Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Gio yang mendapatkan berita itu, segera berangkat ke LA dengan penerbangan pertama. Fatma dan Ibra, memilih menunggu kedatangan jenazah Dewa.Sedangkan Kevin, mengurus semua berkas, untuk kepulangan Jenazah Dewa esok hari.Para karyawan dan kolega bisnis dewa yang ada di Los Angles, mengucapkan bela sungkawa kepada Mila.Dan Mila yang begitu terpukul atas kepergian Dewa, hanya diam mematung, setelah tadi Mila sempat pingsan. Tapi semua orang memaklumi kondisi Mila.


Mila merasa dunianya runtuh, dia begitu kehilangan. Kekasihnya,Cintanya, hatinya, nyawanya,dunianya telah direbut paksa.Tanpa sempat berpamitan padanya.Meninggalkannya bersama dengan anak- anaknya.Tapi dia harus apa, haruskah dia marah dan kecewa pada Allah?.Tidak dia tidak boleh marah, karena dia tau Allah sangat menyayangi belahan jiwanya.Mila tau dia harus tegar demi anak- anaknya.


Mila melangkah keruangan jenazah. Melihat sekali lagi wajah bercahaya dan senyum manis dari belahan jiwanya, cintanya sebelum tubuh itu ditimbun tanah.Sambil mengelus wajah sang suami mila berkata.


"Sayang... Mas ingin Mila jangan menangiskan.Mas ingin Mila jadi wanita dan ibu yang kuatkan.Baiklah mas Mila akan mengabulkan permintaan terakhir mas.Mila akan menjadi yang mas mau.Mas yang tenang ya disana,Tunggu Mila dan anak- anak ya.Insyallah Nanti kita akan berkumpul bersama lagi ya di Surganya Allah." Mila mencium wajah kekasihnya.


Setelah selesai, Mila keluar dari ruangan jenazah, berpapasan dengan Gio yang baru datang.Gio yang melihat Mila yang berusaha tegar, menjadi sedih tak dapat lagi membendung air matanya.


"Bang Gio mau lihat mas Dewa ya" tanya Mila kepada Gio yang masih diam


"Iya... Mil mas masuk dulu ya" Jawab Gio lemah


"Mas Dewa ada didalam bang, masuk saja" ujar Mila pelan


Gio segera masuk kedalam, berjalan kearah sebuah ranjang, dimana terbaring jenazah sang adik tercinta.Ya Gio sangat mengayangi sang adik, karena mereka hanya tinggal berdua setelah orang tua mereka, yang lebih dahulu berpulang akibat kecelakaan. Gio mendekat, dan membuka kain yang menutupi wajah pucat sang adik.


Gio terus saja memandangi wajah sang adik, tampak wajah sang adik tersenyum dan bercahaya. Setelah berhasil mengatur emosinya, Gio berkata.

__ADS_1


"Kenapa.... kenapa kamu tinggali abang sendiri. Apa papa dan mama sudah sangat merindukan kamu, sehingga kamu memilih ikut mereka. Baiklah, Tapi kenapa kamu pergi tanpa kabar, tanpa pesan.Apa kamu bahagia disana,bilang papa dan mama ya tunggu abang.Kamu jangan khawatir tentang Mila dan anak- anak, tanpa kamu minta, abang dan kakak kamu akan jaga Mila dan anak- anak kamu.Yang tenang ya,tunggu kami disana ya,nanti insyallah kita bertemu di Surganya Allah".


Sekuat hati Gio manahan air matanya, tapi tak bisa.Gio dan Dewa adalah saudara yang saling menyayangi, melindungi,walau mereka tampak saling acuh.Setelah melihat jenazah sang adik Gio keluar, karena ingin menanyakan tentang berkas kepulangan jenazah Dewa.Ternyata Kevin sudah selesai mengurus semuanya dan mereka akan akan terbang malam ini juga.


Sedangkan Mila masih terdiam.Tak ada air mata, tapi wajahnya dapat menggambarkan bagaimana perasaannya.Gio mendekat kepada adik iparnya itu.


