
Pov Liona
Menyesal aku sungguh menyesal, telah menyia-nyiakan orang yang dulu mencintaiku sepenuh hati.Drngan begitu tega aku menghianatinya dengan sahabatnya sendiri. Aku tidak bisa menyalahkan Bagas, karena kalau pun Bagas menggodaku, tapi aku bisa menjaga hatiku, pasti perselingkuhan itu tak akan pernah terjadi. Tapi aku sendiri yang tidak bisa menjaga cinta itu, mau nyalahkan sikap Ibra untuk membenarkan perselingkuhan itu.Kini menyesal pun tiada guna. Kini aku melihat kasih sayang yang begitu besar dia berikan kepada wanita lain yang telah menjadi istrinya.Dulu cinta itu hanya milikku, perlakuan manis itu hanya milikku. Tapi kini semua dia lakukan untuk orang lain. Andai waktu dapat diputar kembali, aku tak akan pernah menyia-nyiakan dia yang menjagaku, dia yang begitu tulus mencintaiku, tak pernah berani menyentuhku, menjagaku seperti barang berharga, Tapi aku sendiri yang menjadikan diri ini murahan.
Aku menyerahkan hal yang paling berharga dalam hidupku pada orang yang salah.Saat bersama Ibra aku merasa dia adalah lelaki yang bodoh. Padahal dulu aku menyerahkan diri ini suka rela padanya, Namun dia tak pernah mau, dia begitu menghargai aku sebagai seorang wanita. Dan karena hal itu aku memilih berpisah dengannya. Dulu aku pernah berfikir, bahwa saat aku berpisah dari Ibra aku bisa dapat yang lebih dari pada dia. Namun aku salah, tidak ada yang lebih baik dari pada Ibra saat itu. Kini dia tak bisa lagi aku gapai, dan kini aku pun sudah menerima karma dari apa yang aku perbuat dulu pada Ibra.
Setelah dengan Ibra pun aku pernah menyakiti pria bernama Lukas, aku hanya memanfaatinya untuk mendapat apa yang aku inginkan. Dan saat ini aku mendapat balasan dari Lukas. Lukas memang menikahiku, tapi hanya sebagai pemuas na*su nya saja. Dan saat ini dia akan menikahi wanita yang dia cintai, dan aku hanya menjadi istri diatas kertasnya saja.
Andai aku mendapatkan sebuah kesempatan aku ingin meminta maaf kepada Ibra, atas semua kesalahanku yang dulu. Tapi aku merasa kesempatan itu tak akan ada. Aku tak ingin mengganggu kebahagiaannya. Aku hanya berharap suatu saat Lukas mau melepaskanku, dan aku bisa mendapat kebahagiaanku sendiri.
Setelah puas aku berjalan-jalan jalan aku memutuskan untuk segera pulang, karena aku takut Lukas akan marah saat tau aku keluar rumah tanpa izin darinya. Karena saat aku pergi tadi dia sedang pergi bersama calon istrinya untuk mengurus pernikahannya.
Aku menaiki taxi menuju kediaman Lukas, 30 menit perjalanan akhirnya aku sampai dirumah yang aku dan Lukas tempati. Namun yang membuat aku takut, aku melihat mobil Lukas sudah terparkir dihalaman rumah. Aku segera turun dari taxi yang aku tumpangi, berjalan menuju teras rumah, yang ternyata Lukas sudah berdiri besama Calon maduku.
Saat sampai diteras aku melihat Lukas menatap tajam kearahku.
"Dari mana saja kamu jam segini baru pulang?" tanya Lukas dingin
"Ma... maaf aku tadi hanya makan di kafe dan duduk sebentar ditaman" jawabku terbata, sebenarnya aku takut akan kemarahan Lukas
__ADS_1
"Mas biarkan mba Liona masuk dulu, kasihan dia" ujar Thalia manja
Akhirnya Lukas membiarka Liona masuk kedalam rumah, sedangkan dia menuju kedalam kamar utama rumah itu bersama Thalia. Hati Liona sakit melihat sang suami bersama wanita lain. Namun dia berfikir mungkin ini lah yang Ibra rasakan saat mendapati dirinya dan Bagas berbagi peluh.
Liona segera menuju kamarnya yang berada dibawah.Ya... disini Liona menempati kamar tamu, sedangkan Lukas dan Thalia menempati kamar utama. Sesampainya di kamar tamu Liona segera membersihkan diri. Tak memerlukan waktu lama,selesai membersikan diri dan memakai pakaian Liona segera naik ketempat tidur.
