Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Baik Fariz dan Ziva mereka sangat suka tinggal di perkampungan. Di sana mereka memiliki banyak teman. Salah satunya adalah Rara,cucu dari seorang wanita tua,yang biasa membersihkan rumah Abah. Rara yang usianya dua tahun, sering di ajak nek Ijah(panggilan wanita tua) untuk ikut dengannya saat membersihkan rumah Abah.


Ayah Rara Bekerja di luar kota, sedangkan ibu Rara , telah meninggal dunia saat melahirkan Rara .Rara anak yang pintar tidak pernah rewel saat Mak Ijah membersihkan rumah Abah. Mak Ijah akan meletakkan Rara di teras,dengan sebuah boneka lusuh pemberian sang ayah sebelum bekerja di luar kota.


Ziva yang membawa 2 boneka beruang kesayangannya memberikan salah satu untuk Rara. Mak Ijah yang melihat merasa terharu, dan berdoa untuk keluarga Zyan yang sangat baik. Azza pun terkadang memberikan makanan kepada dia dan Rara.


Terkadang saat mereka pergi berbelanja ke kota. Zyan dan Azza juga membelikan Rara sama dengan Fariz dan Ziva. Sedangkan Abah saat ini tengah pergi ke luar kota. Tepatnya di kota tempat Zyan dan Azza berasa Kota J. Abah dan Ibra bekerja sama untuk menangkap orang-orang, yang telah mencelakai Zyan.


Tak memerlukan waktu lama. Orang-orang suruhan Toni telah tertangkap. Namun Toni belum mengetahui soal itu, karena Abah meminta Ibra untuk merahasiakan semua, agar Toni lengah dan mereka dengan mudah menangkapnya.Ibra sebenarnya ingin menggunakan jalur bawah. Tetapi Abah melarangnya, karena negara ini negara hukum.


Tak memerlukan waktu lama akhirnya Toni pun tertangkap, saat sedang bersenang-senang dengan beberapa wanita malam,di sebuah klub malam. Yura yang mendengar tentang tertangkapnya sang ayah mencoba melarikan diri. Namun naas mobil yang di kendarai Yura menabrak sebuah mobil tangki. Membuat Yura meninggal di tempat.


Baik Mila maupun Sella sangat bersyukur mendengar kabar tentang Zyan. Begitu juga dengan yang lain. Mereka akan menunggu kepulangan Zyan sekeluarga.


** ** * ** * * * * * *


Di kampung terdengar berita duka. Mak Ijah terkena serangan jantung, saat mendapat kabar kalau ayah Rara meninggal dunia saat sedang bekerja di proyek pembangunan. Mak Ijah di rawat di rumah sakit selama satu Minggu dan akhirnya Mak Ijah menyerah. Namun sebelum menghembuskan nafas terakhir, Mak Ijah meminta tolong kepada Abah untuk merawat Rara, karena Rara sudah tak memiliki siapapun, dan Abah menyetujuinya.


Pagi ini rumah Abah sudah sangat ramai terdengar gelak tawa dari ketiga anak itu. Azza dan Zyan sebenarnya tidak tega meninggalkan Rara disana tanpa teman, namun mereka harus kembali, kerena perusahaan membutuhkan Zyan.

__ADS_1


Abah juga berkata dia akan membawa Rara tinggal di asrama kemiliteran, karena Abah di minta atasannya untuk bertugas kembali, membuatnya terpaksa kembali. Semua berkas Rara sudah di urus dan akan masuk kedalam KK Abah.


" Fariz.... Ziva kalau sudah pulang jangan lupa sering telpon Abah dan Rara ya, dan ingat jadilah anak yang pintar dan hebat agar bisa melindungi keluarga kalian" nasihat Abah


Faris dan Ziva yang merupakan anak yang cerdas mengerti apa yang bang bicarakan. Mereka menganggukkan kepalanya sebagai tanda Mereka mengerti.


