
Aku Bunga Lestari dan aku berasal dari sebuah panti asuhan yang terletak di pinggiran kota. Aku tidak pernah tau siapa dan bagaimana orang tuaku. Karena Ibu bilang dia menemukan aku di Toilet masjid,saat ayah berjamaah subuh di masjid. Saat ini ayah dan ibu memang belum memiliki anak,karena ayah yang memang tidak bisa memberikan ibu anak,jadi dia mengambil dan membawaku pulang.
Tak ada satupun petunjuk mengenai diriku,selain sebuah Liontin yang berbentuk bunga. Itulah yang membuat Ibu dan ayah memberikan aku nama Bunga. Ibu dan ayah bukan hanya mengurusku namun beberapa anak yang di buang oleh orang tuanya.
Dan akhirnya Ayah berinisiatif membangun sebuah panti asuhan kecil. Silih berganti anak yang tinggal di panti tersebut. Tapi tidak denganku. Aku tidak pernah mau di adopsi oleh siapapun, dan selain itu ibu dan ayah juga menyayangi aku.
Setelah lulus di perguruan tinggi, aku memutuskan untuk merantau ke kota. Aku ingin membantu ayah dan ibu untuk membiayai kebutuhan adik-adik yang berbeda di panti,karena ayah tidak bisa lagi bekerja akibat stroke yang ayah derita.
Aku di terima bekerja sebagai sekertaris di sebuah perusahaan besar Nugraha grup. Aku suka bekerja disini. Selain gaji yang besar, bos juga tidak segan-segan memberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi. Membuat orang-orang betah bekerja di sana ada yang sudah bekerja puluhan tahun. Ada juga yang menggantikan ayahnya atau ibunya yang memang sudah mengabdikan diri disana.
Awalnya bekerja aku ingin rasanya berhenti,karena bos ku itu sangat dingin dan sesukanya. Namun saat aku teringat ayah,ibu dan adik-adik membuatku terus bertahan hingga kini.
Namun hari ini aku begitu sedih,karena aku mendapatkan kabar kalau ayah terpaksa di larikan kerumah sakit. Ibu menelpon karena bingung dimana harus mencari biaya agar ayah bisa segera dioperasi. Aku berusaha menenangkan ibu,dan berkata aku akan mengusahakannya. Tapi saat aku selesai menerima panggilan dari ibu,aku di kejutkan oleh kedatangan pak AL,bos yang aku bilang suka semena-mena itu.
Dia menegur karena aku belum menyiapkan ruang rapat. Aku tau itu salahku,tapi kan tidak seharusnya dia mengancam untuk memecat ku,padahal dia belum tau alasanku. Namun tanpa aku sangka-sangka. Bos yang aku anggap semena-mena itu,malah membantu membayar biaya pengobatan ayah hingga selesai. Aku berjanji akan mengucapkan terimakasih dan aku juga berjanji, akan bekerja lebih giat lagi,sebagai balas jasa, karena pak Al mau membayar biaya operasi dan pengobatan ayah.
* * * * * * * * *
Usai membersihkan diri Al merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya. Namun baru saja dia akan memejamkan mata,sebuah notifikasi masuk,yang ternyata pesan dari Ziva, adik kecil yang selalu mengikuti kemana pun AL pergi.
__ADS_1
" Bang.... Ada konser B*S tapi Papa nggak ngizinin pergi kalau nggak sama yang lain,tolong ya bang yang lain di kondisikan, biar Ziva bisa nonton" ujar Ziva menyelipkan emoticon memohon
Al menghela nafas sejenak. Om Zyan memang sangat berhati-hati menjaga Ziva Karena Zyan masih trauma dengan kejadian dulu. Dia tak ingin kejadian dulu terulang lagi.
Al meminta saudaranya yang lain untuk menemani Ziva untuk menonton konser, kecuali Lea, karena dia dan Lea akan berangkat keluar kota untuk meninjau proyek baru yang kami garap bersama.AL berjanji akan menanggung semua biaya mereka, dan dengan senang hari Aurel, Alisa, Celine. Dan setelahnya Al menghubungi Zyan dan akhirnya Zyan mengizinkan dengan catatan pengawalan ketat. Dan di setujui oleh semuanya.
