
Cinta didunia ini banyak,tergantung bagaimana menjaganya.Kita akan merasakan Cinta setelah kita kehilangan, kita akan merasakan kehilang setelah orang yang kita Cinta pergi, kita akan memutuskan pergi, jika orang yang kita Cinta tak meminta kita untuk tinggal, dan Kita akan memutuskan untuk tetap tinggal jika orang yang kita cinta membalas cinta kita.
Seperti Anto yang meninggalkan Mila demi wanita lain, Mila memilih pergi meninggakan Anto.Dan Anto pun menyadari bahwa dia kehilangan orang yang paling mencintai dia.
Seperti Cinta Mila pada Dewa, walaupun Dewa meninggalkan dia untuk selamanya,namun Mila memilih menjaga cinta itu.Seperti Marco pada Jelita, dia rela kehilangan orang yang tulus mencintainya, demi cinta yang tak akan pernah bisa diraihnya. Dan untuk cinta Robert pada Jelita, Cinta yang indah, karena Cinta itu terbalas Cinta.
Setelah acara pernikahan beberapa hari kemudian mereka kembali menggelar acara tujuh bulanan untuk sang menantu. Nai sangat bahagia, walau tiada yang tau dalam hati dia selalu berdoa buat seseorang, dan terkadang juga berharap kepada seseorang.
" Ayah Dewa... lihat sebentar lagi Nai mau melahirkan, bantu doakan Nai ya ayah, andai ayah disini, Nai tau ayah pasti sangat bahagia, maaf Nai sudah lama tak berkunjung kemakam ayah, tapi setiap sujud Nai selalu meminta agar ayah ditempatkan ditempat yang terindah" gumam Nai yang saat ini sedang duduk disebelah sang suami
Rayyan melihat sang istri yang sedang bersedih segera merangkul pinggang Nai.
"Sayang... kamu kenapa kok muka sedih? " tanya Rayyan
"Enggak mas,Nai hanya nggak menyangka aja kalau sebentar lagi Nai akan jadi seorang ibu" jawab Nai
"Alhamdulillah sayang, berarti allah percaya sama kita, kalau kita akan menjadi orang tua yang bisa membimbing anak -anak kita" ujar Rayyan
Setelah Acara selesai, mereka membagi bingkisan dan amplop kepada anak yatim piatu yang mereka undang.Begitu juga tamu undangan yang diberikan bingkisan betupa telur dan makanan.
* * * * * * * * * *
__ADS_1
Hari-hari berlalu begitu cepat,hari ini semua orang sedang berkumpul diruang rawat Nai, karena tadi pagi tepat pukul 10,Nai melahirkan putra pertamanya, dengan kelahiran normal, putra yang diberi nama Arasya Wiliam. Semua orang berbahagia termasuk Jelita dan Robert. Mereka sengaja datang sebelum hari persalinan Nai.
Tiga hari sudah Nai dirawat pasca persalinan, dan hari ini dia dan baby Aras sudah diizinkan pulang. Dan rencananya mereka juga akan mengadakan acara Aqiqah baby Aras.
" Ih.. kak Nai baby Arasnya Azza bawa pulang aja ya,kan kakak sama bang Ray bisa buat lagi" ujar Azza sambil mancium baby gembul itu
Pletak
Bunyi kepala Azza yang dijitak Nai,dan Azza hanya bisa mengaduh kesakitan.
" Enak aja emang kamu kira kakak kucing,kamu kira enak melahirkan " ujar Nai kesal
" Sabar ya Azza nanti 2 bulan lagi kamu boleh bawa baby Aras kemana aja biar Abang bisa proses lagi" ujar Rayyan yang mendengar perkataan sang adik ipar dan sontak mendapat cubitan dari Nai.
* * * * * * * * * * * *
Hari ini acara Aqiqah baby Aras, dan Rayyan sengaja membuat acara yang besar, karena ini merupakan cucu pertama dari keluarga Wiliam. Rayyan juga mengundang beberapa kolega lamanya, dan tak lupa anak yatim piatu.
