
Maaf ya masih banya typo bertebaran
Sejak hari dimana Ibra mengajak Azizah jalan bersama,semenjak itu pula Ibra sering menghubungi Azizah.Terkadang memberikan perhatian kecil.Atau juga menyambangi tempat dimana Azizah bekerja.
Romi yang melihat tingkah bosnya jadi geleng kepala,kenapa? Karena terkadang jika Ibra sudah mendatangi Azizah,akan lupa pulang kekantor.Kalau seandainya tidak ada rapat atau urusan lain Romi tidak masalah, tapi terkadang ketika Jadwal Rapat sudah ditentukan, harus mundur beberapa saat, karena Ibra masih asik memperhatikan Azizah yang sedang bekerja.Ya....jika rapat dilakukan diluar, Ibra meminta kliennya untuk rapat dicaffeshop tempat Azizah bekerja, bukan tanpa alasan itu semua Ibra lakukan hanya untuk melihat Azizah.Dan semua itu membuat Romi juga Gisel menjadi pusing.
Gisel sebagai sekertaris saja terkadang bingung mengatur waktu Ibra, dan hal itu sampai ketelinga Mila.Dan membuat sang bunda hanya bisa geleng kepala.Dulu disuruh dekat dengan wanita susahnya minta ampun.Sekarang tanpa disuruh pun pergi sendiri.
Sedangkan Azizah jangan ditanya lagi.Azizah sangat malu karena teman- temannya yang terus menjahilinya.Ini semua karena Ibra yang terang- terangan menanyakan soal dirinya kepada Dinda.
Hari- hari berlalu Azizah masih belum memberi jawaban kepada Ibra.Karena Ibra juga beberapa minggu ini sedang sibuk- sibuknya dengan proyek baru,dan beberapa kali harus ke LA memantau perusahaan disana.Galen yang dipercayakan mengurus perusahaan disana masih belum mau terjun langsung mengurus perusahaan.Karena Galen belum rela meninggalkan sang mama sendiri, karena masa pensiun Gio tinggal berapa bulan lagi.Alhasil Ibralah yang harus membagi waktu.Namun disela kesibukannya Ibra masih sempat mengirimkan kabar kepada wanita pujaan hatinya.
Sedangkan Azizah merasa kehilangan sosok Ibra yang terkadang semaunya sendiri.Tapi tidak bisa dipungkiri Azizah mulai mencintai Ibra.Hari ini Azizah berniat menemani Dinda ke mall.Selesai membersihkan rumah Azizah segera mandi,karena Dinda bilang dia sudah dijalan.Selesai bersiap Azizah mendengar suara klakson motor, siapa lagi pelakunya kalau bukan Dinda.
Saat sampai di mall,setelah memarkirkan motornya Dinda dan Azizah jalan bersisian,mereka mengobrol sekaligus bercanda dan tertawa jika ada yabg terasa lucu.Sedang asik bercanda, tanpa sengaja Azizah ditabrak oleh seseorang yang tak lain adalah Bagas, mantan sahabat Ibra.Bagas yang sebenarnya ingin marah mengurungkan niatnya.Karena melihat kecantikan Azizah,walau tubuhnya ditutupi pakaian yang longgar,tidak mengurangi kecantikannya.Azizah yang terjatuh segera ditolong Dinda.Azizah sangat kesal, Sambil membersihkan pakaiannya Azizah terus saja misu- misu nggak jelas.
Sedangkan Bagas yang terpesona akan kecantikan Azizah,sampai tidak berkedip sedikit pun sampai Dinda mengejutkannya.
"Hai... kalau jalan pakai mata,jangan asal jalan saja" kata Azizah
"Mba kalau saya jalan memang nggak pakai mata, tapi pakai kaki dan mata saya saya gunakan untuk melihat kecantikan mba" jawab Bagas sambil mengerling nakal.
__ADS_1
Azizah yang melihat itu menjadi,ilfil dan segera menarik tangan Dinda untuk pergi.Sedangkan Dinda hanya mengikuti Azizah.Karena Dinda juga ilfil melihat Bagas.
Bagas yang seorang playboy tidak menyerah dia mengejar Azizah dan jalan bersisian dengan Azizah.
"Mba boleh saya minta nomor ponselnya jadi nanti kalau mba ada yang sakit, bisa segera hubungi saya dan saya akan bertanggung jawab" Ujar Bagas
Azizah dan dinda terus saja berjalan tanpa menghiraukan Bagas.Namun bagas tidak kehabisan akal.
