Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Pagi ini seusai melaksanakan solat subuh, Azizah memutuskan memasak Sarapan pagi kesukaan Azza. Semua bumbu sudah disiapkan bi Asih. Sambil memasak Azizah biasanya banyak bercerita tapi tidak dengan pagi ini. Sebenarnya bi Asih sudah melarangnya, tapi Azizah tetapi ingin memasak, karena katanya Azza suka dengan nasi goreng buatan Azizah. Namun saat sedang memasak tiba-tiba Azizah ada yang mengalir dari sela pahanya. Dan perutnya terasa melilit. Bi Asih yang keberulan lewat begitu terkejut dan segera menolong Azizah, memintanya untuk duduk dan memanggil penghuni Rumah.


Mila, Ibra dan yang lain segera berlari saat mendengar panggilan bi Asih. Ibra yang melihat sang istri meringis menahan sakit menjadi bingung sedangkan Mila meminta bi Asih mengambil perlenfkapan Azizah, dan menyuruh bi Mina bilang pada pak Ujang menyiapkan mobil.


"Bang ayo abang pakai bajunya kok malah bengong"ujar Mila menyentak Ibra dari keduamannya.


Ya... tadi saat Azizah memasak didapur Ibra memutuskan untuk olah raga dihalaman belakang. Dan saat mendengar panggilan bi Asih, Ibra segera berlari tanpa memakai baju atasannya yang tadi sengaja dia lepas.


Mendengar sang bunda memanggil Ibra segera berlari kekamar memakai pakaian secara asal, dan kembali ketempat dimana sang istri sedang menikmati rasa sakitnya.Ibra segera menggendong Azizah dan membawanya masuk kedalam mobil yang telah disiapkan pak Ujang.


Sedangkan Azizah dari tadi hanya bisa berzikur didalam hati, menikmati rasa sakit yang kian mendera.


"Sayang sabar ya sebentar lagi kita sampai"ucap Ibra sambil terus berdoa didalam hati dan mengelus perut sang istri.Ibra tak dapat menyimpan rasa sedihnya, melihat sang istri menahan rasa sakit.


Sedangkan Mila yang duduk disamping pak Ujang, hanya bisa berdoa didalam hati untuk keselamatan menantu dan cucunya. Tadi Mila juga sudah mengirim pesan kepada Fatma dan Fatma bilang dia akan langsung kerumah sakit.


Sampai dirumah sakit Dokter yang akan menangani Mila sudah ada disana. Karena tadi Izar langsung menghubungi Dokter Sarah setelah mendapat kabar dari sang bunda.


Azizah dibawa keruang IGD, tak lama suster memanggil Ibra untuk menemani sang istri. Ibra segera mendekat kebrankar dimana Azizah sedangr baring


"Dokter pembukaan pasien sudah pembukaan 8 Dok"Lapor sang suster


"Baiklah sus mari kita bawa keruang bersalin"Perintah Dokter Sarah kepada suster yang bername tag Putri.


Sampai diruang bersalin suster Putri menyiapkan semua keperluan. Ibra masih setia berada disamping sang istri memberi kekuatan, membacakan doa untuk keselamatan istri dan anaknya.


Sedangkan Mila dan Fatma mereka menunggu dengan perasaab gelisah.


"Kita doakan saja ya Mil semoga mereka baik-baik saja"ujar Fatma pada Mila


"Iya Fat, kamu tadi kesini sama siapa? " tanya Mila


"Sama mas Gio, tapi tadi Mas Gio sedang menemui Izar"jelas Fatma


Oek


Oek

__ADS_1


Oek


Tak lama terdengar tangis bayi.Mila dan Fatma mengucapkan rasa syukur mereka. Sedangkan diruang persalinan, Ibra tidak henti-hentinya menciumi sang istri. Ada rasa haru yang menyeruak direlung hatinya.


Melihat bagaimana perjuangan sang istri melahirkan anak mereka dengan selamat kedunia ini. Rasanya ucapan terima kasih saja tidak akan cukup untuk membayar semua pengorbanan sang istri.


"Terima kasih sayang kamu telah membuat abang menjadi seorang ayah, terima kasih telah berjuang"ujar Ibra terus menciumi sang istri.


"Selamat ya pak bayi anda laki-laki sehat dan lengka" ujar suster yang membantu persalinan


Ibra yang mendengar hanya mampu menganggukkan kepalanya.Dalam hati dia mengucapkan syukur atas keselamatan iatri dan anaknya.


Azizah yang melihat air mata sang suami segera menghapusnya. Dia merasa beruntung Ibra selalu menemaninya memberinya semangat.


