
Tak sampai 30 menit, akhirnya mobil yang dikendarai Ibra pun memasuki halaman rumah.Izar, Nai dan Azza susah masuk terlebih dahulu, sedangkan Mila masih memandang putra sulungnya itu. Ibra yang merasakan sang bunda melihatnya,pun menatap sang bunda.Hening sejenak,Mila menunggu penjelasan sang anak.Ibra yang mengerti maksud tatapan sang bunda, hanya menghela nafas.
Ibra tidak mungkin berkata jujur pada sang bunda, Ibra tidak ingin sang bunda khawatir.
"Bunda kenapa? kok ngeliarin abang begitu?" tanya pura- pura tak tau
"Bunda yang seharusnya bertanya abang kenapa,apa yang terjadi?"
"Maksud bunda apa abang nggak ngerti" Ibra masih mencoba mengelak
"Tadi saat abang terima telpon dari Romi wajah abang kelihatan marah, ada apa?"
"Ooo... itu,Romi bilang dia menemukan orang yang berbuat curang pada perusahaan kita bun" ujar Ibra berbohong
Mila menatap sang anak sesaat mencari kejujuran dimatanya, namun Mila tidak dapat menebak apa yang sedang didikirkan sang anak.
"Jadi, apa alasan mereka berbuat curang bang?"tanya Mila penasaran
"Abang belum tau bun sekarang Romi masih menyelidikinya bun"
"Ya ..... Sudah bilang pada Romi hati- hati takut nereka berbuat nekat" jawab Mila akhirnya
Setelahnya mereka berdua turun dari mobil dan segera masuk kedalam Rumah.Ibra menuju keruang kerjanya dengan alasan menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.Sedangkan Mila kembali kekamarnya untuk membersihkan diri sebelum makan malam.
Sedangkan Ibra yang masuk kedalam ruang kerjanya segera menutup dan mengunci pintu.Ibra tidak mau ambil resiko ada yang menguping pembicaraannya.Ibra duduk disofa yang ada diruang kerja.Ya... semenjak Dewa meninggal dunia, dan perusahaan dipimpin penuh oleh Ibra. Ruang kerja yang dulu milik Dewa sekarang di tempati Ibra.Tak banyak perubahan disana karena Ibra tidak ingin menghapus kenangan sang ayah disana.Ibra mengambil ponsel disaku celananya.Ibra segera menghubungi Romi, tak memerlukab waktu lama Romi segera mengangkat panggilan dari Ibra.
"Assalamualaikum boss" ucap Romi
__ADS_1
"Waalaikum salam Rom, bagaimana hasul penyelidikan kamu selain informasi yang tadi sudah kau berikan" tanya Ibra
:Mereka berusaha membayar orang untuk menggantikan perias yang kita gunakan.Perias yang meteka sewa bertugas membuat nona Azizah tidak sadarkan diri,setelah meteka berhasil, ada orang yang akan mengangkat nona Azizah keluar menuju mo il yang Bagas kendarai.Sedangkan nona Liona bertugas mengelabuhi para penjaga yang ada didepan pintu kamar rias" jelas Romi
Ibra menarik nafas mengatur emosinya yang membuncah.Ingin sekali dia menghabisi orang- orang yang ingin menyakiti calon Istrinya.Setelah dapat mengatur emosinya Ibra segera meminta Romi menyusun rencana agar Bagas dan Liona kali ini tak dapat lolos.
Setelah menyusun rencana bersama Romi,Ibra sedikit mengerjakan berkas yang sudah Romi kirim lewat email.Setelah selesai Ibra segera beranjak dari duduknya menuju keluar.Sampai di luar Ibra ditunggu oleh sang bunda, untuk makan malam.Karena sedari pylang Ibra hanya diruang kerja dan tidak mengikuti makan malam.
"Bunda kok belum isturahat" tanya Ibra brrjalan memdekat kearag samg bunda
"Bagaimana bunda bisa tidur kalau ada anak bunda yang belym makan" Jawab Mila
Setelah lama berdebad akhirnya Ibra ditemani, sang bunda untuk menyantap makan malam.Setelah selesai Ibra dan Mila bergrgas mengiatirahatkan tubuh lelah mereka.
Hari ini adalah hari yang dibanti- nanti semua orang.Hari dimana Ibra mengucapkan janji suci sehidup semati dihadapan tuhan dan juga para saksinya.Bagas yang sudah menyewa seseorang sesuai rencananya, merasa bahagia akan keberhasilan rencanya yang mereka susun.
Namun demikian Azizah tetap menuruti semuanya.Karena sebelum ini Ibra sempat menghubinginya.Dan meminta Agar Azizah mengikuti perintah anak buah Romi.Sedangkan seorang perempuan yang bertugas menggantikan Azizah, sudah siap dengan makeup dan pakaian akad nikah punya Azizah.Selesai merias perias yang merupakan orang suruhan Bagas, menyemprotkan sesuatu diwajah Tiwi, dan mereka segera membawanya kemobil yang tersedia.
