
Zyan masih saja mencari keberadaan Azza,sudah saru minggu ini Zyan selalu mendatangi Kafe milik gadis itu. Namun belum juga Zyan menemukan gadis yang membuatnya uring-uringan selama satu minggu ini.
" Sembunyi dimana sih kamu Za, buat aku uring-uringan, baru kali ini aku begini dibuat seorang Wanita Za cuma kamu yang buat aku seperti ini" gumam Zyan saat diruangannya.
Tak lama pintu ruangan Zyan diketuk ternyata sang asisten yang mengetuk.
" Ada apa? " tanya Zyan to the poin
" Semua sudah berkumpul diruang metting pak " jawab Heru asisten pribadi Zyan
Huft... " Baiklah ayo kita kesana sekarang"ujar Zyan
Mereka berjalan bersama menuju ruang metting.Sambil sesekali berdiskusi mengenai,materi metting kali ini. Zyan memasuki ruang metting dan semua yang ada didalam menunduk hormat. Metting berlangsung sih lama 2 jam banyak hal yang di bahas selama metting berlangsung, termasuk projek kedepan. Namun selama metting berlangsung Zyan tidak fokus, apa lagi saat dia mendapat kabar dari orang suruhannya,kalau mereka sudah tau dimana rumah Ibra. Zyan mengembangkan senyumnya dan hal itu membuat Heru terpaksa menyelesaikan mettingnya.
Namun hingga semua orang sudah keluar dari ruangan tersebut, Zyan belum menyadarinya. Dan dengan terpaksa Heru memanggil Zyan tepat ditelinganya dan hal itu membuat terkejut.
" Kamu apa-apaan teriak-teriak dijam metting begi.. ni" ujar Zyan terkejut melihat ruang metting sudah kosong
" Kemana semua orang? " tanya Zyan
" Sudah keluar pak,karena metting sudah berakhir satu jam yang lalu" jawab Heru
" Kenapa kamu nggak kasih tau saya" ujar Zyan marah
" Tadi saya suda" belum selesai Heru menjelaskan Zyan sudah memotong ucapan Heru
" Sudahlah, kamu sekarang mulai tidak becus bekerja ya, apa mau saya potong bonus kamu" ujar Zyan marah
" Enggak pak maaf" ujar Heru lemas
" Entah siapa yang salah ku tak tau" gumam Heru ingin menangis
" Setelah ini apa lagi jadwal saya?"tanya Zyan
__ADS_1
"Enggak pak sampai sore jadwal anda kosong" jawab Heru
" Baiklah kalau begitu saya mau pulang, kamu selesaikan semua ya" perintah Zyan dan meninggalkan Heru
Zyan mengendarai mobilnya membelah jalanan. Niat Zyan saat ini pulang ke apartemen dan bersiap-siap karena malam ini dia berniat mendatangi pujaan hatinya kerumah.
Srdangkan ditempat yang berbeda, Azza hari ini pulang lebih awal karena kebetulan Azza tidak ada kegiatan apapun. Dan tepat pukul 5 sore semua orang berkumpul dirumah Mila karena mereka akan merencanakan kejutan ulang tahun untuk Nai, dan kebetulan Rayyan pun tadi izin ke Nai akan pulang terlambat, karena ada pekerjaan. Padahal Rayyan sekarang berada dirumah sang mertua.
Usai makan malam mereka semua berkumpul diruang keluarga. Namun baru akan berdiskusi, bi Siti datang mengabarkan kalau ada yang mencari Ibra.Ibra bingung merasa tidak punya janji dengan siapa pun. Tapi setelah Siti menyebut nama seseorang Ibra merasa tidak mengenal orang tersebut, tetapi yang membuat heran Azza begitu terkejut mendengar nama itu, dan segera mendatangi orang itu yang sudah duduk diruang tamu.
" Loh pak Zyan kenapa kesini?" tanya Azza
" Loh kamu tinggal disini"tanya Zyan pura-pura tak tau
Tak lama Ibra datang bersama semua orang, dan Rayyan begitu terkejut kalau rekan bisnisnya ada dirumah sang mertua dan kenal dengan adik iparnya.