Liona menatap langit-langit kamarnya. Dimana dia menjadi istri yang tak dianggap. Dua dinikahi hanya untuk membalas sakit hatinya. Namun Liona sadar ini semua juga kesalahannya. Andai dulu dia dapat menghargai seseorang., mungkinkah n ini tidak akan terjadi. Liona hanya berharap suatu saat Lukas mau melepaskannya dari pernikahan ini.
Sedangkan dikamar Lukas saat ini. Lukas dan Thalia sedang berdebat masalah pernikahan antara Lukas dan Liona.
"Mas sampai kapan Liona akan menjadi istri kamu?"tanya Thalia
"Sayang kan kita sudah sering membahas ini, aku hanya menganggap dia hanya seorang pelayan tidak lebih, aku hanya cinta sama kamu" ujar Lukas menjelaskan
"Enggak mungkin sayang, dia hanya masa lalu aku, masa depan aku itu kamu dan sebentar lagi kita juga akan menikah"
"Aku tau mas tapi, kamu juga kan tetap menyentuhnya? "
"Aku menyentuhnya agar aku tak menyentuhmu lebih dulu sayang" jelas Lukas
__ADS_1
"Padahal aku sudah bilang aku mau kau sentuh sebelum pernikahan kita tetapi kau menolaknya, karena kau bilang akan menjagaku sampai kita sah menjadi suami istri"
"Karena kau sangat berharga dibandingkan dia sayang, aku ingin menciptakan malam pertama yang tidak akan pernah kau lupakan"
Setelah perdebatan panjang, akhirnya Lukas mengantar Thalia pulang. Namun sebelumnya dia mengajak Thalia makan malam terlebih dahulu.
Sedangkan Liona sejak tadi dia menunggu kehadiran Lukas dan Thalia. Namun hingga jam 9 malam yang di tunggu tidak juga menampakkan diri. Akhirnya Liona memutuskan untuk makan malam sendiri.
Selesai makan malam Liona membersihkan bekas makannya, dan setelah selesai dia segera masuk kedalam kamarnya.
Lukas tiba dirumah pukul 11 malam, karena setelah mengantar Thalia, Lukas memutuskan menemui Seno sang asisten. Lukas menanyakan perkembangan kerja sama antara perusahaannya dengan perusahaan Ibra. Dan meminta Seno membuat janji pertemuan dengan Ibra.
Tadi saat dijalan setelah mengantar Thalia, Lukas berfikir tentang perkataan Thalia tentang pernikahannya bersama Liona.Sebenarnya apa yang difikirkan Thalia tak akan mungkin terjadi. Tapu dia tak ingin membuat calon istrinya bersedih,dan dia pun merasa sudah cukup, selama hampir satu tahun ini dia telah membalas sakit hatinya kepada Liona.
Namun Lukas belum bisa memutuskan.Lukas sebenarnya bukan seorang pria yang jahat. Namu karena rasa sakit hatinya, membuatnya menutup mata hatinya. Penghianatan yang dia terima dari Liona sungguh sangat membuatnya menjadi orang yang kejam.
Sampai dirumah dia melihat lampu kamar Liona sudah padam,dia segera naik keatas tempat dimana kamarnya berada. Sampai didalam kamar Lukas segera membersihkan diri, setelah selesai dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang king sizenya.
Lukas menatap langit-langit langit kamarnya.Dia kembali teringat saat dimana dia bersama Liona, menjalin kasih selama 2 tahun. Apa yang di inginkan Liona selalu Lukas berikan. Lukas pun menerima Liona apa adanya, tanpa melihat bagaimana masa lalunya. Namun saat itu perusahaannya mengalami kebangkrutan, akibat kecurangan dari salah satu pamannya. Dan saat itulah dengan teganya Liona meninggalkannya, dan pergi bersama laki-laki lain yang tak lain adalah lawan bisnisnya. Saat itulah dia sangat membenci Liona.
__ADS_1
////////////////////////////////////////////////////////////////
Maaf ya bukan author nggak menghargai kontrak tapi keterlambatan update karena ponsel author baru diinstal jadi untuk mencocokkan bab ini harus mencari bab yang berkaitan. Jadi sekali lagi author minta maaf.