Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Weekend yang biasa digunakan AZZA untuk berolahraga di taman, dengan sedikit berlari kecil membuat AZZA segar kembali. Namun tidak hari ini, karena pagi ini AZZA bertemu dengan orang yang tak ingin AZZA temui. Dia adalah Zyan pria yang beberapa waktu ini selalu menguntitnya.


" Sebenarnya apa mau anda tuan Zyan, bukankah urusan kita sudah selesai, ulang tahun pernikahan orang tua anda juga sudah selesai, lalu kenapa anda masih saja mengikuti saya " tanya AZZA frustasi, bagaimana tidak saat ini Zyan berlari kecil sejajar dengannya.


" Mau saya kamu jadi pacar saya atau jadi istri sekalian juga nggak apa-apa " ujar Zyan to the poin dan hal itu membuat AZZA melongok tak percaya.


" Maaf tuan Zyan yang terhormat, kalau anda masih mengantuk pulang saja ke rumah, jangan sampai ketiduran dijalan dan salah mengigau lagi " ujar AZZA


Zyan menghela nafas, apa tampangnya seperti orang mengantuk. Sehingga gadis di hadapannya ini mengira dirinya mengigau. Namun Zyan begitu terkejut saat dirinya sadar ternyata AZZA sudah tak ada di sampingnya.


Namun yang membuatnya kesal adalah, suara tawa dari Heru sang Asisten.


" Pak anda itu mau nembak cewek atau mau ngajak main ? Mana ada orang ngajak cewek pacaran atau menikah sambil lari pagi " ujar Heru kembali tertawa


" Puas - puas aja ketawanya, lihat saja apa bulan depan kamu masih bisa ketawa kalau lihat transferan gaji kamu yang terpotong 50%" ujar Zyan kesal


" Jangan dong bos, kenapa malah gaji saya di potong saya kan bicara yang benar tuan, kalau mau ngajak cewek pacaran atau menikah itu harus romantis dan ditempat yang romantis juga, tapi yang penting lakukan dulu pendekatan dan buat dia nyaman baru tembak " jelas Heru


Zyan tampak berfikir dan kemudian menghela nafas. Merasa apa yang Heru katakan benar, bagaimana dia langsung mengajak AZZA menikah sedangkan AZZA saja kesal padanya.


" Lalu saya harus apa?" tanya Zyan putus asa


" Sekarang tuan yang pura-pura jual mahal, kalau bertemu dengan nona AZZA, sapa saja seadanya lalu kita lihat reaksinya "ujar Heru

__ADS_1


" Kalau dia malah senang bagaimana?" tanya Zyan


" Berarti memang nona AZZA tak menyukai anda tapi kalau nona AZZA merasa ada yang berbeda saat anda tak lagi mengejarnya, berarti dia mulai memiliki rasa pada anda, baru setelah itu lanjut ketahap selanjutnya " saran Heru


Zyan tampak menimbang dan akhirnya mengangguk. Zyan akan mencoba saran dari Heru.


************


Sedangkan AZZA sedari tadi mengomel, sampai tiba di rumah pun AZZA masih terlihat kesal dan Azizah yang melihat memanggil sang adik ipar.


AZZA mendekat kearah Azizah dan melihat baby Alisa yang ada di boks dekat Azizah.


" Kamu kenapa dek...dari tadi kakak lihat muka kamu terlihat kesal " tanya Azizah


Dan hal itu membuat Azizah mengerutkan keningnya


" Siapa cowok yang sudah membuat adik Abang ini kesal, biar Abang datangi cowok aneh itu " ujar Ibra yang baru saja turun dari lantai dua kamarnya.


AZZA memutar matanya malas, karena percuma AZZA menjelaskan pasti nanti sang Abang tak akan percaya dan membela cowok aneh itu.


