
Rayyan tidak berhenti memandangi wajah cantik Nai yang sedang tersenyum. Nai yang sedang asik berbagi cerita dengan Kayla pun, tak mengetahui kalau sang supir memperhatikannya.
"Kakak apa kak Nai mau ngajarin Kay gambar?" tanya Kayla saat melihat Nai menggoreskan kuas diatas sebuah kanvas.
"Kayla mau belajar menggambar? " tanya Nai dan di jawab anggukan antusias Kayla "Baiklah nanti Kakak Nai akan ajarkan Kay buat gambar" ujar Nai dan disambut wajah berbinar Kayla.
Nai sangat bahagia bisa mengenai Kayla. Dari Kayla, Nai banyak belajar. Bahwa kita harus selalu bersyukur, dengan apa yang kita dapat dan kita miliki. Dari Kayla Nai belajar bahwa Allah sangat menyayangi orang-orang yang sabar, saat ujian itu datang pada mereka.
Sudah 30 menit berlalu, akhirnya Nai sudah selesai melukis Kayla dan kedua orang tuanya. Nai melihat ada kegetiran yang tergambar diwajah Kayla. Tapi Kayla tutupi dengan senyum bahagia. Seolah dia tidak apa-apa.
Nai segera memeluk Kayla menyalurkan rasa sayang sebagai seorang kakak pada adiknya.
"Kay.... kapan-kapan kak Nai akan ajak adik kakak kal Azza kemari, dia pasri senang berkenalan dengan kamu" ujar Nai
Tak terasa hari sudah menunjukkan jam 3 sore.Nai berpamitan pada pengurus yayasan, juga pada Kayla, dan berjanji akan datang untuk mengajarkan Kayla melukis.
Rayyan kembali membantu sang nona untuk masuk kedalam mobil. Setelah selesai Rayyan pun masuk kedalam mobil dan menjalankan mobil menuju rumah. Namun ketika diperjalanan,Nai meminta pada Rayyan untuk berhenti disebuah mall.Nai ingin memberikan baby AL sebuah hadiah.
" Mmmm..... Mas Rayyan "panggil Nai ragu
"Ya.. ada apa nona, anda mau sesuatu? " tanya Rayyan
"Apa mas Rayyan bisa temani Nai ke mall, Nai mau beli seauatu buat baby AL? "
"Baik nona" ujar Rayyan
"Tapi apa mas Ray nggak akan malu dan apa pacar mas nggak marah? " tanya Nai polos
Rayyan yang mendengar perkataan Nai, sedikit tertawa. Setelah bisa menahannya Rayyan menjawab pertanyaan dari Nai.
"Pertama itu sudah kewajiban saya mengantar dan menemani nona, yang kedua saya ngga punya pacar" jelas Rayyan
Mereka sampai di mall yang mereka tuju.Rayyan membantu Nai dan mendorong kursi Roda nai. Mereka yang melihat Rayyan yang berjalan sambil mendorong kursi roda Nai, mengira mereka adalah sepasang kekasih. Yang laki-laki tampan,karena hari ini Rayyan menggunakan aoutfit yang membuat kaum hawa terpesona dan yang perempuan cantik,karena Nai hari ini pun memakai aoutfit yang membuat kaum hawa terpesona,walau pun Nai saat ini berada dikursi roda.
__ADS_1
"Mas kita ketoko pakaian anak ya" pinta Nai yang dijawab anggukan oleh Rayyan.
Didalam toko Nai banya meminta pendapat pada Rayyan. Mereka seperti sepasang kekasih yang saling berdebat, namun pada akhirnya Rayyan mengikuti pilihan sang nona.
Diperusahaan keluarga Wiliam, Marco begitu marah,karena tak menemukan sang anak diruang kerjanya. Tadi Marco mendapat laporan dari anak buahnya, bahwa Rayyan sedang bersama Nai, anak dari Mila orang yang Marco benci.
Teo yang mengetahui kedatangan Marco, segera mendatanginya diruangan Rayyan. Kedatangan Teo membuat kekesalan Marco pada sang putra memuncak. Marco yang sangat mengenal sifat Marco,hanya diam mendengarkan kemarahan Marco.
"Teo... tolong kamu bilang Rayyan agar menemui saya dirumah" ujar Marco pada Teo
"Baik tuan" jawab marco
Setelah mendengar jawaban Teo,Marco meninggalkan ruangan Rayyan masih dengan amarahnya. Marco tidak habis fikir dengan sang anak. Entah kenapa Marco masih saja dalam pemikirannya sendiri.
Teo segera menghubung Rayyan dan menyampaikan pesan dari daddy tuannya.Rayyan yang menerima panggilan dari Teo tampak kesal. Apalagi saat mendengar perintah sang daddy untuk pulang.
Rayyan Dan Nai akhirnya sampai dirumah, setelah menemani Nai keliling mall. Ya... Nai mulai kembali seperti dulu.Nai yanh ceria, Nai yang mudah berteman semua itu semenjak kenal dengan Kayla,bocah 10 tahun yang begitu tegar menghadapi cobaan yang datang berubi-tubi padanya.