Sedangkan Ziva, Aurel, Lisa dan Celine begitu bahagia, mereka tidak perlu mengeluarkan uang mereka untuk menonton konser. Memang mereka sudah bekerja sama agar Al yang membiayai mereka, karena mereka tau Al begitu menyayangi adik-adiknya.
Sedangkan di grup pria semua heboh karena Al membelikan para gadis tiket konser. Dan mereka juga mempunyai rencana untuk meminta sesuatu kepada Lea kakak perempuan mereka. Karena kalau dengan AL pasti akan menjawab.
" Kalian itu pemimpin perusahaan dan uang kalian juga banyak kenapa masih minta sama Abang" ujar AL kepada mereka Sedangkan Dengan kakak perempuan mereka Lea, akan memberikan apa yang mereka inginkan. Dengan syarat
Begitulah mereka di sela kesibukan mereka. Mereka akan selau berkumpul dan tak ada batasan diantara mereka. Dan mereka akan saling tolong menolong kepada siapapun yang membutuhkan pertolongan. Mereka juga tidak pernah berbuat semena-mena kepada siapapun. Walau sebagai pemimpin mereka harus tegas dan berwibawa.
Mila dan Dewa memang telah tiada. Namun cinta mereka tetap ada tumbuh dan berkembang di anak keturunan mereka.
Cinta bukan hanya kepada lawan jenis. Namun cinta sesama saudara dan keluarga juga di perlukan. Agar tidak pernah ada perselisihan.
* * * * * * * * *
__ADS_1
Pagi ini bunga sudah tiba kekantor setengah jam yang lalu. Bunga menyiapkan semua berkas yang harus AL tandatangani, juga berkas yang harus AL periksa danbtak lupa Bunga sudah menyiapkan jadwal AL untuk hari ini dari pagi hingga malam.
Tak lama AL dan Bryan keluar dari lift. Bunga menyabut kedatangan atasan dan juga asisten pribadinya.
" Selamat Pagi Pak AL, pak Bryan" ujar Bunga seraya menundukkan sedikit kepalanya
" Selamat pagi juga Bunga" jawab Bryan sedangkan AL hanya menjawab dengan deheman.
Bunga tidak lagi akan marah mendapat perlakuan seperti itu dari sang atasan. Bunga segera mengikuti AL kedalam ruangannya, dengan membawa berkas dan juga tablet di tangannya. Bunga menyerah kan dokumen yang dia bawa dan juga membacakan jadwal AL hari ini.
" Jadwal anda hari ini dari pagi hingga pukul dua anda tidak memiliki jadwal apapun, pukul tiga anda akan bertemu klien di restoran xx. Dan Malamnya anda harus menghadiri acara peresmian cabang baru kafe Nyonya Azza" Jelas Bunga
" Baiklah nanti kamu ikut saya bertemu klien karena Bryan akan meninjau proyek" jawab AL
Setelahnya Bunga meninggalkan ruangan AL, dan kembali keruangannya Sedangkan Celine hari ini disibukan dengan peresmian cabang baru Kafe Milik sang Tante. Azza menyerahkan semua kepada Celine. Ibra,Azizah, Izar, Renata, Nai,Rayyan dan Azza, Zyan mereka akan datang bersama di acara peresmian tersebut Begitu juga dengan Galen dan Rury. Anak-anak juga akan berkumpul disana setelah pekerjaan mereka selesai.
Usai bertemu klien AL dan Bunga kembali kekantor. AL berencana akan berangkat ke Kafe dari kantor bersama Bryan. Pekerjaan yang menumpuk membuat Bunga harus lebih teliti mengerjakannya. Bunga tak ingin membuat AL kembali marah. Dan karena itu Bunga memutuskan untuk pulang sedikit terlambat,Karena harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Dan tepat pukul 7 malam Bunga baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Bunga bersiap-siap untuk pulang ke kosannya yang tak begitu jauh dari tempatnya bekerja saat ini.
* * * * * * * *
__ADS_1
Maafkan author ya kemarin nggak update lagi karena author sedang sakit membuat author jarang update jadi author harap kalian mengerti. Terimakasih