" Zen.... Azza beri kabar Abah selalu ya,kalau kalian membutuhkan bantuan jangan sungkan untuk menghubungi Abah" ujar Abah


" Iya bah.... Zy mengucapkan terimakasih, karena selama ini Abah selalu membantu dan mau menerima Zy yang bukan siapa-siapa, titip Rara ya bah. Kalau pun Abah memerlukan bantuan Kami jangan sungkan-sungkan menghubungi kami" ujar Zyan


" Azza pun mengucapkan banyak berterima kasih, karena tanpa Abah mungkin Zyan tidak akan selamat" ucap Azza


" Dek... jangan di lepas ya sampai kapan pun, suatu saat kita akan bertemu lagi" ujar Fariz sambil mengenakan sebuah kalung pemberian sang mama saat dirinya masih bayi. Sedangkan Ziva memberikan sepasang anting stroberi.


Rara hanya bisa melihat kepergian empat orang yang menyayanginya. Abah yang melihat segera menggendong Rara masuk. Mereka juga harus bersiap, karena besok mereka pun harus meninggalkan kampung itu.


Perjalanan yang memakan waktu cukup lama. Membuat Fariz dan Ziva tertidur. Mereka memang sengaja milih jalur darat, karena ingin menikmati suasana ini. Sebelum semu sibuk dengan urusan masing-masing.


* * * * * * * * * * *

__ADS_1


Sedangkan di kediaman Mila, kini semua tengah berkumpul untuk menyambut kedatangan Zyan , Azza dan anak-anaknya. Mila sengaja memasak makanan kesukaan kedua cucunya. Dan besok mereka akan mengadakan acara doa selamat untuk keselamatan Zyan.


Bahagia .... mereka semua merasakan kebahagiaan. Walaupun Lika-liku dalam kehidupan dan cinta mereka sangat menguras air mata. Mereka hanya bisa berencana, tapi tetap tangan Allah yang bekerja. Sehebat apapun seseorang, bila tangan Allah sudah bekerja tiada manusia yang bisa mencegahnya.


Tepat pukul 5 sore mobil yang di tumpang Azza, Zyan dan kedua anaknya sampai di halaman rumah Mila. Dengan senang hati mereka semua menyambut kedatangan keluarga kecil itu. Banyak doa yang terucap dari mulut ibu empat anak itu. Berharap bisa melihat cucu-cucunya lahir ke dunia.


Mereka duduk berkumpul di ruang keluarga.Banyak cerita yang Azza ceritakan. Terutama bagaimana senang dan bahagianya hidup di perkampungan.


Sedangkan Zyan kini sedang berkumpul dengan Ibra dan yang lain. Mereka ingin membicarakan tentang apa lagi kalau bukan pekerjaan. Setelah puas berbagi cerita tentang pengalaman kami saat ini.


Zyan dan Azza kini telah memasuki kamar mereka. Sampai di kamar mereka membersihkan diri. Rasa lelah membuat mereka untuk istirahat untuk sejenak.


Zyan dan Azza sangat bahagia dan bersyukur. Setelah berpisah lama kini mereka semua bisa berkumpul kembali dengan orang-orang yang mereka sayangi.


Kini semua berkumpul di meja makan. Mereka akan makan malam bersama. Mereka menikmati makan malam yang sengaja Mila siapkan untuk anak-anaknya. Saat semua menikmati makan malam mereka, Mila melihat satu persatu anak cucunya.


Mila bahagia, tiada yang lebih bahagia dari melihat anak dan cucunya bahagia. Ingin rasanya di hidup untuk selamanya. Namun usia bukan urusannya, Mila cukup menikmati apa yang Allah berikan kepada dirinya. Karena hidup hanya sementara, kini dia hanya tinggal menunggu waktunya.


Selesai makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Saling bercerita, bercanda tertawa mengingat masa anak-anak mereka. Bagaimana perjuangan sang bunda, apa yang telah mereka lewati selama ini. Karena sejatinya tanpa sang bunda mereka tak tau kemana arah yang akan mereka tuju.Tanpa sang bunda,mereka Tak akan pernah menjadi seperti sekarang ini. Bagi mereka Mila adalah kekuatan mereka, cahaya cinta mereka. Sehingga mereka akan selalu menjaga sang bunda.

__ADS_1


Bagaimana part malam ini semoga suka ya terimakasih atas dukungannya terhadap author. Menurut kalian cerita cucu-cucunya Mila sambung di sini atau buat squelnya. Di tunggu jawabannya ya. Terimakasih


__ADS_2