Sedangkan Dokter Sarah hanya bisa tersenyum melihat ayah dan ibu baru dihadapannya ini.Bayi yang baru saja Azizah lahirkan di letakkan diatas dada sang ibu agar bisa melakukan IMD.Saat sang anak sedang mencari sumber kehidupannya Ibra melantukan Azan dengan begitu merdu ditelinga sang anak, juga menyebutkan nama sang anak tepat ditelinganya.


Setelah selesai anaknya dibersihkan oleh suster Putri. Anak Azizah dan Ibra yang di beri nama Alendra Bahari Nugraha di panggil baby Al,itu segera dibawa keruangan bayi.


Mila dan Fatma yang melihat pintu ruangan bersalin terbuka segera mendekat Mila dan Fatma begitu bahagia melihat cucu mereka lahir dengan selamat


"Bagaimana menantu saya sus? " tanya Mila saat belum melihat tanda-tanda Azizah keluar dari ruang bersalin.


Mila dan Fatma segera mengikuti suster yang membawa baby Al. Setelah selesai dari ruang bayi Al,Fatma dan Mila menuju ruangan Azizah.


Diruangan Azizah,Semua berkumpul disana.


"Mba adeknya dikasih nama siapa?"


tanya azza sambil melihat kearah ranjang bayi


"Nama adiknya Alendra Bahari Nugraha"jawab Ibra


Sedangkan Azizah sedang membersihkan diri dibantu oleh Mila. Setelah selesai membersihkan diri, Ibra membantu Azizah untuk berbaring dia brankarnya.


"Sayang kamu makan ya" pujuk Ibra kepada sang istri


Azizah menerima suapan demi suapan yang diberika oleh sang suami hingga tandas tak tersisa. Tak lama terdengar pintu terbuka, yang ternyata Izar, Renata dan Nai.Namun ada yang berbeda dari Izar dan Renata itu yang tak lepas dari pengelihatan mata Ibra.

__ADS_1


Malam menyapa Mila dan Fatma memuruskan untuk pulang dan berjanji besok akan datang lagi. Ibra yang hanya tinggal sendiri bersama sang istri. Dengan cepat menggenggam tangan sang istri lalu menciumnya.


"Sayang apa yang harus abang berikan kepada kamu, untuk membayar semua yang kamu lakukan untuk abang"tanya Izar


"Bang bagi Azizah, dengan abang berada disisi Zizah saja,Zizah sudah bahagia bang"ujar Zahra tidak akan pulang.


"Kamu hebat sayang, Kamu telah berjuang untuk aku dan anak kita" ujar Ibra bingung ingin bericara apa. Tak lama pintu kembali terbuka ternyata itu pak Ujang membawakan nasi beserta lauk pesanan Gio.


"Bang abang sana makan dulu, sedari tadi abang belum makan nanti asam lambung abang kumat " perintah Azzai saat melihat kantong makanan yang dibawa Izar.


Renata dan juga Nai yang berada diruangan sedari tadi hanya melihat bayi yang ada didalam boks tersebut.


"Lucu ya.... Nai?" mirip bang Ibra


"Iya.... pingin aku gigit saja pipinya" tambah Nai


Ibra yang mendengar sang adik ingin menggigit anaknya mendekat.


"Enak aja mau gigit baby Al. Sebelum kamu gigit abang dulu yang gigit kamu" ujar Ibra pada Nai


"Bang besok abang pasti akan kalah peaona dengan baby Al" Kata Nai"Iya kan sayang" meminta pembelaan pada baby Al


"Mana bisa... abang tetap yang paling ganteng. Iya kan sayang" Tanya Ibra pada Azizah


Sedangkan disudut ruangan ada yang memperhatikan seorang gagdis yang saat ini sedang tertawa lepas.Ya... Sedangkan dari


tadi Izar hanya bisa melihat dari sofa yang mereka pajang diruang itu.


Renata pun sesekali curi pandang kearah Izar. Hari beranjak malam semua sudah pelulang kerumah masing-masing. Namun Ibra masih setia menemani sang istri.


Saat ini Azizah sedang memberi baby AL ASI.


"Baby Al sepertinya sangat haus ma"Ujar ibra


"Iya bang mungkin karena baby Al dari tadi hanya tidur sehingga saat ini merasa lapar" jawab Azizah


Ibra terus saja memperhatikan wajah baby AL yang sangat mirip dengannya. Saat ini dia sudah menjadi seorang ayah. Ibra berjanji akan mendidik anak-anaknya dengan baik.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= Malam ini sampai sini dulu ya readers tolong like dan komen cerita bunda ya biar bunda tambah semangat updatenya. terimakasih


__ADS_2