
Pagi hari menyapa,namun ada yang berbeda dengan hari ini,kenapa? Karena semua para pekerja dirumah Mila wajib memakai minyak kayu putih atau minyak telon juga bedak baby.Dan dilarang makai parfum.Siapa lagi biangnya kalau bukan Ibra.
Tadi pagi saat bangun tidur, Ibra melakukan aktifitas seperti biasa.Dia akan lari pagi keliling komplek.Namun pagi ini Ibra lari pagi bersama Azizah sang istri.Sebenarnya Azizah menolak,karena ingin menyiapkan sarapan,namun melihat mata ibra yang berkaca-kaca Azizah merasa kasihan, dan akhirnya mengikuti Ibra untuk lari pagi.Namun baru setengah jalan Ibra merasakan badannya sedikit kurang sehat,Ibra merasa badannya lemas dan kepalanya pusing,muka yang pucat membuat Azizah memintanya untuk pulang kerumah.Namun baru sampai gerbang Ibra memuntahkan Isi perutnya,karena saat satpam yang menjaga rumahnya ingin membantu membawa Ibra menggunakan parfum yang menyengat,membuatnya bertambah mual dan pusing.Akhirnya Azizah sendiri yang membantu Ibra untuk masuk kedalam rumah.Dan saat didalam rumah Ibra kembali ingin memuntahkan isi perutnya.Segera Ibra lari kearah wastafel dan memuntahkan kembali isi perutnya walau hanya air.
Mila yang mendengar keributan diluar segera keluar dari kamarnya begitu pula Nai,Izar,dan Azza.
"Kamu kenapa bang kok muntah-muntah muka kamu juga pucat bang?"tanya Mila "Ibra kenapa Zah kok muntah- munta begitu dia makan apa"tanya Mila lagi kini padad Azizah karena tadi Ibra tak menjawab pertanyaannya.
"Zizah nggak tau bun,tadi abang ajak Zizah lari pagi,tapi baru setengah jalan abang merasa badannya lemas,kepalanya pusing jadi Azizah ajak pulang.Tapi pas sampai gerbang abang muntah-muntah,waktu satpam mau bantu Zizah bawa abang kedalam.Kata abang parfum pak Beno baunya aneh.Dan abang meminta semua pekerja untuk memakai minyak telon atau minyak kayu putih juga bedak bayi".jelas Azizah panjang lebar.
Izar yang sudah membawa alatnya segera memeriksa keadaan Ibra.Dan menyarankan Ibra untuk beristirahat saja dirumah sampai keadaannya pulih.Mila yang penasaran bertanya memang Ibra sakit apa,Izar bilang hanya kelelahan.
Dan hal ini berlangsung setiap hari.Bukan hanya dirumah Ibra berbuat seperti itu,bahkan dikantor Romi sampai mengumpat kelakuan Ibra, bagaimana tidak semua staf tidak ada yang boleh memakai parfum jenis apapun, kecuali minyak kayu putih atau minyak telon juga bedak bayi.
Dan yang lebih membuat Romi kesal,saat Ibra memintanya mencari buah durian yang langsung dari pohonnya.Gisel sang sekertaris pun tak kalah kesal kepada sang bos.Bagaimana tidak satu hari ini dia harus bolak balik keruangann sang atasan karena teh hangat yang dia pinta selalu tak sesuai dengan yang Gisel buat,padahal setiap hari Gisel lah yang membuat atasannya itu minuman.
"Mas Romi... Bos kenapa sih tingkahnya aneh banget,kaki aku rasanya mau copot nih dari tadi susah 15 kali aku bolak balik buat teh.Bos bilang kemanisanlah,terlalu tawarlah, warnanya kehitamanlah,waenanya kepucatan dan masih banyak lagi mas Romi" ujar Gisel kesal
"Kamu masih mending Gi, lah aku pakek disuruh cari durian langsung dari pohonnya,dimana aku harus cari" keluh Romi
Namun saat mereka berdiuasedang berkeluh kesah,tiba- tiba Ibra datang dan mengejutkan mereka.
"Jadi begini ya... kalian dibelakang aku, nggak suka ya kalau aku suruh- suruh" ujar Ibra kesal
__ADS_1
"Eh....eh... Enggak bos bukan begitu yakan Gi" tanya Romi pada Gisel mengharap dukungan
"I...iya pak kami mau ko...."belum selesai Gisel berkata Ibra sudah lebih dulu memotongnya
"Kalian berdua nggak dapat bonus bulan ini" kata Ibra langsung kembali keruangannya
"Ya...ya jangan dong bos" ujar mereka kompak tapi Ibra tetap masuk keruangannya
Akhirnya Romi dan Gisel masuk keruangannya masing- masing dengan langkah gontai.
