Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Hari-hari berlalu penuh cinta untuk Zyan dan Azza. Zyan s lalu memberikan yang terbaik untuk Azza, dan Azza pun berusaha menjadi istri yang baik untuk Zyan. Kedekatannya dengan sang mertua juga tidak diragukan lagi, karena terlihat jelas Sella begitu menyayangi Azza,Begitu pun sebaliknya. Hal itu juga sama dirasakan oleh Zyan terhadap Mila.


Kasih sayang Mila kepada Zyan sama seperti Mila menyayangi Ibra,Izar, dan juga Rayyan. Zyan juga sering membagi waktu antara Sella dan Mila. Terkadang Zyan juga minta semua orang menginap di kediamannya.


Namun semua itu berbanding terbalik dengan keluarga Toni. Toni dan Yura saat ini masih mencari cara bagaimana cara menghancurkan Zyan , atau membuat Zyan tunduk pada mereka.


" Sekarang kita bagaimana ayah, semua cara sudah dilakukan, namun sampai saat kita belum bisa menguasai perusahaan dan J ga semua yang dimiliki mas Zyan" ujar Yura


" Ayah juga masih mencari cara, namun ketatnya penjagaan untuk mereka membuat orang suruhan ayah, kesulitan" jelas Toni


" Apa aku harus mendekati Tante Sella lagi ayah, berpura-pura ingin menjadi sahabat untuk istri mas Zyan" tanya Yura putus asa


" Kamu lupa... mereka bukan orang bodoh, lihat saja saat orang-orang suruhan ayah, sudah tidak ada lagi di perusahaan miliknya" jelas Toni tak habis pikir dengan ide sang putri


* * * * * * * * * * * * *


Orang-orang suruhan Toni masih terus mengawasi baik Zyan maupun Azza. Namun masih belum ada celah untuk mereka menjalankan rencananya. Sedangkan Anak buah Ibra, memperketat pengawasan terhadap nona mereka dan suaminya.


Pagi ini di kediaman Mila di hebohkan dengan suara AL dan Lea yang sedang mengajak adik mereka bermain Aras, Alisa dan Aurel. Kini usia AL sudah masuki 4 tahun, Lea 3 tahun sedangkan Alisa dan Aurel berusia 1t byahun dan Aras baru berusia 10 bulan. AL sedari tadi kesal karena Lea terus saja mengganggu Alisa dan Aurel.


" Lea jangan ganggu dedek dong, kan kasihan mama capek diemin dedeknya" ujar AL


" Lea itu gemes banget Kak sama dedeknya" jawab Lea masih mengganggu kedua adiknya. AL dan Lea mang sudah pandai bicara sejak usia mereka memasuki 2 tahun.


Sedangkan Baby Aras saat ini sedang mengangkat sebelah kakinya dengan posisi duduk, dan akhirnya membuat baby Arsy terjatuh kebelakang. Namun bayi yang baru berusia 10 bulan itu tidak menangis sedikit pun. Arsy malah mengulangi adegan kembali setelah dirinya telah duduk sempurna.


" Baby nggak boleh begitu, nanti kepalanya sakit" ujar Lea kepada Aras

__ADS_1


Namun Aras masih saja melakukan apapun yang dirinya suka. Al datang membawa bantal dan meletakkan nya di belakang Aras. Mila sedari tadi hanya melihat, dan mengawasi cucu-cucunya bermain.


Tak lama Azizah,Renata dan Azza datang dengan membawa beberapa cemilan dan minuman yang mereka buat. Cemilan khusus untuk anak seusia Al,Lea dan adik-adiknya.


Sedangkan Nai hari ini harus bertemu dengan klien,yang akan memesan baju pengantin, dengan desain yang di buat langsung oleh Nai.


" Padahal Nai, sudah bekerja sama dengan desainer-desainer yang berbakat, tapi tetap aja pe**nggan Butiknya masih aja mau desain dari owner-nya" ujar Renata


" Iya... untuk aja Rayyan tetap mendukung, tapi bunda tetap menyuruh Nai izin dulu kepada Rayyan sebelum menerima tawaran para klien" ujar Mila


Tak lama Izar pulang dengan wajah lelahnya. Izar hari ini memang hanya memiliki satu operasi, namun itu memerlukan waktu yang cukup lama. Izar memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, baru mendekati anak-anaknya. Karena Izar tak ingin mereka terkontaminasi oleh penyakit yang tak sengaja di bawanya pulang.