"Mila kamu tidak apa- apa" tanya Gio


Mila melihat kearah Gio "Bohong bang kalau Mila bilang Mila baik- baik saja.Nyatanya Mila hancur bang, hati Mila patah" jawab Mila dengan nada lemah. " Tapi Mila akan bangkit bang, Mas Dewa ingin Mila jadi wanita yang kuat". jawab Mila


Gio yang melihat betapa sang adik ipar memaksakan diri buat tegar, membuat dirinya pun sedih.Tapi Gio berjanji, dia dan Fatma akan selalu ada buat Mila.Mereka tidak akan pernak meninggalkan Mila.


Mila memasukakan semua barang Dewa kedalam koper milik Dewa.Mila mengambil sebuah baju koko yang sering dipakai Dewa shalat.Mila mencium aroma Dewa yang masih tertinggal dibaju itu.Mila menangis sambil memeluk baju koko Dewa, dan akhirnya membuatnya tertidur entah berapa lama.Sampai terdengar suara panggilan dari luar yang ternyata Gio.


Gio yang merasa Mila terlalu lama didalam, akhirnya memanggil Mila.Tapi lama tak terdengar jawaban.Terus Gio mengetuk pintu, baru lah terdengar jawaban dari dalam kamar yang ternyata Mila tertidur.


"Mila......Mil......Mil, kamu baik- baik sajakan" tanya Gio


Mila yang mendengar panggilan dari Gio terbangun." Enggak apa- apa bang Mila tadi ketiduran, kenapa bang?"

__ADS_1


Gio menjawab dengan sedikit tenang " Satu jam lagi kita akan berangkat Mil, apa kamu sudah siap?" Tanya Gio


"Sudah bang , sebentar Mila cuci muka dulu ya bang" ujar Mila


Gio senang Mila tidak kenapa- napa dan tertidur.Karena Gio tau bagaimana lelahnya Mila selama ini mengurus Dewa.Gio tau begitu besar cinta Mila pada adiknya.


Setelah selesai membersihkan diri Mila dan Gio bergegas kerumah sakit, karena Mila ingin satu mobil dengan Jenazah Dewa.Mila tidak mau Dewa merasa sendiri didalam Ambulans.Mereka menuju bandara LAX, mereka akan membawa jenazah Dewa menggunakan pesawat pribadi Dewa.


Sedangkan di Indonesia, Fatma dan Ibra selesai menyiapkan semuanya.Dewa akan disemayamkan sebentar dirumah, baru setelah itu segera dimakamkan disebelah makam Dara dan Orang tua Dewa, yang ada dimakam keluarga.


Para sanak saudara begitu terkejut, mendengar berita meninggalnyanya Dewa. Begitu juga para karyawan, dan rekan bisnis Dewa mereka semua bersedih, karena mereka tau bagaimana kebaikan Dewa semasa hidupnya.


Mereka semua datang melayat kerumah Dewa.Ya walau mereka tau, kemungkinan Jenazah Dewa baru tiba esok hari. Banyak karangan bunga yang berjejer disepanjang jalan menuju rumah Dewa.Menggambarkan bagaimana orang- orang menyayangi Almarhum Dewa.Ibra sebagai pengganti Dewa dirumah menyambut semua keluarga dan pelayat yang ingin mengucapkan bela sungkawa.


Izar Dan Nai begitu kehilangan sosok malaikat mereka.Sedangkan Azza yang belum terlalu mengerti hanya terdiam dalam pelukan kakak- kakaknya.


Sembari menunggu kepulangan jenazah, banyak pelayat yang menyempatkan membaca ayat suci Al Qur'an.Bi Asih dan Bi Mina pun turut bersedih, mereka tau bagaimana kebaikan Dewa.Dan mereka juga bisa merasakan bagaimana perasaan nyonya mereka.Karena mereka tau sebesar apa cinta kasih pasangan ini.


Ibra yang mendapat kabar dari Kevin, bahwa jenazah Dewa akan tiba siang hari waktu setempat.Segera menyiapkan segala sesuatunya.Dirumah Dewa juga sudah diadakan pengajian sejak kemarin.Para tetangga pun ikut membatu segala sesuatu untuk prosesi pemakaman.

__ADS_1


__ADS_2