Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

?Tepat pukul 4 sore ketiganya sudah tiba di bandara. Dan tepat pukul 5 Sore pesawat mereka sudah take off. Hanya memerlukan beberapa waktu kini mereka telah kembali ke kotanya. Di bandara sudah ada sopir yang menunggu.


" Bang Lea pulang dulu ya,Bunga kamu mau bareng aku apa bang AL?" tanya Lea pada bunga


Namun baru saja Bunga akan menjawab,AL sudah lebih dulu menimpali.


" Abang yang antar Bunga, karena ada yang harus kami bahas" jawab AL


Dan kemudian Lea lebih dulu meninggalkan bandara. Sedangkan kini AL berjalan mendahului bunga, bunga mengikuti langkah sang bos dengan menenteng koper miliknya.


Sampai di mobil Sang sipir sudah menunggu mereka. Sopir mengambil koper milik AL dan Bunga, sedangkan AL sudah lebih dulu masuk. Bunga membuka pintu depan AL yang membiarkan saja. Tak lama sang sopir masuk kedalam mobil melajukan mobil menuju kediaman Bunga, yaitu sebuah kamar kos kecil yang menjadi tempatnya tinggal di kota ini.


Sampai di kosan Bunga mengucapkan terimakasih kepada sang sopir juga kepada AL. Namun AL hanya diam tidak menjawab. Sebenarnya Bunga merasa heran, tadi AL mengajaknya bersama, karena ada yang ingin di bahas. Tapi sampai di sini AL tidak membicarakan apapun.


" Bos aneh, tapi ya sudahlah" gumam Bunga seraya berlalu ke kamar kosnya


Sedangkan didalam mobil AL begitu kesal.


" Sudahku bilang mau membahas sesuatu,dia malah duduk di depan bagaimana mau membahasnya kalau dia duduk jauh dariku" gumam AL kesal


Sebenarnya tak masalah. Dimana pun Bunga duduk mereka bisa membahas apapun. Namun tidak dengan AL,entah apa yang ada dalam fikirannya.


Tak memerlukan waktu lama kini AL sudah sampai di kediaman kedua orang tuanya. Azizah menyambut kedatangan sang putra.


" Assalamualaikum ma" ucap AL saat sampai di hadapan sang mama dan mencium punggung tangan sang mama


" Waallaikum salam sayang, bagaimana perjalanannya?" tanya Azizah seraya menerima uluran tangan sang putra


" Papa di mana ma?" tanya AL


" Papa lagi nonton" jawab Azizah


Sampai di ruang keluarga AL mendekat kearah sang papa mencium punggung tangan sang papa.


" Bagaimana perjalanannya nak?" tanya Ibra saat sang putra duduk disisinya

__ADS_1


" Selesai pa" jawab AL


Tak lama ART rumah membawakan minuman untuk para majikannya. AL meminum minumannya. Tak lama dia izin untuk membersihkan diri,dan di angguki kedua orang tuanya.


" Bang apa AL itu normal ya bang?" tanya Azizah


" wus...Mama ini bicara apa sih,ya pasti anak papa normal lah" jawab Ibra


" Habis sampai saat ini jangankan calon istri,pacar aja nggak ada" sunggut Azizah


" Ya mungkin belum ada ma atau belum di kenalkan sama kita" jawab Ibra seraya mengganti siaran di televisi


" Apa kita jodohkan saja bang,banyakan yang mengajukan lamaran untuk AL,dari relasi Abang" ujar Azizah memberikan ide


" Biar aja ma... nanti juga kalau ada pasti mama di kenalin" jawab Ibra


Azizah kesal melihat sang suami begitu santai. Sedangkan dirinya begitu khawatir melihat sang putra yang belum ingin menikah.


Didalam kamar AL segera membersihkan diri. Berendam di dalam bathtub. Mencoba memejamkan mata ingin merilekskan tubuh. Namun malah teringat akan sekertarisnya yang membuat dirinya kesal.


Tak lama AL menyudahi aksi mandinya. Dengan menggunakan handuk sebatas pinggang AL keluar dari kamar mandi. Bukannya memakai pakaian, namun AL mengambil ponsel miliknya. Menghubungi seseorang yang tak lain adalah sang sekertaris.


