Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Aku bergegas kedapur untuk memasak makan malam, hari ini aku memasak menu kesukaan anak- anak ayam saus, tahu dan tempe krispi dan sayur bayam


Selesai memasak yang dibantu bi Asih, aku mengajak anak- anak makan bersama dan aku juga selalu mengajak bi Asih, walau sering ditolak


Selesai makan malam aku mengajak anak - anak menonton tv karena Izar dan ibra tidak ada tugas sekolah


Jam menunjukkan pukul 21.00 malam aku mengajak anak- anak untuk istirahat, mereka bergegas kekamar mereka masing- masing,setelah menidurkan Dede Nai, Mila keluar kamar menuju kamar anak- anaknya, melihat apa mereka sudah tidur, dan ternyata sudah tidur, Mila menarik selimut untuk mereka, di tatapnya wajah mereka yang damai dan setelahnya Mila bergegas keluar dan masuk kekamarnya dan tidur disamping putrinya


Azan subuh berkumandang, aku bergegas bangun membersihkan diri dan menjalankan kewajibanku, selesai aku kedapur menyiapkan sarapan untuk anak- anak


Setelah selesai memasak dan bi Asih menatanya dimeja aku bergegas kekamar anak- anak membangunkan mereka yang ternyata mereka sudah bangun dan bersiap


" Eh Abang, sudah pada siap y tunggu bunda di meja makan y, bunda mandi dan banguni Dede Nai dulu dan kita sarapan bareng"


" ok bunda"


aku bergegas keluar kamar anak- anak dan masuk kekamarku mandi, dan memandikan Nai yang ternyata juga sudah bangun, setelah selesai aku bergegas keluar menuju meja makan karena anak- anak sudah menunggu


Dan saat aku sedang menyendok nasi kepiring, bi Asih mendekat dan bilang ada tamu, aku heran siapa yang pagi-pagi bertamu dan setelah aku lihat ternyata Mas Dewa


"Loh mas, pagi banget"


"Iya, kan mau baliki mobil kamu "


"makasih y udah repot- repot, ayo masuk kebetulan lagi mau sarapan, mas sudah sarapan"


" Belum, karena tadi takut anak-anak kesiangan"


" Ya udah ,ayo sarapan bareng"


Mila berjalan masuk diikuti Dewa, sampai diruang makan Mas Dewa langsung menyapa anak- anak dan duduk dikursi


"Hai, sayang sudah mau sarapan y"


"Iya, om yuk makan masakan bunda enak loh" jawab Izar antusias


Aku menyiapkan sarapan untuk Mas Dewa, dan dipiringku sendiri sedang Dede Nai diberi biskuit kesukaannya, kami makan dalam diam selesai makan aku bergegas kekamar mengambil perlengkapan nai dan tas ku,karena hari ini aku akan ke toko mengcek pembukuan dan akan bertemu orang, yang ingin memesan barang dalam jumlah banyak sampai diruang tamu Mas Dewa mau pamit dan sudah memesan taxi


" Aku duluan ya Mil, makasih mobilnya"


"Loh mas, naik apa kekantor"

__ADS_1


"Aku pesan taxi Mil"


" Kenapa nggak bareng aja mas kan kita searah cancel aja taxinya"


" Apa nggak merepotkan" padahal dalam hati dewa bersorak karena bisa bersama keluarga kecil Mila


" Nggak kok mas, tapi kita antar anak- anak sekolah dulu ya"


" Baiklah makasih ya Mil dan maaf sudah merepotkan"


Mas Dewa masuk dipintu kemudi, aku duduk disampingnya dan anak- anak dibelakang, tak lama kami sampat disekolah Ibra dan sekolah izar, setelah berpamitan baru kami berjalan lagi menuju kantor Mas Dewa, dan setelahnya baru aku ketoko, p


Perjalanan 20 menit kami sampai dikantor Mas Dewa, setelah berpamitan aku segera menuju tokoku


Hari- hari berlalu Mas Dewa selalu ada membantuku dan sangat menyayangi anak- anak, hari ini hari minggu dua hari yang lalu Fatma pulang, dan hari ini dia mengajak aku dan anak- anak ketaman wisata


Tepat pukul 8 pagi Mas Dewa sudah tiba didepan rumahku karena dia memaksa menjemputku dan anak- anak, aku mengajaknya sarapan dan selesai sarapan, kami bergegas pergi, karena anak- anak sudah pada sibuk bertanya kapan pergi


Barang- barang sudah dimasukan kedalam bagasi dan anak- anak juga sudah duduk didalam, setelah Mas Dewa masuk kami gegas pergi menuju taman