Namun baru saja mereka akan duduk,teriakan dari Ibra membuat mereka masuk kedalam ruangan Ibra dengan cepat.
"Ada apa bos " tanya Romi dengan nafas tersengal karena berlari
"Mengerti bos" jawab mereka serempak dan segera melaksanakan perintah Ibra, walau masih komat kamit.
Satu jam kemudian Romi dan Gisel masuk kedalam ruangan Ibra dengan membawa rujak dan jus mangga pesanan Ibra. Ibra yang sedang Fokus dengan file ditangannya tidak menghiraukan kedatangan mereka.Tapi saat Romi dan Gisrl akan keluar dari ruangan Ibra menahannya dan bertanya apakah buahnya sudah dicuci 7 kali dan mereka menjawab lupa menghitungnya.Namun saat Ibra akan protes terdengar suara ketukan pintu.Pahal Roni dan Gisel sudah bersiap dapat semprotan dari sang bos.
Azizah hari ini entah kenapa ingin sekalu mengunjungi sang suami dan membawakan bekal makan siang,makanan kesukaan sang suami.Setelah menyelesaikan acara memasak Azizah pun bersiap- siap untuk berangkat menuju kantor Ibra.Saat dibawa Azizah bertemu dengan Mila yang sedang asik menonton televisi bersama bi Asih dan bi Mina juga Siti.Memang Mila tidak pernah membedakan mereka.
"Bunda Zizah izin ya mau ngantar makan siang buat abang" ujar Azizah sambil mencium punggung tangan Mila,bi Asih dan bi Mina.Dulu awalnya Asih dan Mina menolak namun karena Ibra dan Mila memberi Izin ya jadi sampai sekarang mereka menerima.
"Iya sayang hati- hati ya,kamu diantar pak ujang kan"
__ADS_1
"Iya bunda, Zizah pergi dulu ya Assalamualaikum"
"Waalaikum salam " jawab mereka semua
Tak memerlukan waktu lama Azizah sudah sampai dikantor sang suami, semua orang menunduk hormat kepadanya.Mereka senang kalau Azizah berkunjung kekantor, karena mood sang bos akan langsung baik jika ada Azizah.Setelah masuk dedalam lift Azizah menekan tombol untuk keruangan sang suami.
Sampai didekat ruangan suaminya,Azizah tidak melihat Gisel maupun Romi.Azizah segera mengetuk pintu, dan masuk kedalam ruangan sang suami, yang baru akan melayangkan protes kepada Gisel dan Romi.Romi dan Gisel yang tadi sempat takut melihat wajah sang bos menjadi lega.
"Sayang kamu datang" ujar Ibra dengan mata berbinar seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru.
"Mereka kenapa mas, kok mukanya pada tegang?" tanya Azizah
Namun beda halnya dengan Ibra, Romi dan Gisel merasa Azizah adalah malaikat penyelamat mereka.Ya tadi mereka sudah pasrah kena omelan sang bos, tapi berkat kedatangan Azizah akhirnya mereka selamat.
"Aku kesel sama mereka sayang, tadikan aku pesan Rujak dan jus mangga buahnya harus dicuci 7 kali.Tapi tadi pas aku tanya mereka bilang lupa menghitungnya".Adu Ibra dengan wajah sedihnya
Sedangkan Azizah hanya bisa melongo dengan tingkah laku sang suami.Namun juga kasihan melihat Romi dan Gisel.Akhirnya Azizah meminta mereka untuk keluar.
Sampai diluar Romi dan Gisel tetsenyum penuh kemenangan bagaimana tidak, selama Azizah ada didalam bersama bos mereka akan absen dari perintah yang menurut mereka absurd.
"Untuk ada Nyonya Azizah kalau nggak habis kita" kata Romi sambil mengelus dadanya
"Iya... mas Romi kalau terlambat sedikit saja, kita pasti akan dapat tugas aneh yang lain" tambah Gisel
__ADS_1
Akhirnya mereka bernafas lega, dan kembali keruangan masing- masing, dengan hati bahagia lepas dari sang bos.