
Hari- hari berlalu,Mereka mulai menjalani aktifitas seperti biasa Mila masih sering mengunjungi semua toko dan butiknya.Terkadang Dewa yang akan menemani,karena sekarang hampir semua pekerjaan Ibra yang tangani.
Seperti hari ini, Dewa menemani Mila ke daerah C, karena sudah hampir dua bulan Mila tidak mengunjungi tokonya disana.Sampai dikota C Mila dan Dewa segera menuju tokonya.Sampai ditoko Mila lihat sedang banyak reseller yang datang.Mereka tau Mila pemilik toko itu.
Usaha Mila sangat maju berkat kegigihan Mila dan dukungan Dewa.
"Mas nanti kita langsung pulang saja ya soalnya hari ini kita ada undangan makan malam dirumah baru Luna"
"Iya sayang", jawab Dewa masih fokus menyetir mobilnya
Mila melihat kearah belakang dimana Azza tertidur pulas.Setelah sampai dirumah rupanya anak- anak sudah pulang sekolah,sedangkan Ibra masih dikantor.Mila berjalan menuju kamar Nai dan Izar.
Tok
Tok
Tok
"Nai bunda boleh masuk" tanya Mila sambil mengetuk pintu kamar Nai
"Masuk saja bunda nggak dikunci kok" jawab Nai dari dalam, karena sedang mengerjakan tugas
"Nai nanti kamu ikutkan kerumah kakak Luna" tanya Mila kepada Nai
"Iya bunda memang jam berapa kita berangkat"
"Lepas shalat maghrib Nai nanti kamu siap- siap sendiri ya"
"Ok bunda"
Setelah dari kamar Nai, Mila menuju kamar Izar, yang kebetulan disebelah kamar Nai dan Ibra.
Tok
Tok
Tok
"Izar bunda masuk ya" tanya Mila sambil mengetuk pintu
"Masuk saja bunda nggak dikunci" jawab Izar
"Izar nanti kamu ikut nggak kerumah kak Luna yang baru"
"Enggak bisa bunda soalnya Izar harus ngerjai tugas soalnya besok ada ujian bunda"
__ADS_1
"Ya sudah nanti kalau kamu lapar kamu minta sama bi Asih atau bi Mina aja ya"
"Siap bunda" sambil mengacungkan jempol
Setelah keluar dari kamar Izar, Mila mencari suaminya yang ternyata sedang ditaman belakang rumahnya.Mila membawa cemilan dan teh manis untuknya dan Dewa.
"Mas kok disini, ini sudah sore loh"
"Barusan ada telpon dari Kevin mas harus berangkat ke LA besok"
"Ada apa mas kok mendadak"
"Karena disana sedang ada masalah yang harus mas sendiri yang tangani nggak bisa diwakilkan"
Mendengar perkataan Dewa entah kenapa perasaan Mila menjadi gelisah.Begitu pun dengan Dewa entah kenapa dia seakan ragu untuk pergi, tapi karena perusahaannya membutuhkan dia terpaksa dia harus pergi.
"Berapa lama Mas disana?" tanya Mila setelah berhasil menguasai hatinya
"Paling cepat 2 minggu tapi bisa lebih dari itu"
"Kenapa lama sekali mas? Apa masalahnya sangat berat mas?"
"Mas belum tau Mil karena Kevin belum menjelaskan secara detail" jelas Dewa
"Ya sudah nanti Mila bantu berberes baju mas ,setelah pulang dari rumah Luna"
"Enggak lah mas, kamu disana buat kerja bukan buat liburan nanti kalau aku ikut kamu terganggu dan nggak selesai- selesai"
"Ya sudah makasih ya sayang kamu istri yang terbaik" ujar Dewa sambari memeluk Mila
Setelah berbincang Mila dan Dewa masuk kedalam rumah karena hari sudah maghrib.Sampai didalam ternyata Ibra baru saja pulang dari kantor.
"Ayah,bunda " sapa Ibra sambil mencium tangan orang tuanya.
"Kamu baru pulang sayang" tanya Mila
"Iya bun soalnya tadi ada berkas yang harus aku selesaikan"
"Mas aku mandi dulu ya mau sekalian siap- siap"
"Ya nanti mas nyusul, mas mau bicara dulu dengan Ibra"
Setelah Mila pergi Dewa mengajak Ibra bicara diruang kerjanya.Sampai diruang kerja Dewa dan Ibra duduk disofa.