Terlihat krpanikan diwajah perias itu saat ibu panti ingin menjemput mempelai wanita, karena sebentar lagi acara akan dimulai.
Saat Ibu panti sudah didepan pintu kamar Azizah tak sengaja Ibu panti mendengar seseorang dari dalam berteriak minta tolong dengan mulut yang teraumpal kain dan juga tangan dan kaki yang terikat.
Hal itu membuat semua yang hadir menjadi heboh, bunda sempat pungsan mendengar sang calon menantu diculuk.Namun setelah sadar Ibra milai menjelaskan.Dan hal itu membuat Mila sedikit lega.
Tidak ada yang curiga,kenapa rencana mereka berjalan sangat lancar.Tanpa Bagas dan Liona tau dimana keadaan Azizah.Aku membuat semua orang merasa panik,sebab hilangnya Azizah.Dan hal itu dimanfaatkan oleh Liona untuk menarik simpati Ibra.
"Ibra... apa yabg terjadi, kemana pengantin wanitanya" tanya Liona dengan nada yang dibuat selembut mungkin
__ADS_1
Ibra mengikuti permainan Liona " Aku pun tidak tau kemana AZizah pergi, apa dia tak ingin menikah dengan ku, tapi bukannya dia sudah setuju dengan pinanganku" ujar Ibra merasa sedih
Liona pun tidak menyia- nyiakan kesempatan itu.
"Ibra... bagaimana kalau aku menggantikan calin mempelai wanitanya, dari pada kamu dan keluargamu malu kalau sampai pernikahan ini batal" ujar Liona memberi saran
Sedangkan Ibra menyeringai, namuntak dapat dilihat oleh Liona.
" Tapi apakah kamu tidak keberatan menggantikan posisi Azizahk Tanya Ibra pura- pura meraguka ucapan Liona
Namun Liona yang berfikir bahwa rencana mereka berhasil, akhirnya setuju menjadi pengganti AZizah.Ibra meminta penata Rias,merias wajah Liona dan makaikan pakaiannya kepada Liona.
Sedangkan ditempat yang berbeda.Bagas merasa bahagia, bahwa impiannya memiliki Azizah sepenuhnya akan terwujud,Tanpa dia sadari apa yang ia dan Liona rencanakan gagal.Bagas yang tidak sadar, bahwa wanita yang berada disampingmya itu bukan Azizah.Terus saja meng******ngi tubuh wanita itu.Namun belum sempat dia melancarka aksinya, orang- orang suruhan Romi segera masuk menangkap Bagas.
Kembali ke tempat acara akad nikah.Saat Liona sedang dirias didalam kamar, yang sengaja kamar itu kedap suara, sehingga tidak tau apa yang terjadi.Di luar tepatnya di tempat ijab kabal, Ibra yang duduk bersebelahan dengan orang yang dia sayangi.Saat ini Ibra menjabat tangan penghulu, mengucapkan janji dihadapan Tuhan.
Saya terima nikah dan kawinnya NURUL AZIZAH binti ABDULLAH dengan mas kawin tersebut tunai.Dengan satu tarikan nafas Ibra mengucapkan namanya dalam Ijab Kobul.Dan saat ini Azizah dan Ibra resmi menjadi sepasang suami istri.
Ibra menyematkan sebuah cincin berlian kejari manis Azizzah dan Azizah mencium punggung tangan sang suami dengan malu- malu dan setslahnya Ibra mencium kening istrinya dan membacakan sebuah doa tepat diubun- ubunnya.
Setelah selesai mereka mulai menandatangani berkas-berkas dan mereka pun sudah mendaparkan buku nikah dengan mana mereka masing- masing.Sedangkan Liona yang telah selesai dirias tersenyum.Mengira tinggal selangkah lagi dia akan memiliki Ibra seutuhnya.
Liona sudah merasa bosan, sudah hampir 2 jam dia menunggu namun belum ada yang menjemputnya, untuk melaksanakan Ijab Kobulnya.Namun tak lama pintu kamar tempat Liona dirias pun terbuka.Menampakkan seorang pria berbadan tegap menjemputnya.Liona begitu bahagia, dia mengira bahwa akan dibawa ke tempat akad nikah, namu Liona salah dia dibawa kesebuah ruangan, dimana disana sedah ada Ibra, Romi dan seorang pria yang tak Liona kenali.
Liona melihat wajah dingin Ibra,tidak seperti beberapa jam lalu saat kehebohan terjadi.Liona didudukkan disebuah kursi yang berhadapan dengan ketiga orang tersebut.
**********************************************
__ADS_1
Hayo... pada penasaran ya dengan kelanjutan kisahnya, bantu bunda untuk like dan komen ya untuk melanjutkan bab selanjutnya.Dan untuk para readersku bunda mohon dukungannya selalu ya I LOVE YOU