" Pak Zyan kok bisa tau alamat mertua saya? " tanya Rayyan
" Pak Rayyan, maaf saya nggak tau kalau ini rumah mertua pak Rayyan, saya kesini mencari Kak Ibra" ujar Zya
" Maaf... apa saya mengenal anda? " tanya Ibra
"Kakak lupa sama aku? "tanya Zyan dan dijawab anggukan Ibra
" Apa kakak ingat dengan peristiwa di kolam berenang taman bermain beberapa puluh tahun yang lalu? " tanya Zyan
Ibra sempat berfikir dan kemudian tersenyum, karena teringat dengan bocah itu.
" Zyan ya bocah kecil yang waktu itu hampir tenggelam dikolam itu ya? "tanya Ibra dan mendapat anggukan dari Zyan
Ibra dan Zyan berpelukan, Zyan melihat sekeliling dan hal itu membuat Ibra dan yang lain heran dan bertanya.
" Kamu nyari siapa Zyan? "tanya Ibra
__ADS_1
" Om Dewa... om Dewa mana? " tanya Zyan
" Oh.... Ayah sudah lama meninggal Zyan" jawab Ibra
Zyan begitu terkejut dan meminta maaf. Azza yang melihat semuanya menjadi bertanya-tanya, dan sekaligus kesal kepada lelaki yang ada disana. Mereka semua saling berbagi cerita dan Ibra menceritakan bagaimana dia bisa mengenal Zyan.
" Kamu sudah dewasa sekarang tambah ganteng lagi" ujar Ibra
" Dia ini pengusaha muda terkenal loh bang, dan dia ini rekan bisnis aku bang" Jelas Rayyan
" Wah hebat kamu, kamu pasti sudah nikah mana istri kamu, apa sudah punya anak juga?" tanya Ibra
" Belum kak jangankan anak, istri pacar aja belum ada" jawab Zyan
" Masa orang ganteng gini belum ada pacar" timpal Izar
" Ada sih gadis incaranku tapi susah dapetinnya kak, lari-lari terus ini aja aku baru ketemu alamatnya tadi" jelas Zyan sambil melirik Azza dengan ekor matanya
Namun tak satu pun yang melihat kecuali Azza orang yang dimaksud Zyan.
" Berjuang dong, jangan sampai kendor masa orang ganteng ditolak" ujar Ibra dan yang membuat semua terkekeh
" Dia itu gadis unik dan menarik kak, jadi wajar kalau sulit mendapatkannya, tapi aku nggak akan menyerah kok, akan terus aku perjuangkan sampai halal" jelas Zyan kembali melirik Azza membuat Azza mendelik.
Dan tanpa terasa hari sudah mulai malam. Rayyan sudah sejak satu jam yang lalu pulang dan setelah sebelumnya Ibra menelpon Nai kalau Rayyan berada dirumah Mila.
Zyan berpamitan pulang dan berjanji akan sering-sering berkunjung, seperti janjinya dahulu. Sedangkan Azza bertambah kesal saat melihat Zyan mengerling nakal kearahnya.
Setelah Zyan berpamitan semua masuk kedalam kamar masing-masing, begitu juga Izar dan Renata yang malam ini menginap dirumah Mila. Dan rencananya besok malam Nai dan Rayyan juga akan menginap disana sampai orang-orang suruhan Rayyan selesai menyiapkan kejutanbuntuk sang istri.
Zyan pun tak lupa diundang keacara ulang tahun Nai yang akan dirayakan dikediaman Rayyan dan Nai. Dan dengan senang hati Zyan menyanggupi permintaan Rayyan. Tak ada yang tau kalau Zyan sangat bahagia dengan undangan itu karena disana dia bisa berdekatan demgan gadis pujaan hatinya.
Sedangkan Azza begitu kesal saat mendengar Rayyan dan Ibra malah mengundang orang yang berusaha mencarinya. Orang yang beberapa waktu ini sudah sangat dia hindari, apa lagi sang bunda mengundang Zyan untuk sering-sering berkunjung. Hal itu membuat Azza kesal sekali, tapi tak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Bersambung.....