"Sekarang kamu pura- pura menolak nanti,kamu sendiri yang minta kepadaku" ujar Bagas dengas seringai menyeramkannya.Entah apa yang direncanakan oleh Bagas
Anak buah Ibra yang ditugaskan mengawasi Azizah pun, melaporkan tindakan Bagas terhadap Azizah.Ibra meminta agar Azizah selalu aman.Ya.... memang semenjak Ibra mencintai Azizah dan berharap Azizah membalas perasaannya, Ibra menugaskan seseorang untuk menjaga Azizah, tampa sepengetahuan Azizah tentunya.
Hari ini Ibra ada rapat dengan PT.LANGIT SEJAHTERA.Rapat dilakukan disebuah restoran.Ibra dan Romi sudah datang 15 menit yang lalu, Sebenarnya Ibra sangat kesal akan keterlambatan klien mereka, tetapi semua itu tertutupi saat Ibra melihat kiriman gambar Azizah yang sedang tertawa bersama dinda disebuah mall.
Begitu dengan Lona, wanita itu terkejut melihat Ibra saat ini.Sudah benerapa tahun mereka berpisah.Dan tanpa disangka mereka akhirnya bertemu kembali.Lona yang melihat Ibra sekarang termotivasi untuk mendapatkannya kembali, Lona berfikir sampai saat ini Ibra belum mempunyai pendamping karena masih mencintainya.
Setelah klien Pak Hendro duduk.Lona selaku sekeretaris mempresentasikan keunggulan produk mereka, dan keuntungan yang didapat perusahaan Ibra jika mau berinvestasi diperusahaan mereka.Sedangkan Lona selalu curi pandang kepada Ibra setelah persentasi tadi.
"Baiklah pak prrtemuannya sampai disini nanti kami kabari lagi" ujar Ibra sambil bersalaman dengan pak Hendro.
Setelah berpamitan pak Hendro meninggalkan tempat tersebut, tapi tidak dengan Lona dia ingin bicara dengan Ibra
__ADS_1
"Ibra apa kita bisa bicara sebentar" tanya Lona
"Maaf saya tidak punya waktu, dan masalah penanaman modal kan saya sudah bilang nanti kami kabari" ujar Ibra tanpa melihat Lona
Romi yang melihat ekspresi kesal Lona rasanya ingin tertawa.Ibra dan Romi berjalan meninggalkan Lona dengan wajah kesalnya.Sedangkan Lona mengepalkan tangannya, karena perkataan Ibra.
"Kita lihat saja sayang kamu akan kembali padaku" ujar Lona dengan seringainya.
Lona sudah mengatur strategi untuk membuat Ibra kembali bertekuk lutut padanya.Karena Lona tidak tau saja,Siapa pawang Ibra sekarang.
Dirumahnya Mila dan Fatma sedang membuat kue bersama.Karena tadi pagi Ibra meminta dibuatkan bolu pandan sedangkan Galen meminta dibuatka bolu keju.
"Gimana Ibra dengan gadis itu Mil"
"Entah lah Fat aku bingung aku juga belum dikenalkan oleh gadis itu, ya walaupun kemarin kita sudah kenalan" jawab Mila
"Kenapa tidak kamu undang makan malam disini saja malam ini kan kebetulan besok libur" celetuk Fatma.
Mila tampak berfikir apa memang harus, tapi saat itu Ibra pernah bilang jika dia memiliki wanita yang disukainya dia akan memberi tahu Mila terlebih dahulu.
"Ih...Kamu ini Mil kebiasaan melamun, jangan banyak fikiran nanti tambah tua loh " gelak tawa Fatma sampai terdengar keruang keluarga.
__ADS_1
Fatma segera meminjam ponsel Mila untuk menghubungi Ibra.Tak lama panggilan pun diangkat.Fatma segera memberi ponsel kepada Mila dan akhirnya Mila yang bicara pada Ibra.Setelah selesai Mila dan Fatma menyiapkan bahan masakan yang akan mereka masak untuk makan malam ini dibantu bi Asih dan bi Mina
Sedangka ditempat yang berbeda seorang lelaki berbaring diatas ranjang menghadap kelanhit- langit kamarnya.Dia Bagas, dia sedang memikirkan pertemuannya dengan Azizah gadis cantik yang baru pertama kali ditemuinya.Bagas akan mencari tau siapa gadis itu Bagas menelpon seseorang untuk mencari semua tentang Azizah dan dia juga mengirim foto yang tadi diam- diam diambilnya.