Sampai ditaman, Fatma sudah sampai dan kali ini Fatma datang dengan anak- anak dan juga suaminya, ya karena Suami Fatma sedang cuti


Kami berjalan mendekat, aku dan Fatma berpelukan karena sudah lama banget aku nggak bertemu


"Gimana Mil, kayaknya kamu sama Mas Dewa makin deket"


"Ya, nggak gimana- gimana kita temen aja"


"Apa kamu nggak lihat Mil, Dewa itu sangat mencintai kamu Mil,"


" Nggak mungkin Fat, Mas Dewa itu sempurna pasti banyak wanita lajang yang mau dijadikan pendamping, sedang aku seorang janda tiga anak"


"Apa kamu nggak bisa lihat bagaimana dia menyayangi anak kamu Mil, coba buka hati kamu"


" Entah lah Fat aku bingung, aku tau Mas Dewa sangat menyayangi anak- anakku dan aku juga merasa nyaman didekatnya, tapi aku masih takut untuk memulai"


"Apa yang kamu takutkan Mil, tidak semua pria itu sama, Mas Dewa itu tulus karena dia juga tau rasa kehilangan"


"Maksud kamu"


Fatma menceritakan betapa terpuruknya Mas Dewa saat ditinggal untuk selama- lamanya oleh istri tercintanya karena kanker rahim

__ADS_1


Aku terdiam tak tau harus bicara apa, karena selama aku kenal Mas Dewa, dia tidak pernah terlihat sedih, apalagi saat bersama anak- anak seperti sekarang, aku dapat melihat dia dari jauh bercanda dengan anak- anakku


"Apa segitu terpukulnya Mas Dewa saat itu Fat"


"Ya ,dulu Mas Dewa orang yang hangat dan selalu ceria karena Dara adalah gadis ceria yang selalu mengisi hari- hari Mas Dewa walau mereka belum dikaruniai anak, tapi mereka bahagia, sampai dokter memvonis Dara terkena kanker dan meninggal, saat itu la Mas Dewa menjadi pria dingin, tapi sekarang aku lihat dia kembali seperti dulu karena kamu Mil"


Aku terdiam memikirkan perkataan Fatma, sampai aku dikejutkan oleh panggilan Mas Dewa karena Nai tampak kelelahan


" Kenapa Mil, kenapa melamun"


" Ah nggak apa- apa mas, sini Nainya mungin mau susu"


Aku segera mengambil Nai dari gendongan Mas Dewa dan memberi Nai botol susu, dan aku lihat Mas Dewa duduk disampingku sambil memakan makanan yang aku bawa dan juga menoel- noel pipi Nai yang sedang menyusu


Hingga bayi itu tergelak, sungguh aku merasa terharu bagai mana Mas Dewa begitu menyayangi anak- anakku, walau tak ada hubungan apapun sedang ayah mereka ah entah la


Apa aku harus menerima Mas Dewa, ya Allah berilah aku jawaban


Satu hari ini kami semua lelah bermain dan karena hari sudah sore, kami memutuskan untuk pulang dan sebelum pulang kami mampir untuk makan malam, dan selesai makan baru Mas Dewa mengantarkan kami pulang


Ditengan jalan Mas Dewa berhenti karena sedang lampu merah, aku lihat anak- anak sudah tertidur


" Mil, apa besok malam kamu ada waktu"


" Ada memang kenapa mas"


" Aku ingin mengajakmu makan malam dan membicarakan sesuatu, apa bisa" dengan pelan Dewa berkata


" Mmm, baiklah jam berapa maaf tapi aku nggak bisa lama- lama meninggalkan anak- anak"


"Ok, jam 7 aku jemput kamu dan janji nggak akan lama" dengan semangat Mas Dewa melajukan mobil karena lampu telah berganti hijau


30 menit kami sampai dirumah aku membangunkan anak- anak dan menyuruh mereka langsung membersihkan badan dan anak- anak segera masuk sedang aku masih diteras bersama Mas Dewa


" Aku pulang dulu ya Mil, ingat besok jam 7 malam aku jemput kamu"


" Iya, makasih ya mas sudah mengantar kami"


Mas Dewa segera pulang setelah berpamitan, dan aku pun bergegas masuk kedalam rumah,


setelah masuk kedalam aku melihat bi Asih sudah tidak ada didapur, mungkin sudah istirahat, karena aku sudah menelponnya agar tidak memasak makan malam, karena kami sudah makan di luar

__ADS_1


Aku segera menuju kamar dan membersihkan diriku dan Nai karena rasanya badan kami lengket ,setelah selesai aku menidurkan Dede Nai sambil akau berbaring disampingnya setelah memastikan anak- anak sudah tidur


__ADS_2