Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Sedangkan didalam kamar Mila menangis sejadi- jadinya.Dia memukul pelan dadanya, agar rasa sesak didadanya bisa sedikit menghilang.Mila mendengar semua yang dikatakan orang- orang tadi.Mila mencoba mengabaikan, tapi ternyata dia tak bisa.Hatinya benar-benar rapuh,tak ada tempat untuk bersandar dan berbagi.


Mereka semua tidak tau, bagaimana Mila mencoba menata hatinya.Berusaha tegar didepan anak- anaknya.Jika mereka berkata Masih Adakah Cinta yang bisa singgah dihati Mila melebihi cintanya pada Dewa? jawabannya adalah tidak.


Karena tidak akan ada yang bisa mendapatkan cintanya Mila, karena hatinya telah terkubur bersama jasad Dewa.Ingin Mila meneriaki atau mencaci maki orang-orang tadi, tapi sekeras apa pun kita menjelaskan, kalau hati seseorang sudah tak suka, maka penjelasan kita pun tak akan diterima.Jadi Mila memilih diam memendam semuanya sendiri.


Jika suatu saat datang seseorang menawarkan cinta yang baru.Mila tidak akan bisa memberinya, karena kehilangan Dewa membuat Mila lupa cara mencintai.Bagi Mila cukup anak- anak yang menerima cinta yang tersisa.Mila tidak mau membuka hati untuk orang baru.Saat ini cukup Mila bersanda kepada Allah.Karena Allah tidak akan meninggalkan kita,walau terkadang kita yang lupa padannya.


Sedangkan diruang tamu Ibra melihat semuanya.Dia mendengar penghinaan yang ditujukan untuk bundanya.Tapi saat ini Ibra tidak akan mempermasalahkannya.Ibra akan berusaha mencari waktu yang tepat untuk menghancurkan mereka, orang- orang yang menyakiti hati ibunya.


Ibra tau betapa mereka tidak menyukai ibunya.Karena bagi mereka Mila dan anak- anak tak pantas menempati posisi ini.Mila hanya wanita miskin yang beruntung dipersunting Dewa.


Malam ini sampai tujuh hari kedepan Mila akan melakukan tahlilan dirumah.Sedangkan Fatma dan Gio memutuskan untuk menginap dirumah Mila sampai 7 hari kedepan.Luna anak Fatma tak bisa berlama- lama karena dia tengah hamil muda.Setelah acara selesai mereka semua masuk kekamar masing- masing.Fatma menyempatkan melihat Mila dikamar.Karena Fatma takut terjadi apa-apa pada sahabat sekaligus adik iparnya itu.


Hari- hari berlalu, saat ini tepat 3 tahun sudah kepergian Dewa.Setelah kepergian Dewa, Mila berusaha bangkit, tak ingin terlalu terpuruk,juga demi anak- anaknya.Mila kembali beraktifitas seperti biasa.Ibra juga semakin menjadi pemimpin yang disegani, bukan karena nama belakangnya tapi karena kepandaiannya.Perusahaan berkembang pesat semenjak kepemimpinan Ibra.Sesekali dia akan ke LA,melihat perusahaan disana sebelum Galen bisa memegang kendali perusahaan itu.Banyak gadis yang mendekati Ibra, tapi Ibra abaikan karena baginya menjaga bunda dan adik- adiknya, lebih penting dari pada menyibukkan dengan gadis yang mengejarnya.


Sedangkan Izar saat ini telah lulus sekolah dan akan melanjutkan kuliah dikedokteran.Alasan Izar dia akan membuat Dewa bangga dengan caranya sendiri.Mila tidak pernah melarang selama itu kebaikan.


Sedangkan Nai menjelma menjadi seorang gadis manis berlengsung pipi.Dan Azza saat ini telah masuk ke Tk.Namun terkadang tetlihat wajah murungnya saat melihat temannya dijemput oleh sang ayah. Tapi Mila selalu mengucapkan kata- kata yang menenangkan, sehingga Azza kembali ceria.Mila,Ibra,Izar, dan Nai semua memfokuskan perhatian mereka pada Azza.Begitu juga Fatma dan Gio, sebisa mungkin mereka selalu ada buat Mila dan anak- anak.

