keluarga. AL,Aras dan Fariz mereka gym di tempat yang telah di sediakan, sedangkan Lea, Aurel,Alisa dan Ziva mereka menonton Drakor kesayangan mereka, Di Bioskop Mini yang sengaja Ibra bangun untuk anak-anaknya.


Tak lama Galen datang bersama Rury, Cellin serta Gala. Gala segera bergabung bersama Al dan yang lain, begitu juga Cellin. Sedangkan Galen dan Rury bergabung bersama para saudara lainnya. Semenjak Gio berpulang Galen pun memilih untuk tinggal di kediaman sang mama.


" Bang... jadi kita buat pengajian untuk Tante Mila?" tanya Galen


" Jadi, kamu mau buat sendiri buat Tante Fatma atau gabung?" tanya Ibra

__ADS_1


" Gabung aja bang mba Luna tidak bisa pulang karena suaminya harus bolak-balik ke rumah sakit" jelas Galen


" Ya sudah... nggak apa-apa,Sama aja yang penting doanya" ujar Izar


" Bagaimana perusahaan kamu Gak, apa Gala bisa mulai belajar?" tanya Ibra


" Kayaknya karma Gue bang,dulu Gue malas banget ngurus perusahaan, Gala pun begitu sekarang, maka aku terkadang minta bantuan AL" jawab Galen


Sedangkan para wanita hanya menggelengkan kepalanya. Gala memang salinan Galen. Membuat Rury terkadang harus ekstra sabar menghadapi suami dan anaknya yang sama-sama mau menang sendiri.


Namun Gala akan menurut Jika Ibra atau AL yang bicara, sama seperti Galen dulu, Dewa lah yang dia dengar di bandingkan Gio sang ayah . Selesai berbincang para wanita bergegas ke dapur memasak makan siang. Dan para pria kembali melanjutkan pembicaraannya tentang bisnis.


Sedangkan di ruang Gym, kini mereka telah selesai, semua bergegas membersihkan diri. Para gadis masih asik dengan drama Koreanya. Sudah banyak tissue dan makanan ringan yang habis selama mereka menonton. Mereka bukan tidak di izinkan untuk pergi keluar


" Lain kali kalau mau nonton jangan film yang sedih,Kayak kita Dong kalau nonton Film Marvell" ujar Gala


Setelahnya mereka makan siang dalam hening. Selesai makan siang mereka semua beristirahat. Anak perempuan berencana akan ke mall. Sedangkan anak laki-laki ingin bermain footsal .


* * * * * *


Hari berganti, hari ini AL di sibukkan dengan beberapa metting yang akan dilakukan di luar. Bryan yang di tugaskan Al untuk metting di salah satu hotel ternama. Sedangkan Al terpaksa mengajak Bunga sebagai sekertarisnya.

__ADS_1


Bunga mengikuti semua perintah Al, walau terkadang menjengkelkan. Namun bayangan mendapatkan bonus besar membuatnya, harus tahan dengan sikap semena-mena sang atasan. Namun jika teringat adik-adiknya, membuat Bunga kembali bersemangat.


Bunga seorang gadis yatim piatu yang tinggal di sebuah panti asuhan. Orang yang dia panggil Ibu kemarin adalah ibu pemilik panti,sedangkan laki-laki yang terpaksa harus di rawat itu, adalah suami dari ibu pemilik panti.


AL dan Bunga berada di luar hingga pukul16.30 sore. Kini mereka tengah di jalan menuju kantor Setelah metting terakhir. Di tengah perjalanan sang mama meminta AL untuk membelikan cake kesukaan sang papa.


Sampai di kantor, AL meminta salinan hasil metting tadi di kirim ke email miliknya. Setelahnya AL dan Bunga bersiap untuk segera pulang.


Dengan motor bututnya. Bunga mengendarai motor hingga menuju ke kosan, tempat dimana dia tinggal selama dia bekerja di perusahaan AL.


Sedangkan Al baru saja memasuki rumah. Di ruang keluarga tampaklah Ibra dan Azizah, sedang menonton televisi.


Dari kejauhan Al melihat kebahagiaan kedua orang tuanya. Suatu saat Al ingin merasakan apa Yang kedua orang tuanya rasakan. Mendapatkan cinta tulus dari seorang wanita,tanpa melihat siapa dirinya. Namun semua itu belum AL dapatkan, karena semua wanita yang mendekatinya hanya melihat dari seberapa banyak uang di ATM Miliknya.


Ibra dan Azizah pernah bertanya. Namun mereka bukan orang yang kolot, sehingga membebaskan anak-anaknya hidup dengan pilihan mereka masing-masing. Tugas orang tua hanya membimbing dan memberi tau jika ada kesalahan.


Al meminta salah satu ART memotong cake yang dia bawa tadi. Sedangkan AL mendekati kedua orang tuanya. Azizah yang melihat kedatangan sang anak, menyambutnya dengan senyum. Walau AL sudah dewasa dan pantas berumah tangga. Namun terkadang Azizah masih menganggapnya baby kecilnya.


" Bagaimana hari ini bang?" tanya Ibra mengalihkan pandangannya kepada AL


" Kita mendapatkan proyek yang bagus pa, Tinggal eksekusi, dengan para yang lain" jawab AL

__ADS_1


" Sudah sana mandi dulu, kalian kalau bicara terkadang nggak ingat waktu" ujar Azizah


Al segera berdiri, berjalan menuju kamar untuk membersihkan diri.


__ADS_2