"Ada apa yah kok nggak biasanya ayah ngajak bicara diruang kerja"
__ADS_1
" Ayah harus berangkat ke LA tadi Kevin telpon ada masalah disana dan nggak bisa diwakilkan"
"Ada masalah apa yah kok sampai nggak bisa diwakilkan"
"Ada yang mencoba menyabotase disana,dan perusahaan rugi besar.Jadi para pemegang saham ingin ayah yang mengatasi"
"Jadi kapan ayah pergi"
"Besok sekitar pukul 8 pagi pesawat ayah terbang"
"Ya sudah ayah jangan khawatir urusan disini Ibra yang atasi"
"Berapa lama ayah disana, apa perlu didampingi"
"Ayah belum tau sampai berapa lama,tapi apa ayah bisa minta tolong dengan kamu nak?"
"Apa pun akan Ibra tolong yah, memang ayah mau minta tolong apa?"
"Tolong jaga bunda dan adik- adik ya, ayah percayakan semua sama kamu.Jadilah kuat demi bunda dan adik- adik, jadilah tangguh tak terkalahkan demi melindungi mereka"
Ibra yang tidak mengeri maksud perkataan Dewa hanya memberi anggukan.Setelah berbicara Dewa segera bersiap kerumah Luna menghadiri acara makan malam dirumah baru Luna,sedangkan Ibra akan beristirahat karena ada email dari Romi yang harus diperiksanya.
Setelah bersiap Dewa,Mila dan anak- anak pergi menuju rumah baru Luna, hadiah pernikahan dari mertuanya.Selesai makan malam Dewa berpamitan pulang karena harus bersiap untuk keberangkatan besok.
Sampai dirumah Mila segera membersihkan diri disusul dengan Dewa. Setelah selesai Mila mulai menyiapkan pakaian untuk Dewa selama di LA.Setelah selesai Mila menyusul Dewa berbaring dikasur.Merebahkan diri berbantalkan lengan Dewa.
"Sayang besok kalau aku pergi, kamu harus tetap semangat ya, jangan cengeng.Harus jadi ibu yang kuat demi anak- anak kita ok"
"Mas memang betul nggak bisa digantikan ya disana, apa Kevin nggak bisa selesaikan sendiri urusan disana mas"
"Enggak bisa sayang para Investor mau mas sendiri yang menyelesaikan masalahnya"
"Kenapa kamu nggak bisa ya jauh dari mas"
"Enggak bukan begitu, aku hanya nggak tau kenapa rasanya berat banget izini mas pergi"
"Kamu doa in mas ya semoga mas selalu sehat dan nggak terjadi apa- apa sama mas" hibur Dewa " Ya sudah kita istirahat besok mass harus berangkat pagi"
Setelahnya Dewa memejamkan mata mengarungi mimpi bersama sang istri.
Keesokan harinya Dewa sudah bersiap akan pergi setelah diantar Mila dan Azza kebandara.Dewa menggunakan privatjetnya menuju LA.Setelah berpamitan Dewa segera naik kepesawat yang akan membawanya selama 18 jam.
Dengan hati yang tak menentu Mila melepaskan kepergian Dewa.Tapi dia selalu berdoa untuk keselamatan Dewa.Setelah mengantarkan Dewa Mila segera pulang karena hari ini dia harus menghadiri arisan bersama Fatma.
Sedangkan Dewa dalam perjalanannya diudara, selalu mengingat kenangannya bersama Mila dan anak- anaknya.Mengingat saat pertama kali melihat Mila dan anak- anak.Mengingat bagaimana melamar mila dan masih banyak kenangan yang berputar dimemori Dewa.
__ADS_1
"Ya Allah entah kenapa hatiku tak tenang meninggalkan keluargaku,jika ini pertemuan terakhir kami kuatkan istri dan anak- anakku jaga mereka untukku"
Pinta Dewa didalam doanya.Perjalanan yang panjang dimanfaatkan Dewa untuk brristirahat didalam kamar yang ada dipesawatnya.