
Sedangkan ditempat yang berbeda.
Persiapan pernikahan tinggal 5% lagi,satu minggu lagi acara pernikahan antara Ibra Bahari Nugraha dan Nurul Azizah.Semua bahagia dengan pernikahan ini terutama Mila.Mila dapat menyaksikan pernikahan anak pertamanya.Anak yang selalu mendukungnya, anak yang selalu mengerti akan dirinya.
"Bunda.... bunda ih bunda kok melamun sih" panggil Azza dengan wajah ditekuk
Mila tersadar dari lamunannya. " Ah... maaf sayang ada apa, kenapa kamu teriak- teriak" tanya Mila
"Habis Bunda dari tadi Azza panggil nggak dengar, didepan ada tamu bun katanya dari toko perhiasan" ujar Azza
"Oh... ya sudah ayo kita kedepan" jawab Mila sambil menggandeng tangan Azza
Sampai diruang tamu ternyata itu adalah pegawai toko perhiasan tempat Ibra memesan cincin pernikahan, begitu juga set perhiasan untuk mas kawin.
"Selamat siang bu...maaf saya mengganggu" Sapa pegawai toki perhiasan yang bernama Abbas
"Selamat siang,silahkan duduk" ujar Mila ramah
"Saya kesini ingin mengantarkan cincin pernikahan dan set perhiasan pesanan dari pak Ibra bu" ujar pegawai toko sambil menyerahkan 2 kotak beludru yang berisi cincin pernikahan dan set perhiasan
Mila menerima kotak tersebut dan memeriksanya.Setelah merasa lengkap Mila mengucapkan terima kasih kepada pegawai toko perhiasan.Ya... cincin dan set perhiasan itu sengaja Ibra memintanya mengantar kerumah,karena ingin sang bubda memeriksanya terlebih dahulu dan menyimpannya.
"Oh...iya pak ini sudah sesuai pesanan putra saya, terima kasih telah mengantarnya"
"Iya...sama- sama bu ini sudah tugas kami,agar pelanggan kami merasa aman" jawab Abbas
Setelah selesai Abbas berpamitan, dan Mila pun tak lupa memberi tips kepada Abbas.Mila segera kekamarnya dan minyimpan perhiasan tersebut didalam berangkas yang ada dikamar Mila.
Sore ini Mila mengajak anak- anaknya mengunjungi makam Dewa, dan Anto.Setelahnya Mila mengajak anak- anak kerumah mantan ibu mertuanya,untuk memberitahukan tentang pernikahan cucu sulungnya Ibra.
Ibra sudah sampai dirumah sudah sejak makan siang nanti, hari ini mereka beramai- ramai kemakan Dewa,Fatma,Gio dan Galen pun ikut kemakan Dewa 15 menit perjalanan mereka sudah sampai di pemakaman tempat Dewa dan Dara, serta orang tua Dewa dimakamkan.
Saat ini Ibra sedang berada didepan pusara Dewa.
__ADS_1
"Assalamualaikum sayang,apa kabar maaf baru bisa mengunjungimu lagi, aku kesini karena merindukanmu.Andai saat ini kau ada disini pasti kau akan sangat antusias dengan perbikahan putra sulung kita, kamu yang tenang ya disana tunggu aku disana ya" monolog Mila
Ayah Terima kasih, Ibra hanya rindu kepada ayah,maafkan Abang ya yah baru bisa kesini,sebentar lagi abang akan menikahi gadis pilihan Ibra yah, tapi ayah tenang dia gadis yang baik dia akan membantu Ibra menjaga bunda dan adik- adik, doa in Ibra ya yah ,semoga acaranya berjalan lancar" ujar Ibra didalam hati.
Mereka berdoa bersama didepan pusara Dewa,Dara dan kedua orang tua Gio.Setelah dari makam Dewa mereka melajukan kendaraan menuju makam Anto, tetapi kali ini Gio dan keluarganya tidak ikut, hanya Mila dan anak- anaknya yang kesana.
Tak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai didepan pusara Anto.Mereka berdoa didepan pusara Anto.
"Ayah Ibra datang yah, Abang sebentar lagi menikah dengan wanita pilihan abang yah, yang insyallah adalah gadis yang baik, doakan agar pernikahan kami sampai kejannah ya yah"
Setelah selesai dari makan Anto mereka menuju rumah bu Romlah ibu dari Anto.Kebetulan saat mereka datang bu Romlah sedang menyapu halaman.Melihat ada mobil yang datang bu Romlah menghentikan sapuannya.Bu Romlah begitu terkejut melihat kedatangan cucu- cucunya.
Ada rasa malu, ada rasa rindu dan ada pula rasa sedih karena setelah sekian lama baru kali ini cucu-cucunya dan Mila mantan menantunya datang kerumahnya.
"Assalamualaikum bu..." sapa Mila sambil mencium punggung tangan Bu Romlah diikuti anak- anaknya
"Waalaikum salam ayo....ayo masuk" bu Romlah mempersilahkan mereka untuk masuk kedalam rumah
Mereka semua masuk kedalam Rumah,dan duduk dijurai ruang tamu.Ibu Romlah segera kedapur membuatkan mereka minum dan membawakan cemilan.
"Enggak Mil...ini nghal repot cuma air teh dan pisang goreng" jawab bu Romlah
Nai membantu sang nenek meletakkan teh dan pisang goreng.
