
Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, tapi Nai masih berkutat dengan desain yang harus selesai dalam waktu 2 hari. Nai sudah menghubungi sang bunda kalau malam ini dia akan lembur, sebenarnya Mila melarang, tapi karena Nai menjelaskan semuanya, akhirnya, Mila mengizinkan Nai untuk lembur, bahkan kalau terlalu malam Nai dipinta tidur di butik.Karena Mila tidak ingin terjadi sesuatu kepada sang anak, karena memaksa pulang.
Setelah menelpon sang bunda Nai, yang kali ini ditemani Juli, memintanya untuk memesan makanan untuk mereka berdua. Namun baru saja Juli akan memesan makanan, seorang OB memberikan makanan kesukaan Nai, dan berkata bahwa ada kurir yang mengirimnya.
Juli yang khawatir mencicip makanan itu terlebih dahulu, setelah mendapatkan izin dari Nai, setelah dirasa aman akhirnya Nai makan malam bersama Juli, sambil terus berfikir siapa yang mengiriminya makanan. Nai juga menggabungkan dengan kiriman bunga yang datang setiap hari belakangan ini.
Sedangkan didalam sel tahanan Marco sangat marah, bagaimana tisak sudah dua pengacara yang dia bayar untuk membuatnya keluar dari tempat itu, namun satu pun tak ada yang bisa. Ditambah lagi anak dan istrinya tidak dapat membantu sedikit pun.
Dalam hati Marco bertanya " Siapa sebenarya Ibra Bahari Nugraha itu.Sehingga bisa membuat dia mendekam di dalam sel seperti saat ini dan tidak ada satu pengacara pun yang bisa membantunya?"
Sedangkan dikediaman Marco, Jelita sangat bersedih tidak ada yang dapat dia lakukan.Jelita sudah meminta Rayyan membantu sang daddy, dan hal itu sudah dilakukan Rayyan namun tidak membuahkan hasil.
Marco harus menghadapi sidang, untuk memutuskan berapa lama masa tahanan yang akan dia dapat.Dan baru saja Marco mendapatkan Kabar dari orangnya, kalau Ibra berhasil membuat, kecelakaan yang terjadi pada Dewa pun sedang diproses.
Sedangkan Rayyan yang saat ini berada dikantornya, terlihat sedang tersenyum entah apa yang membuatnya tersenyum, disaat permasalahan sang Daddy belum selesai.
Hari-hari berlalu Nai yang sudah biasa sendiri. Tetap menjalani hari-harinya dengan bahagia. Jika dia merasa jenuh, dia berkunjung ke yayasan tempat dimana Kayla tinggal. Seperti saat ini. Setelah lama berkutat dengan desain. Hari ini Nai memutuskan untuk rehat sejenak dengan menemui Kayla.
Kayla Gadis itu saat ini menjadi pelukis terkenal, walau jam terbangnya belum lama, dari tangan dinginnya, dia banyak menghasilkan karya yang indah. Seperti saat ini.Kayla yang bahagia dengan kedatangan Nai memutuskan untuk melukis sang gadis yang sudah dia anggap sebagai saudara.
Dari hasilnya melukis, Kayla terkadang membelikan sesuatu untuk sang kakak.
" Kak Nai... kakak tambah cantik aja" puji Nai sambil tangannya bermain dengan kuas dan kanvas didepannya.
"Kamu ini Kay... memang biasanya kakak nggak cantik" jawab Nai sambil memasang wajah cemberut
__ADS_1
" Bukan begitu kak, tapi kali ini Kayla lihat kakak memang terlihat lebih cantik" jelas Kayla
Satu jam lamanya Kayla melukis Nai. Dan betapa takjubnya Nai dengan hasil lukisan Kayla. Dan Nai ingat sesuatu, kalau sebentar lagi adalah hari ulang tahun pernikahan sang bunda dengan almarhum ayah Dewa.
"Kay... apa kakak bisa minta sesuatu? " tanya Nai
"Ada apa kak insyaallah Kay bantu" jawab Kayla
"Minggu besok, bundanya kak Nai akan merayakan ulang tahun pernikahan dengan almarhum ayah kak Nai, jadi bisa nggak Kak Nai minta Kayla lukisin bunda dan ayah tapi kak Nai mau ukuran besar " jalas Nai
"Apa Kayla bisa dan apa Kayla mau? " tanya Nai
Kayla sejenak berfikir dan segera menganggukkan kepalanya. Karena Kayla tak sanggup menolak permintaan bidadarinya Kayla. Sedangkan Nai begitu bahagia.
