Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Malam ini Rayyan memutuskan untuk pulang kerumah dan menginap disana. Karena sang mommy memintanya, sudah lama Rayyan tak pulang kerumah dan menginap.


Rayyan sampai dikediaman Marco tepat sebelum makan malam. Setelah membersihkan diri Rayyan segera turun menuju ruang makan dimana sang mommy sudah menunggunya.


Jelita sudah memasak makanan kesukaan Rayyan. Semenjak Marco dipenjara baru, kali ini Rayyan melihat senyum diwajah sang mama.


"Ray... makan yang banyak mommy sengaja memasak makanan kesukaan kamu" ujar Jelita sambil menyendokkan nasi dan lauk ke piring Rayyan.


" Mom apa mommy bahagia,tanpa daddy? " tanya Rayyan


Jelita menghentikan aktivitasnya, menatap Rayyan dan menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan sang anak.


" Ray... 28 tahun kami bersama, selama itu tak pernah sekali pun daddy mencintai mommy, namun sejak mommy menikah dengan daddy kamu semenjak itu rasa cinta mommy, mommy berikan pada daddy kamu, walaupun daddy tak pernah membalasnya" Jelita menghela nafas sejenak


" Mommy tak bisa pungkiri ada rasa sakit yang mommy rasakan selama ini bukan hanya batin tapi juga fisik.Tapi cinta itu begitu kuat, sehingga saat daddymu seperti saat ini mommy merasa sedih.Tapi tak bisa mommy pungkiri daddy harus mempertanggung jawabkan semuanya. Dia telah membuat seorang wanita menjadi janda, dia membuat seorang wanita hampir kehilangan nyawanya, dia yang membuat seorang gadis hampir kehilangan kedua kakinya. Jadi mommy terima, jika mommy pun harus ikut terhukum berpisah dari daddymu" Jelas Jelita panjang lebar


" Kalau ditanya apa mommy bahagia, jawabannya adalah tidak, tapi mommy masih ada kamu, untuk kamu mommy akan bahagia" tambah Jelita


Setelah pembicaraan panjang itu mereka melanjutkan makan malam, walau semua terasa hambar. Setelah selesai Rayyan memilih masuk kedalam kamarnya begitu juga Jelita.


Didalam kamar Jelita kembali menangis. Jelita sudah mencoba untuk tidak menangis, namun pertanyaan Rayyan tadi membuatnya sesak, dan tak dapat menahan air matanya.


" Mba Dara, segitu besarnya rasa cinta mas Marco kepada mba, hingga waktu 28 tahun tidak cukup untuk membuatnya mencintai aku mba, cinta itu sepenuhnya hanya milik kamu, dari dahulu hingga sekarang, hanya nama kamu yang dia sebut bahkan saat dia meminta haknya kepadaku mba, kamu tidak salah, aku yang bersalah atas kesakitan ini, karena aku tau dia tidak pernah mencintai aku tidak akan pernah, tapi aku terus bertahan demi Rayyan. Dan saat ini pun, disaat dia dipinjara tetap hanya kamu yang dia ingat" gumam Jelita pada sebuah foto yang Jelita temukan diruang kerja Marco.


Sedangkan Rayyan dikamarnya saat ini sedang termenung. Fikirannya kembali ke kejadian tadi siang.


" Nai haruskah aku jujur dengan kamu, apakah kamu akan membenciku, karena daddy yang telah membuatmu lumpuh kemarin? "


Lama Rayyan termenung, hingga kantuk menyerang dan dia terlelap, menuju alam mimpi.

__ADS_1


Sedangkan dikediaman Mila. Setelah pulang dari butik Nai langsung masuk kedalam kamar dan membersihkan diri. Selesai membersihkan diri, Nai segera mengeringkan rambutnya menggunakan hairdrayer.


Tak lama pintu kamarnya diketuk.Setelah mendengar jawaban dari Nai Mila segera masuk kedalam kamar Nai.


