
"Baiklah Om mulai besok Galen akan membantu Ibra disini, dan nanti kita akan urus tikus-tikus penghianat itu" jawab Ibra dengan seringai menyeramkan tanpa sadar
Gio yang melihat itu, begitu terkejut, karena selama ini dia tidak pernah melihat Ibra seperti itu.Sedangkan Galen tidak heran karena, dibalik sifat Galen yang tidak pernah serius dia adalah orang yang paling kejam,Ibra dan Galen sama- sama menutupi Sifat mereka, begitupun dengan Izar yang terlihat tenang.Mereka akan berubah jika ada orang yang mengusik keluarga mereka.
Setelah berbincang- bincang, Ibra mengajak Gio dan Galen untuk makan siang bersama.Saat keluar dari ruangan, mereka berpapasan dengan Romi yang akan masuk kedalam ruangan Ibra.
"Ada apa Rom, saya akan makan siang bersama Om Gio dan Galen".
"Tidak bos, saya hanya ingin mengantarkan berkas ini" tunjuk Romi pada map yang ada ditangannya.
"Baiklah letakkan saja diatas meja dan kamu juga bisa istirahat makan siang" perintah Ibra
Setelah itu Ibra, om Gio dan Galen berjalan menuju loby mereka akan makan direstoran dekat kantor.Mereka pergi dengan menggunakan mobil sendiri.Tidak memerlukan waktu lama mereka telah sampai direstoran yang dituju.
Setelah mereka masuk dan memesan makanan, mereka berbincang mengenai pernikahan Ibra.
"Bagaimana dengan persiapan pernikahan kamu Ibra" tanya Gio
"Semua bunda dan tante Fatma yang atur Om, karena Azizah itu orangnya serba nggak enakan kalau sama bunda dan tante,mereka bisa mengerti apa yang diinginkan Azizah"
"Kamu ini biasanya calon penganti itu yang mengurus semua ini malah bunda kamu yang kamu suruh, nanti kalau bunda kamu sakit gimana?"
"Bunda sama tante Fatma itu cocok om mereka malah eksaited" jawab Ibra
"Iya nih papa seperti nggak kenal bunda sama mama saja" tambah Galen
Tak lama pesanan mereka datang.Mereka mulai menyantap hidangan didepan mereka.Sedangkan di tempat yang berbeda para wanita juga sedang makan siang diwarung soto yang terkenal enak,semua itu atas rekomendasi dari Azizah.Setelah fitting baju pengantin tadi, Mila memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum mencari seserahan buat Azizah.Setelah memesan makanan mereka duduk dibangku yang telah disediakan.Sambil menunggu pesanan datang Mila bertanya kepada Azizah.
"Sayang kamu nanti mau seserahan yang bagaimana" tanya Mila
"Zizah terserah bunda sama tante saja" jawab Azizah
"Ya.. Enggak bisa begitu sayang, seserahan ini nanti akan kamu yang gunakan jadi harus sesuai dengan yang kamu inginkan" jelas Fatma
"Kalau Azizah ingin seadanya saja bunda,tante, nggak perlu yang terlalu mahal"
__ADS_1
Fatma yang mendengar jawaban Azizah begitu iri dengan Mila,Mila mendapatkan menantu idaman.Cantik,sopan, dan yang paling penting pinter masak.
"Mil ada nggak ya stok yang kayak azizah gini buat Galen?" tanya Fatma
Mila tertawa mendengar pertanyaan Fatma " Kamu ini ada- ada saja, Fat emang Azizah barang kamu bilang stok"
"Habis aku iri dengan kamu dapat calon mantu idaman banget "
"Iya..Fat aku beruntung mendapat Azizah jadi menantuku". jawab Mila sambil menggenggam tangan Azizah
Saat Tengah berbincang,makanan yang mereka pesan datang.Mereka mulai memakan pesanan mereka masing- masing.Pak Ujang pun ikut menikmati makanan di meja yang berbeda.Itulah yang membuat mereka betah bekerja bersama Mila, Mila tidak pernah membeda- bedakan mereka.
Selesai makan mereka melajutkan untuk mencari seserah untuk Azizah.Pak Ujang mengendarai mobil menuju mall terbesar.Setelah sampai Mila, Azizah dan Fatma segera mengelilingi mall untuk mencari pernak pernik untuk seserahan.
Sementara, Ibra telah kembali kekantor setelah makan siang tadi.Romi segera masuk keruangan Ibra dan memberikan Informasi mengenai skandal Bagas dan Liona.
"Bagaimana?" tanya Ibra
"Semua sesuai yang bos inginkan, mereka berdua tidak bisa mengelak lagi,karena saat wartawan datang mereka tidur saling berpelukan tanpa se***ai benang pun"
"Liona langsung dipecat secara tidak hormat oleh pak Hendra,karena kasus Liona membuat nama perusahaan mereka tercemar.Dan untuk Bagas,Keluarga dari tunangan Bagas sangat murka, dan membatalkan pertunangan serta menarik saham direstoran mereka,dan karena itu beberapa penanam modal yang lain pun ikut mencabut saham mereka" jelas Romi
Ibra tersenyum puas, karena siapa pun yang mencoba menyakiti keluarganya, tak akan lepas dari tangan Ibra.