Semua orang sedang sibuk, dan hal itu membuat kedua balita yaitu AL dan Lea kesal.Sedangkan ketiga baby Alisa, Aurel dan Aras tidur nyenyak dalam boks mereka.
Acara berlangsung dengan khidmat,para tamu undangan juga berdoa semoga baby Aras menjadi anak yang soleh, juga menjadi kebanggaan semua orang. Rayyan dan Jelita juga Mila membagikan bingkisan dan Amlop untuk anak yatim piatu. mereka juga membagikan bingkisan untuk warga sekitar dan cindra mata untuk para kolega.
__ADS_1
Selesai acara mereka semua menginap dikediaman Rayyan dan Nai,disana memang menyediakan banyak kamar. Karena hari sudah malam mereka semua memutuskan untuk beristirahat.
" Mas... lihatlah Rayyan sekarang sudah memiliki anak, walaupun kamu tak pernah mencintaiku tapi aku berterima kasih,karena kamu aku bisa mendapatkan seorang putra yang tampan dan sekarang cucu yang tampan pula" gumam Jelita
Robert datang memeluk Jelita dari belakang,dan hal itu membuat Jelita merasa nyaman. Dua bulan ini Jelita memang merasakan besarnya cinta yang Robert berikan untuknya, hingga membuat Jelita,jatuh cinta sejatuhnya pada pria itu
" Ada apa sayang aku lihat kau sedang melamun"tanya Robert
" Tidak mas... aku hanya merasa bersyukur, walau dulu Mas Mark tidak mencintaiku tapi dari dirinya aku memiliki Rayyan, dan saat ini pun aku sangat bersyukur, mendapatkan cinta yang begitu besar dari kamu" jawab Jelita jujur
" Aku yang seharusnya merasa bersyukur karena bisa menjadi suamimu" ujar Robert mengeratkan pelukannya.
Sedangkan dikamar Mila, pun juga sama.Saat ini Mila sedang berdiri dibalkon kamar yang dia tempati.
" Mas... kita punya satu cucu lagi dari Nai, Gadis yang menjadi princes kamu kini telah menjadi seorang ibu, semoga pernikahan mereka langgeng ya mas" gumam Mila sambil menatap bintang berharap rindu yang selalu dia rasakan tersampaikan kepada sang pemilik rindu.
" Tinggal Azza mas, dan aku berharap dia mendapatkan jodoh yang terbaik, karena dia adalah satu-satunya kenangan yang aku punya dari kamu" tambah Mila masih menatap langit yang penuh dengan bintang
"Srdangkan dikamar yang berbeda tepatnya dikamar Azza,kini gadis itu masih asik menonton drama korea yang menjadi favoritnya. Azza bukan tak memikirkan soal jodoh tapi baginya, jodoh itu akan datang dengan sendirinya. Dia ingin mendaparkan Jodoh seperti Dewa ayahnya yang penyayang, tegas seperti Abangnya Ibra dan perhatian seperti Abangnya Izar. Tapi hingga kini belum ada yang masuk kriteria Azza, walaupun sudah banyak pria yang menyatakan cinta padanya. Namun Azza tak pernah menanggapinya, karena semua pria itu hanya ingin bersenang-senang.Dan Azza tak suka akan hal itu, karena sang bunda yang selalu mengajarkan apa yang boleh dan tidak bileg mereka lakukan agar menjaga nama Almarhum sang ayah,terutama Azza dan Nai yang seorang perempuan. Begitulah pesan sang bunda.
* * * * * * * * * *
__ADS_1
Aduh maaf readers bulan ini author banyak libur dan juga kata-katanya nggak banyak karena anak author bergantian sakit,inilah resiko emak2 berdaster. Selain menulis aku juga memiliki kewajiban sebagai orang tua.
Jadi aurhor mohon maaf ya kalau kalian merasa author kurang konsisten dan bertanggung jawab.Dan terimakasih untuk para readers yang sudah mendukung dan memberikan masukan yang berarti buat author