" Ibu apa kabar sehat?" dan "Wulan kemana bu?" tanya Mila,sedangkan anak- anak memilih diam
"Alhamdulillah ibu sehat Mil, Wulan sedang ada tugas dirumah temennya" jawab bu Romlah dengan senyum diwajahnya karena kedatangan cucu- cucunya
Ibra menarik nafas dan berpindah duduk disamping sang nenek.Ya... dibanding Izar Ibra lebih bisa mengendalikan diri.
Ibra menggenggam tangan keriput bu Romlah.Mila memberikan kesempatan Ibra yang berbicara dengan sang nenek.Agar Bu Romlah merasa senang,karena sang cucu tidak melupakannya.
" Nek... minggu depan Ibra akan melangsungkan pernikahan dengan seorang gadis yang bernama Nurul Azizah,dia gadis yang cantik dan soleha nek.Ibra harap nenek dan Wulan bersedia hadir di acara pernikahan Ibra" Ujar Ibra panjang lebar
__ADS_1
Bu Romlah yang mendengar berita pernikahan sang cucu menitikkan air mata.Bu Romlah tidak menyangka,cucu yang sudah disia- siakan anaknya juga dirinya,masih datang memintanya menjadi bagian dari acara yang membahagiakan.
"Insyallah sayang nenek dan Wulan akan datang" jawab bu Romlah sambil mengelus rambut Ibra
Mila menyerahkan paperbag kepada Nai agar diberikan kepada sang nenek.Nai mendekat dengan sang nenek,Bu Romlah yang melihat cucu perempuannya mendekat pun kembali menitikkan air mata.Dielusnya pipi sang cucu,yang saat ini sudah dewasa.
Nai menggenggam tangan sang nenek, sambil menyerahkan paperbag kepada bu Romlah.
"Nek ini baju seragam nek, baju ini buat Wulan dan Nenek dipakai besok ya nek"
Bu Romlah tak sanggup berkata apa- apa lagi, bagaimana tidak cucu yang disia- siakan, masih begitu baik kepadanya dan kepada Wulan yang notabene anak dari selingkuhan sang ayah.Entah apa kebaikan yang dulu pernah dia perbuat,sehingga mendapatkan cucu- cucu yang baik hati dan berakhlak bagus. Bu Romlah senang Mila mendidik anak- anaknya dengan baik.
Sedangkan didepan pintu, Wulan mendengar semua pembicaraan sang nenek dengan saudara- saudaranya.Wulan merasa malu untuk bergabung bersama mereka.Wulan sangat bersyukur, walau tak dilahirkan dari rahim yang sama, namun saudara- saudaranya tak pernah membenci dirinya begitu pun dengan bunda Mila.
Mila yang tak sengaja melihat keluar, melihat Wulan berdiri didepan pintu sambil menangis.Mila segera memangginya dan memibtanya untuk masuk.
"Wulan sini sayang, kamu baru pulang" tanya Mila dengan penuh kelembutan.
Wulan segera menghapus airmatanya dan masuk kedalan rumah setelah mengucap salam.Mila meminta Wulan duduk disamping kirinya.Mila melihat masih ada jejak air mata dimata gadis itu.
"Wulan minggu depan bang Ibra akan menikah, bunda harap kamu akan datang bersama nenek ya,pakai juga baju yang sudah bubda kasih itu y, nanti bunda akan minta pak ujang yang menjemput kalian" jelas Mila
Ya Mila sudah menganggap Wulan sebagai anaknya sendiri,walau bukan terlahir dari rahimnya, namun Wulan tetap saudara bagi anak- anaknya.Bagi Mila yang salah itu Anto dan Anita sedangkan Wulan dia tak salah apapun.Wulan tak pernah meminta dilahirkan dari rahim seorang pelakor.Dan semenjak Mila menerima lamaran Dewa sejak saat itu dia mengikhlaskan segala yang terjadi dalam hidupnya.Itulah yang Mila ajarkan kepada anak- anaknya.
Setelah lama berbincang Mila dan anak- anaknya berpamitan pulang, tak lupa juga Ibra memberikan uang kepada sang nenek,walaupun sempat ditolak, namun Ibra bisa memaksanya,karena Ibra tidak suka penolakan.Begitu juga dengan Wulan yang diberikan Izar sedikit uang jajan.
Setelah semua pulang pecahlah tangis Wulan dan bu Romlah.Bagaimana tidak Mila yang telah disakiti,tidak menaruh dendam dengan mereka dan masih menganggap mereka keluarga.
Sedangkan diperjalanan, Ibra yang fokus menyetir mendapatkan telpon dari Romi, mengenai rencana jahat yang telah disusun oleh Liona dan Bagas.Mereka berencana menculik Azizah dihari pernikahannya,sedangkan Liona bertugas untuk mengelabui anak buah Ibra
Mila yang melihat ekspresi anaknya bertanya- tanya dalam hati, "Ada apa? apa yang terjadi?"
********************************************** Malam Readers maaf ya bunda ganti lagi sampulnya kembali kesampul lama.Dan pada penasarankan apa yang akan terjadi dipesta pernikahan Ibra dan Azizah.Akan kan Bagas dan Liona berhasil dengan rencana mereka atau anak Buah Romi bisa menggagalkannya.Nantikan bab selanjutnya ya.Semoga kalian suka.
__ADS_1
Yuk jangan lupa komen ya biar bunda semangat updatenya