"Baby AL lihat aunty Nai bawain apa buat baby" ujar Nai menampilkan senyumnya
"Makasih aunty Nai" Ujar Azizah menirukan suara bayi
"Ih... Nai pilih kasih kenapa babynya mbak Rena nggak dikasih" ujar Renata memasang wajah cemberut
"Ih... mba Rena kan babynya belum keluar" jawab Nai "
Nanti deh... kalau babynya lahir Nai belikan yang banyak" ujar Nai
Ibra mengajak Om Gio dan Galen untuk menuju ruang kerjanya, ada yang ingin mengenai diakuaikan tentang perusahaan.
Setelah duduk disofat diruang kerja Ibra,Gio bertanya tentang, perkembangan kasus kecelakaan Mila. Saat akan menjawab Izar menyusul masuk keruang kerja Ibra.
"Bagaimana bang sudah dapat buktinya? " tanua Gio
__ADS_1
"Apa om kenal dengan orang bernama Marco Wilyam?" tanya Ibra
Gio menyerikan dahinya. Sambil mengingat nama yang baru saja Ibra sebutkan. Dan Gio akhirnya menggeleng.
"Memang kenapa dengannya bang ?" tanya Galen penasaran
"Dia adalah dalang dari semuanya, dalang dari kecelakaan yang terjadi di LA, dan kecelakaan pada bunda" jelas Ibra
Setelah lama berbincang masalah kecelakaan dan masalah perusahaan akhirnya mereka keluar dari ruang kerja Ibra. Dan mereka memutuskan kembali kekamar masing-masing.
Sedangkan ditempat yang berbeda tepatnya dikediaman Marco. Rayyan yang baru saja tiba dirumah orang tuanya, melihat sang mommy menyambut kedatangannya. Namun saat dia dan Jesica berjalan keruang tengah, mereka disambut tatapan tajam Marco.
Dan terjadilah perdebatan kedua lelaki berbeda usia itu. Marco tidak suka kalau Rayyan membantu Nai. Sedangkan Rayyan tidak mau mengikuti perkataan sang daddy.
Rayyan memilih meninggalkan rumah orang tuanya dan kembali keapartemennya. Karena Rayyan merasa disanalah tempat ternyamannya.
Setelah sampai dikamar apartemenya Rayyan bergegas membersihkan diri. Tak sampai 30 menit Rayyan sudah keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melingkar dipinggangnya.
Rayyan segera mengganti pakaiannya dan naik ke atas tempat tidurnya. Sebelum tidur Rayyan mengingat kembali moment kebersamaannya hari ini bersama Nai dan itu bagaikan dongeng pengantar tidur buat Rayyan.
Hari-hari berlalu, Nai sudah kembali pada aktifitas yang biasa dia kerjakan. Nai juga sudah mulai menjalani terapi dengan Dokter yang Rayyan kirimkan. Nai juga masih serung bertemu dengan Kayla dan Kayla pun sudah pandai melukis.
Kandungan Renata sudah memasuki bulan ke 4.Rencananya akhir pekan ini, orang tua Renata ingin melakukan acara pengajian 4 bulanan kandungan Renata. Sebenarnya Mila yang akan mengadakannya.Namun melihat antusias orang tua Renata menyambut cucu pertama mereka, membuat Mila mengalah. Toh bagi Mila sama saja siapa yang mengadakannya. Karena bagi mereka yang penting doanya.
Siska yang mendengar berita kehamilan Renata begitu marah. Bagi Siska seharusnya, dialah yang berada diposisi Renata. Namun Siska tak bisa berbuat apapun untuk saat ini, karena Renata dijaga ketat oleh pengawal yang dipekerjakan Izar untuk menjaga Renata.
Acara pengajian 4 bulan Renata berjalan dengan lancar.Kedua keluarga tak sabar menantikan kelahiran cucu mereka.
Namun ada sedikit rasa iri mengganjal dihati seorang ibu. Dia adalah Fatma bagaimana tidak,Sampai saat ini sang anak belum juga menikah. Dan hal itu membuat Fatma sedikit sedih dan Mila kembali memberi saran kepada Fatma.
Disudut tempat seorang pemuda sedang diam-diam memperhatikan seorang gadis. Gadis yang beberapa bulan ini menjadi sekertarisnya. Sekertaris yang selalu membantah ucapan sang atasan. Sekertaris yang berani memarahi sang bos ketika sang bos melakukan kesalahan.Dan yang paling penting dia adalah seorang gadis yang tidak terpikat oleh pesona seorang Galen putra Nugraha.Gadis itu adalah Rury.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=Malam ini sampai disini dulu ya.Bagi yang ingin tau Visual dari pemeran Mila, Dewa dan Dara bisa lihat di Fb binda ya Abi Baim. Dan jangan lupa like n komen ya.
__ADS_1