Tak lama sang bunda keluar dari arah dapur membawa brownies coklat dan bolu pandan keju kesukaan AZZA. AZZA memakan kue dengan lahap dan hal itu membuat semua orang geleng kepala. Tak lama terdengar ucapan salam dari ruang tamu,yang ternyata Nai dan Rayyan membawa serta Atas bersama mereka, juga Izar dan Renata juga kedua anak mereka Lea dan Aurel


Mereka memang akan menginap di rumah Mila. Dan besok malam mereka akan memberi kejutan pada ulang tahun Nai.

__ADS_1


" Aduh cucu Oma sudah pada datang sini sama Oma" Sapa Mila pada ketiga cucunya.Tak lama dari dalam kamar Al juga keluar bersama dengan Bi Siti.


Mereka berkumpul dan bercengkrama bersama. AL bermain bersama Lea di tempat bermain yang memang Mila sediakan untuk semua cucunya. Tak lama Bi Asih datang dengan senyum bahagianya.


Bi Asih memang tidak bekerja lagi karena Mila tak memperbolehkan lagi begitu juga Ibra. Bi Asih hanya duduk menemani Mila dan Azizah saat mereka sedang mengawasi anak-anak bermain.


***************


Kembali ke Zyan dia sudah terlihat rapi dengan kemeja berwarna hitam dengan celana Levis dan juga sepatu sneaker. Malam ini dia diundang ke acara ulang tahun Nai dan tadi Rayyan selaku tuan rumah sudah mengirim alamatnya.


Malam ini memang tidak harus mengenakan pakaian dengan tema khusus, Karena ini hanya acara keluarga, Jelita dan Robert pun hadir sejak malam tadi, mereka sengaja tidak memberi tau Nai tentang ke datangan mereka, karena ingin memberi kejutan kepada Nai.


Saat ini Rayyan dan Nai hanya berdua karena mereka akan makan malam berdua sedangkan baby Atas mereka titipkan ke Mila. setelah Mereka pergi, Mila dan yang lain pun pergi ke rumah Rayyan. Sedangkan Rayyan sengaja mengajak Nai pergi dengan mobil melaju dengan kecepatan sedang.


Setelah Rayyan mendapatkan pesan dari Ibra, yang mengatakan semua sudah siap Rayyan meminta Nai untuk menutup matanya dengan Kain yang sudah Rayyan sediakan. Rayyan membantu Nai memasang penutup matanya. Setelah selesai Rayyan memutar mobilnya menuju rumah yang sudah disulap menjadi tempat acara ulang tahun Nai.


Setelah sampai dihalaman rumah Rayyan membantu Nai untuk turun dari mobil dan menuntun Nai berjalan menuju rumah mereka. Sampai didalam semua orang sudah bersiap memberikan kejutan kepada Nai. Dan disana juga ada Zyan yang menuruti saran Heru untuk bersikap biasa saja kepada AZZA. Awalnya Zyan merasa berat, namun demi sebuah misi akhirnya Zyan melakukan seperti yang Heru sarankan.


Rayyan membuka tutup mata Nai dan mulai menyesuaikan cahaya yang masuk dan betapa terkejutnya Nai saat melihat semua orang meneriakkan kejutan. Dan pandangan Nai menyapu seluruh ruangan rumahnya yang sudah dihiasi pernak pernik ulang tahun.


Nai merasa terharu dengan kejutan yang diberikan, apa lagi melihat sang mertua datang. Mereka semua berkumpul dan Nai mulai memotong kue dan menyuapi satu persatu orang yang ada disana termasuk Robert dan Zyan.


Sedangkan AZZA awalnya senang karena Zyan tidak menggangunya seperti biasa. Namun ada yang berbeda terasa dihati AZZA.Dan hal itu membuatnya merasa tak nyaman.Zyan menyadari perubahan dari AZZA, namun seperti saran Heru, Zyan pura-pura tak tau. Dan hal itu sukses membuat AZZA kesal. Tapi dia sendiri bingung kenapa dia harus kesal. Harunya dia senang karena Zyan tak lagi menggangunya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2