" Sayang pasti kamu lelah sekali ya? " tanya Mila setelah duduk ditepi kasur


" Sedikit bun, tapi semua terbayar setelah klien nanti puas dengan hasilnya" jawabnya dengan tersenyum


" Nai apa boleh bunda tanya? "


"Tanya aja bun, kenapa harus bertanya boleh atau nggak" jawab Nai sambil baring di pangkuan sang bunda


Mila mengelus kepala sang anak,yang sekarang sudah dewasa." Nai.. apa tidak ada seorang pria yang Nai suka? " tanya Mila


Nai yang mendapat pertanyaan seperti itu dari sang bunda terdiam. Namun dalam hati dia berkata" Ada bun, tapi dia daudah mempunyai gadis impiannya sendiri"


Mila yang melihat anaknya tertidur segera membenahi posisi Nai agar lebih nyaman, tak lupa mila menarik selimut dan mengatur suhu ruangan. Setelahnya Mila segera meninggalkan kamar sang anak.


Sedangkan Nai, setelah sang bunda keluar dari kamarnya, Nai segera membuka mata, kembali teringat, bagaimana gadis cantik itu menggenggam tangan Ray dan bagaimana dekatnya mereka. Merasa lelah dengan fikirannya Nai mencoba memejamkan matanya.


Ditempat yang berbeda tepatnya di kediaman Suseno.Saat ini Clara sedang duduk bersama kedua orang tuanya. Mereka sedang membicarakan tentang kerja sama mereka dengan perusahaan Rayyan.


" Bagaimana Cla, apa kerja sama kita berjalan lancar? " tanya tuan Suseno


" Belum pa soalnya sangat sulit untuk meyakinkan Rayyan" jelas Clara.


" Kamu ini masak begitu aja kamu nggak bisa, kamu kan bisa merayu Rayyan supaya bisa menerima kerja sama ini" ujar tuan Suseno marah


" Bagaimana mau meraya pa, waktu ada on Marco aja dia cuek dengan Cla apa lagi sekarang, pertunangan yang sudah direncanakan Om Marco saja dibatalkan" jelas Clara

__ADS_1


" Sialnya sekarang Marco, menjadi depresi kalau tidak papa akan mendesaknya untuk menepati janjinya untuk menjadikan kamu menantu keluarga Wiliam" ujar tuan Suseno


" Mas sih kemarin saat Marco masih waras nggak minta jaminan, agar pertunangan itu tetap harus belangsung apapun yang terjadi" jelas nyonya Suseno


"Pokoknya papa nggak mau tau kamu harua bisa membuat Rayyan, menandatangani kerja sama itu, dan kalau bisa kamu harus masuk menjadi menantu keluarga Wiliam"Ujar tuan Suseno


Clara wanita yang berambisi, yang akan menghalalkan segala cara agar bisa sampai ketujuannya. Sebenarnya Clara sudah memiliki rencana untuk menjebak Rayyan tapi, belum terlaksana,karena sangat sulit mendekati Rayyan selama Teo disampingnya.


Saat makan siang tadi saja tak jauh dari mereka ada Teo yang ikut makan siang bersama. Hanya saja Nai tidak mengenal Teo, jadi dia tidak tau kalau Rayyan tidak hanya berdua tapi juga ada Teo.


Hari ini adalah hari yang sibuk buat Azza bagaimana tidak 2 hari lagi kafenya akan digunakan untuk acara pertunangan. Nai juga meminta kepada Azza agar dekorasinya sesuai dengan pakaian yang Nai buat.


Azza dan Nai bekerja sama agar klien mereka puas. Karena kesibukannya Nai lupa dengan apa yang dia rasakan. Karena tepat seminggu yang lalu dia kembali bertemu dengan Rayyan, yang saat itu sedang makan siang direstoran yang sama. Rayyan mencoba meminta Nai untuk berbicara tapi, Nai segera meninggalkannya sebelum mendengarkan penjelasan Rayyan.


Azza selalu meminta pendapat dari sang kakak. Nai juga meminta Kayla membuat lukisan, untuk kedua orang yang akan bertunangan.Pasangan itu sangat puas saat mengecek persiapan acara mereka.


" Mba... boleh tanya siapa ya yang buat lukisan ini" tanya Putri sang wanita


" Oh namanya Kayla, ada apa ya mba? " jawab Azza


" Apa bisa saya meminta alamatnya"tanya Putri


" Boleh mba, tunggu saya tanya kak Nai dulu ya" ujar Azza


Setelah beberapa saat menghubungi sang kakak,akhirnya Azza memberika alamat yayasan tempat Kayla tinggal.


##############################


Aduh maaf ya mungkin cerita malam ini nggak asik.Karena bunda harus tetap update, sedangkan darah tinggi bunda kambuh. Jadi ya agak kurang apa ya. Tolong bantu like n komen ya biar bunda tambah semangat. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2