Di kamar kosnya Bunga begitu terkejut,saat mendapat telpon dari sang bos


"Pasti ini ada sesuatu, karena mendadak perasaanku tak enak" gumam Bunga seraya mengangkat telpon dari sang atasan


" Assalamualaikum tuan" sapa Bunga


" Kamu kemana saja kenapa lama mengangkat telpon dari saya, kamu lupa saya siapa" cecar AL membuat Bunga menjauhkan ponsel dari telinganya.


" Maaf tuan tadi saya sedang menyuap makanan,jadi tangan saya kotor dan harus mencuci tangan lebih dulu" jawab Bunga


" Ya sudah, ingat pesan saya ini, besok kamu harus datang lebih awal, bawakan saya sarapan yang harus kamu buat sendiri. ingat buat sendiri. Jangan sampai kamu membelinya ingat" pesan AL seperti perintah


Belum sempat Bunga menjawab AL sudah lebih dulu menutup panggilannya. Sedangkan Bunga kebingungan, namun dia melewatkannya dan kembali melanjutkan acara makan yang tertunda.

__ADS_1


Dilamarnya AL begitu bahagia karena telah menghukum Bunga. Padahal itu menjadi hukuman teraneh bagi siapapun yang mendengarnya.


Usai berpakaian AL mengistirahatkan tubuh lelahnya, sebelum melaksanakan sholat magrib. Sedangkan Azizah berkutat di dapur menyiapkan makanan kesukaan sang putra. Dan kini disinilah mereka menikmati makan malam bersama.


Usai makan malam AL kembali ke dalam kamarnya. AL beristirahat karena dia akan datang ke kantor lebih awal, agar di punya alasan untuk memarahi sekertarisnya.


"Selamat malam AL, mimpi yang indah" gumam AL dengan senyum diwajahnya


Sedangkan di kamar kos, Bunga masih terngiang pesan dari sang bos. Bunga masih bertanya-tanya, apa yang membuat sang atasan meminta di bawakan sarapan.


"Memang nyonya Azizah nggak buat sarapan ya, sampai-sampai, tuan AL meminta aku untuk membuat sarapan" gumam Bunga


Pusing memikirkan jawaban dari pertanyaannya, Bunga memilih untuk segera beristirahat .Berharap bisa bertemu dengan kedua orang tuanya dalam mimpi.


Selamat malam Bunga mimpi yang indah" gumam Bunga


Bunga mulai memejamkan matanya menuju ke alam mimpi. Bunga gadis itu selalu berharap bertemu kedua orang tua kandungnya walau hanya dalam mimpi. Bunga ingin bertanya kenapa mereka membuang dirinya.


Terdengar kumandang Adzan saling bersautan. Bunga sudah sedari tadi berkutat di dapur, menyiapkan sarapan dan makan siang untuk dirinya dan sang bos. Bunga memang lebih sering membawa bekal dari pada makan di luar. Karena Bunga ingin mengirimkan uang lebih untuk adik-adiknya.


Usai memasak Bunga membersihkan diri, karena hari sudah menunjukkan pukul 06.15. Bunga sengaja memesan ojek, karena dia tidak ingin terlambat. Karena Bunga yakin sang atasan tak akan membiarkan dirinya bebas.


Tepat pukul 7 pagi Bunga sudah sampai di ruangannya. Bunga merasa lega karena Sang atasan belum sampai. Namun harapannya sirna saat pintu ruangan AL terbuka, menampilkan sang bos yang memandang kesal wajahnya.


" Kamu tau ini jam berapa?" tanya AL


" Jam 7 tuan" jawab Bunga


" Apa kamu tak ingat pesan saya kemarin,ok saya ingatkan kalau kamu harus datang lebih awal,tapi ini apa"


Belum sempat AL melanjutkan ucapannya,entah keberanian dari mana Bunga menyuapkan sarapan yang dia bawa ke mulut sang atasan. AL terdiam menikmati masakan yang begitu pas di lidahnya.Masakan yang hampir sama dengan masakan sang mama. Namun AL segera merubah mimiknya.


" Masakan kamu biasa saja, karena saya lapar saya terpaksa memakannya" ujar AL mengambil kotak bekal yang ada di tangan Bunga


Sedangkan Bunga sendiri masih bingung dengan tingkah sang bos. Namun kemudian Bunga tersadar dan mulai melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


__ADS_2