Setelah selesai membersihkan diri, Izar keluar dari kamar menuju tempat dimana sang bunda dan istrinya, serta ipar-iparnya berkumpul. Namun baru saja Izar akan mendudukkan bokongnya. Mereka di kejutkan dengan Azza yang tiba-tiba berlari ke kamar mandi terdekat, dan memuntahkan isi perutnya.


Semua orang panik, Mila membantu sang putri, sedangkan Azizah mengambil minyak kayu putih, dan menggosokkan nya dibperut dan punggung Azza. Setelah merasa lebih enak. Azza di bantu Mila dan Azizah di bawa ketempat mereka tadi berkumpul.


Namun belum lagi Azza sampai di sofa tiba-tiba perutnya kembali bergejolak. Dan hal itu sontak membuat Azza kembali berlari ke kamar mandi. Mila khawatir melihat keadaan sang putri.


Mila dan Azizah membawa Azza kedalam kamar miliknya. Mila membantu menata bantal, sedangkan Azizah mendudukkan Azza di atas ranjang king size yang berada di kamar Azza. Mila meminta Azza untuk beristirahat.


Tepat pukul 5 sore para pria sampai di kediaman Mila. Namun Zyan di buat terkejut dengan keadaan sang istri yang terlihat pucat dan lemah. Mila menceritakan semuanya, Zyan meminta sang istri untuk mau di periksa oleh kakak iparnya. Namun baru saja Izar datang Azza kembali berlari ke kamar mandi yang ada didalam kamar dan memuntahkan semua isi perutnya.


" Begini aja Zy kita bawa Azza kerumah sakit" saran Ibra


" Abang Azza nggak mau ke rumah sakit" rengek Azza, setelah selesai memuntahkan isi perutnya


" Sayang nggak apa-apa kok, aku akan selalu ada di dekat kamu kok" ujar Zyan berjanji

__ADS_1


Setelah beberapa lama merayu, akhirnya Azza mau di bawa ke rumah sakit, setelah dirinya sudah tak sanggup lagi berdiri.


Kini semua sedang menunggu Azza yang sedang dalam penanganan dokter yang tak lain sang Abang Izar. Dan itu atas permintaan Azza sendiri, padahal sebelum kerumah sakit melihat Izar mendekat Azza akan merasa mual.


Setelah melewati beberapa pemeriksaan. Izar membawa kabar bahagia untuk semua keluarga.


" Bang.... Azza sakit apa bang?" tanya Zyan dan para keluarga pun berkumpul ikut mendengar.


" Selamat ya Zy sebentar lagi sudah mau jadi ayah. Dan sekarang Azza akan di pindahkan ke ruang perawatan" Jelas Izar. Izar memininta Jelasnya Azza di letakkan di ruangan khusus Anggota keluarga.


Semua orang memberikan selamat


Zyan dan Azza sangat bahagia,Zyan membawa Zyan ke dokter, kandungan yang merupakan sahabat seperjuangannya.


Setelah semua keluarga pulang Zyan mendekat ke arah sang istri dan mencium setiap inci wajahnya dan Tak lupa mengucapkan terimakasih.


* * * * * * * * * * * * * * *


Orang suruhan Toni masih terus memantau rumah yang di tepati Zyan dan Azza. Namun mereka tak melihat Zyan keluar sedikitpun.


" Pak bos pasti marah nih...karena kita belum bisa mencelakai keduanya atau salah satu dari mereka.


" Ya sudah mau bagaimana lagi, kalau kita paksa masuk itu namanya cari mati" jawab salah satu temannya.


Kemudian merek kembali memperhatikan rumah milik Zyan.


Bersambung....

__ADS_1


Bagaimana part malam ini semoga suka. Sekali author ingatin untuk mampir ke erita baru author judulnya


" CEO Kejam dan Dokter Cantik Disabilitas"


__ADS_2