Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Dulu aku berharap mendapatkan cinta, dengan kesabaran dan ketulusan yang aku miliki. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan dan tahun pun berganti tahun. Namun hingga akhir hayatnya, tak secuil pun cintanya untukku.


Dalam hatinya hanya ada satu nama, yaitu Dara Ayu Puspita, sebuah nama yang sudah tersemat dihatinya jauh sebelum aku mengenalnya.Hingga akhir hayatnya pun hanya nama itu yang dia ingat.Dunianya hanya seputar Dara, walau aku telah memberikannya seorang putra, namun aku tak bisa menggeser nama itu dari hatinya.


Bukan tak pernah aku mencoba meninggalkanya, tetapi saat melihat mata itu mata yang sama, wajah yang sama dengannya,memberukan tatapan sendu, seolah memohon agar aku tak meninggalkannya. Dan itu Membuat hatiku lemah.


Kini ada seseorang yang menawarkan cinta, dan kebahagian,yang dalam sepanjang usiaku, belum pernah aku rasakan. Kini dia menawarkannya. Apa yang harus aku lakukan.


Saat asik mengenang masa lalu sebuah jaket tersampir dipundakku.Saat aku menoleh ternyata dia, dia yang sedari dulu selalu ada untukku, walau di balut dengan kata profesional, namun aku tau ada suara hati yang dia sampaikan.


"Lita masuklah hari sudah malam diluar dingin nanti kau sakit, membuat tuan Rayyan khawatir" ujar lelaki itu


Sesaat ku tatap matanya, mata yang memancarkan cinta yang besar dan tulus, cinta yang tanpa pamrih.


" Aku masih ingin disini Robert, nanti kalau aku sudah lelah aku akan segera kedalam, kau silahkan beristirahat " ujarJelita


Ya... pria itu adalah Robert, asisten pribadi Marco, dan saat ini menjadi sopir sekaligus bodyguar Jelita. Lelaki yang diam-diam mencintai majikannya dalam diam. Lelaki yang diam-diam melindungi.


" Aku akan menemanimu disini" jawab Robert


Mereka berdua larut dalam pikiran mereka masing-masing. Hingga tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Membuat merekaterjebak di gazebo bersama.


" *Robert... berapa usiamu? " tanya Jelita


" Saya 52 tahun " jawab Robert

__ADS_1


" Apakah sampai saat ini kamu tak ada niat untuk mencari pendamping? " tanya Jelita


Robert tersenyum " Siapa yang tak ingin memiliki pendamping, yang bisa menemani disaat kita merasakan suka dan duka, yang bisa mengingatkan kita disaat kita bersalah, yang memberikan kita anak-anak yang lucu" jawab Robert


" Tapi kenapa sampai saat ini kau belum menikah, apa belum ada wanita yang bisa merebut hatimu? " tanya Jelita


" Ada... ada satu wanita yang sampai saat ini masih mengisi hatiku"jawab Robert


" Kenapa tak kau nikahkan atau dia menolak kamu? " tanya Jelita sambil terkekeh


" Dia tak pernah tau kalau aku mencintainya, dia telah memiliki kehidupan sendiri, aku tak ingin dia tau, cukup cinta hanya dihatiku, tapi setelah kini dia sendiri, aku ingin mencoba mengungkapkan semua perasaanku padanya"ujar Robert


" Siapa wanita yang beruntung dicintai begity besar oleh pria dingin sepertimu" ujar Jelita diselingi candaan


" Kamu Jelita" Jawab Robert dan hal itu membuat Jelita terdiam


Sedangkan Jelita hanya terpaku ditempatnya, inilah yang dia tunggu, pernyataan cinta dari seseorang. Seseorang yang beberapa waktu ini menjaga dan melindunginya.


" Tapi saat ini, aku tak sanggup lagi menyimpan semuanya, menyimpan rasa yang begitu besar untuk kamu, rasa yang sudah aku coba kubur namun tak bisa" tambah Robert


Kini Robert berjongkok dihadapan Jelita,sontak Jelita terkejut dan membenarkan duduknya yang tadi bersandar.


"Jelita... maukah kamu menikah denganku, menghabiskan sisa umur bersama, memberiku kesempatan membuat kamu bahagia, berbagi suka dan duka? " tanya Robert sambil menggenggam tangan Jelita


Jelita terdiam, dia mencerna semua perkataan Robert. Inikah waktunya, inikah saatnya. Dan dengan keyakinan penuh Jelita menganggukkan kepalanya.Dan hal itu membuat Robert tanpa sengaja memeluk Jelita. Dan segera melepaskan pelukkannya setelah dia sadar.

__ADS_1


" *Terimakasih Jelita, terimakasih, aku akan menemuiTuan Rayyan danbicara padanya, dan aku akan melamar kamu langsung pada tuan Rayyan"ujar Robert


" Kita akan menemuinya bersama Robert, namun ada satu hal yang ingin aku tanyakan sama kamu Robert" ujar Jelita


" Apa sayang " jawab Robert*


Hal itu membuat Jelita bersemu.Seumur hidupnya tak pernah mendengar kata-kata romantis seperti saat ini.


" Robert... Kamu tau kehidupanku selama ini, hidup seatap tanpa cinta, aku dulu hanya gadis miskin begitu saat ini, apakah kau benar-benar ingin menikahiku, dan menerimaku apa adanya, dan tak akan pernah, menyesal? " Tanya Jelita sambil menatap mata Robert


"28 tahun apa kurang aku membuktikan cintaku, apa kurang lama aku menunggu" tanya Robert dan dijawab gelengan oleh Jelita


" Jelita umurku sudah tak lagi muda, bukan saatnya untuk memilih atau mencari, kini aku hanya tinggal meyakinkan kamu, karena dari 28 tahun lalu aku sudah memilihmu dan sampai saat ini pun aku tetap memilihmu" tambah Robert


Setelah mendengar Jawaban Robert,Jelita menitikkan air mata. Besar sungguh besar Cintanya untuk Jelita. Jelita tak akan menyia-nyiakannya.


" *Baiklah kapan kita harus menemui tuan Rayyan? "tanya Robert akhirnya


" Aku ikut apa kamu saja" jawab Jelita*


Dan akhirnya mereka berpelukan. Seseorang yang mendengar semuanya ikut menitikkan air matanya.Dia adalah mbok Nah, tadi dia mencari Jelita, namun tak menemukannya hingga dia mencari ketaman dan melihat serta mendengar semuanya.


" *Kalian berhak bahagia, Mudah-mudahan tuan Rayyan tak menghalangi" gumam mbok Nai


* * * * * * * *

__ADS_1


Ternyata masih ada cinta untuk mereka berdua, kira-kira Rayyan setuju nggak ya tunggu jawabannya di part selanjutnya ya. Tetap dukung bunda, ya semoga kalian suka dengan cerita bunda dan maaf beberapa part belakangan ini terlalu sedikit, itu karena anak bunda sedang rewel, tapi bunda sudah libur dan tetap harus up part jadi bunda hanya bisa nulis pas anak tidur. Terimakasih ya semua*


__ADS_2