__ADS_1


Hari ini adalah hari libur, dan sedari tadi Mila sibuk berkutat didapur, karena rencananya hari ini mereka akan berlibur ketaman.Ibra yang biasanya sibuk bekerja hari ini dia meliburkan diri, karena dia berjanji kepada Azza untuk ikut berlibur.


"Bang bangun katanya mau ajak Azza liburan" Azza menggoyangkan badan Ibra "Ih... Abang ayo bangun nanti kesiangan perginya"


Karena ibra tak bangun- bangun Azza pergi kekamar Izar


"Bang Izar bantuin Azza" Azza menarik tangan Izar keluar dari kamar


"Bantuin apa dek?" tanya Izar tapi tetap mengikuti Azza yang menarik tangannya


"Itu bang Ibra dari tadi Azza banguni nggak mau bangun" keluh Azza sembari cemberut


"Mungkin bang Ibra capek dek kan abang Ibra kerja" terang Izar


Karena tak tega melihat sang adik akhirnya Izar membangunkan Ibra.


"Bang bangun bang, abangkan ada janji dengan Azza" panggil Izar sambil menggoyangkan tubuh Ibra


Ibra yang merasa tidurnya terganggu membuka matanya.Ya tadi malam Ibra pulang agak larut karena menyelesaikan pekerjaannya, jadi selesai shalat subuh tadi Ibra kembali istirahat.Biar nanti segar saat berjalan - jalan dengan Azza.Ah...teringat Azza, Ibra segera beranjak dari tempat tidur.Dan betapa terkejutnya Ibra melihat wajah muram adiknya.Ibra berjongkok dihadapan Azza.

__ADS_1


"Azza marah ya sama abang" tanya Ibra, tapi Azza hanya diam " Maaf ya sekarang abang siap- siap dulu baru kita pergi ketaman.


Seketika wajah Azza berubah ceria. " Bener ya bang Azza tunggu dibawah sama bunda dan kak Nai" seru Azza


" Iya princesnya abang"


Setelah selesai bersiap, Ibra segera menuju ruang makan.Karena selesai sarapan mereka akan pergi.Selesai sarapan, mereka bergegas pergi ketaman. Hari ini semua keluarga pergi, karena kebetulan om Gio sedang ada di Indonesia.


Satu jam perjalanan kami tempuh karena terjebak macet.Akhirnya setelah lama berkendara kami sampai ketaman tempat biasa kami belibur.Tapi saat akan masuk wajah bunda tampak sedih.Mungkin bunda teringat ayah.Banyak kenangan bersama ayah ditaman ini.Begitupun denganku, ayah dulu selalu menyempatkan diri membawa kami piknik ketaman ini,walau sederhana tapi dari situlah kedekatan ayah bersamaku dan adik-adik, berbeda dengan ayah Anto yanh tidak pernah peduli pada kami.


Saat diwahana permainan pun, aku kembali teringat ayah.Ayah yang pertama kali membawa kami kemari.Dan diwahana prmainan mana pun, banyak kenangan kami bersama ayah.


Dari kejauhan, Ibra bisa melihat kesedihan bundanya, yang selalu dibungkus rapi dengan senyuman.Mila selalu pandai menyembunyikan kesedihannya dari anak- anak.Ibra tau sampai saat ini, setiap malam Mila masih sering menangis sendiri,Walau keesokan paginya, dia memberikan senyum terindah untuk semua orang.


Suatu hari, Ibra pernah tak sengaja menemukan buku sang bunda, dan didalamnya terdapat tulisan yang sangat memilukan.Tapi Ibra berusaha menyimpannya.Ibra tak mau saat dia bertanya, bundanya akan kembali bersedih.


Dalam tulisan itu menggambarkan bagaimana kehilangannya bunda, dengan sosok seorang lelaki yang walau hanya sebentar mampu membuatnya bahagia.


Ibra berusaha membuat bundanya selalu bahagia, selalu meluangkan waktu kepada sang bunda,dengan menceritakan hal- hal yang dianggap tak penting.Begitu juga yang Ibra pinta kepada adik- adiknya.Agar sang bunda yang merasa kekosongan dihatinya saat ditinggal sang ayah, bisa tertutupi dengan segala tingkah anak- anaknya.

__ADS_1


**********************************************


Terima kasih kepada semua dan juga mohon dukungannya ya


__ADS_2