"Ya sudah sekarang kamu boleh keluar, Oh iya apa hari ini saya ada meeting sampai sore?" tanya Ibra
"Hari ini tidak ada pak, hanya beberapa berkas penting harus segera ditandatangani, dan berkasnya sudah saya letakkan dimeja bapak" jelas Romi
"Ya sudah... terima kasih ya Rom, kamu sudah banyak membantu saya, dan kapan kamu caru pacar masak kalah sama saya" ujar Ibra yang membuat Romi terdiam
"Bagaimana aku mau cari pacar, baru juga mau kenalan sama cewek, eh... sudah ditelpon pak Ibra untuk tugas baru" gerutu Romi hanya dalam hati
"Nanti sajalah pak belum ada yang cocok, Kalau begitu saya kembali keruangan saya ya pak, permisi" pamit Romi kepada Ibra
Romi keluar ruangan Ibra dengan wajah ditekuk,Gisel yang melihatnya ingin bertanya,tapi takut nggak bertanya, tapi penasaran akhirnya Gisel memutuskan untuk bertanya.
__ADS_1
"Pak Romi kenapa mukanya ditekuk kayak dompet tanggung bulan" tanya Gisel polos
Romi yang mendengar pertanyaan Gisel mendelik tajam padanya,sedetik kemudian Romi tersenyum penuh arti.Gisel yang melihat bergidik ngeri.
"Pak.... pak Romi kenapa" tanya Gisel gugup karena tiba- tiba Romi sudah ada dihadapannya.
Gisel adalah gadis cantik tapu sedikit bar- bar,saat ini Gisel baru berusia 23 tahun.Dia diangkat menjadi sekertaris berkat kegigihan dan kecerdasannya.Gisel gadis sederhana,cara berpakaiannya juga terlihat sopan.Itulah yang membuat Ibra masih mempekerjakannya disini.Karena sekertaris Ibra yang lainnya,Setelah Karin resigen karena menikah selalu berpakaian minim dan selalu mencoba menggodanya, dan berakhir mendapat surat pemecatan dari HRD.
Romi tiba- tiba mendekat kearah Gisel dan bertanya." Gisel kamu mau nggak jadi istri saya" tanya Romi dengan wajah serius
Gisel yang mendengar pertanyaan dari Romi terkejut dan memegang dahi Romi " Pak bapak sakit, tapi badan bapak tidak panas" tanya Gisel polos
Sedangkan Romi jangan ditanya,dia merasakan jantungnya berdetak lebih cepat setelah mendapat sentuhan dari Gisel,sedangkan Gisel tidak menyadari itu dan terlihat biasa saja.
"Kalau dilihat-lihat Gisel cantik juga,kenapa aku nggak sadar ya" monolog Romi
"Pak...pak Romi" panggil Gisel sambil mengibas- ngibaskan tangan kedepan wajah Romi
Romi tersadar dan menjadi gugup."Ka kamu ngomong apa sih Gisel sudah sana kerja" ucap Romi menghilangkan kegugupannya
Romi segera berlalu dari ruangan Gisel menuju Ruangannya.Karena Romi merasa terlalu lama melihat Gisel membuat kerja jantungnya nggak baik.
Kembali keruangan Ibra.Didalam ruangan Ibra baru saja mendapatkan kiriman foto Azizah yang memakai pakaian pengantin,sangat cantik.Ya...tanpa sepengetahuan Mila Ibra meminta pihak butik memoto Azizah saat melakukan fitting.Dan kini foto itu menjadi walpaper diponsel Ibra.
"Sayang aku akan selalu menjagamu,karena kamu adalah hadiah terindah yang Allah kasih, setelah semua rasa kecewa yang aku rasakan.Semoga kita selalu bersama sampai kejannah"
"Dan untuk kalian yang berusaha menyakiti orang- orang yang aku sayang, kalian akan berhadapan denganku".
Sampai saat ini pun Ibra masih mengutus orang untuk menjaga Wulan dan sang nenek walau dari jarak jauh.Saat ini Wulan sudah menempuh pendidikan kedokteran.Sedangkan sang nenek juga terlihat sehat.
Ibra tau perbuatan ayah Anto sangat salah,begitu juga dengan Anita tapi mereka sudah mendapatkan balasan dari Allah.Ayah Anto semasa hidupnya pun dihianati oleh Anita sama seperti saat dia menghianati sang bunda.Sedangkan Anita kini sudah menjadi seorang pe****r, setelah menghianati sang ayah.
**********************************************
Sudah bunda tepati ya untuk tambah satu bab, mudah- mudahan hp bunda nggak ngeheng lagi jadi bisa update setiap hari.
__ADS_1
dan untuk para readers yang mendukung karya bunda terimakasih banyak ya dan yang komen terima kasih atas suportnya