Nai segera mengirim foto sang bunda dan ayah Dewa,ke ponselnya Kayla. Karena hari sudah menjelang magrib, akhirya Nai memutuskan untuk pulang.
Setelah mendapat jawaban Nai berjalan kearah ruang keluarga,dimana disana ada sang tante, om Gio dan bang Galen. Nai menyalami semua orang,dan Nai segera duduk disamping sang bunda
Mereka semua kumpul karena ingin melihat mba Azizah yang sedang sakit.Tepatnya sedang dalam masa mengidam, dan hal itu membuat Aziah begitu lemah.
"Nai kapan kamu menyusul abang-abang mu,Apa tidak ada yang bisa membuatmu jatuh cinta? " Tanya Fatma
"Nai belum berfikir kearah sana tante, nanti aja setelah bang Galen ada pacar atau paling nggak Galen menikah, jelas Yang dipertanyakan kenapa sampai sekarang bang Galen belum menikah" jawab Nai sambil mengejek Galen
Sedangkan Galen jangan ditanya, dia begitu kesal dengan Nai. Dan Galen yakin setelah ini pasti sang mama akan ceramah sehari semalam.Dan benar saja Fatma mulai bertanya tentang perkembangan kedekatannya dengan Rury.
__ADS_1
Sedangkan Gio, Mila dan yang lain hanya menahan senyum, karena mereka sudah biasa mendengar Fatma dan Galen berdebat.
"Mil... apa Minggu besok seperti biasa akan diadakan pengajian? " tanya Gio pada Mila
"Iya bang... sama seperti tahun-tahun yang sudah berlalu hanya doa yang bisa kita hadiahkan buat Mas Dewa" ujar Mila dengan air mata yang sudah menggenang.
"Ya sudah Nanti biar abang yang siapkan semua dan kita pesan katring dengan restoran RAOS saja" jelas Gio
Mila dan yang lain hanya menganggukkan kepala. Tak lama terdengar suara tangisan dari kamar baby Lea. Renata yang ingin berdiri dilarang oleh Izar, sedangkan Izar segera mengambil sang anak dan membawanya kepada Renata.
Azizah yang masih lemah hanya bisa berdiam duduk disebelah Ibra yang sedang memangku AL. Hari sudah menunjukkan pukul 10 malam Fatma, Gio dan Galen pamit pulang. Dulu Galen sering menginap dirumah Mila,tapi setelah Izar menikah Galen datang hanya sekedar berkunjung atau, minta masak dengan Bi Asih.
Hari berlalu, Pagi tadi Nai sudah ditelpon oleh Kayla, yang mengatakan bahwa lukisan sang bunda dan ayahnya telah siap. Nai bersyukur karena nanti malam adalah acara ulang tahunnya.
Kayla juga bukan hanya membuat 1 lukisan tapi membuat 2 lukisan Mila dan Dewa dan 1 Lukisan keluarga.Nai yang melihat lukisan itu menitikkan air mata. Bagaimana tidak didalam lukisan itu, ada seseorang yang sangat berarti buat Nai dan saudara-saudaranya. Gambar seorang malaikat tanpa sayap yang menerima sang bunda dengan ketiga anaknya.
Nai dengan cepat menghapus air matanya dengan cepat. Dan segera Nai meminta seseorang membungkus lukisan tersebut dan mengirimnya kerumah.
Setelah selesai Nai mengucapkan kepada Kayla,dan berharap Kayla mau datang nanti malam.
Dikediaman Mila semua orang sedang sibuk membersihkan rumah, karena nanti malam banyak yang diundang keacara tahlilan yang mereka adakan.
Mila yang sedang melihat pekerja, terkejut dengan kedatangan 3 paket besar yang katanya dari sang anak Nai. Mila meminta mereka meletakkannya diruang tamu. Saat akan membuka peket tersebut, Mila dikejutkan oleh kedatangan Fatma yang masuk sambil mengomel.
################################
__ADS_1
Malam ini segini dulu ya. Dan apa yang mila rasakan setelah melihat lukisan itu dan akan ada juga kejutan lain dari Izar dan juga Ibra. Yang penasaran ayo like n komen ya biar bunda makin semangat updatenya.Dan yang mau lihat Visul dalam cerita bisa lihat di IG bunda @baim.abi.Terima kasih