Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Mbok Nah meninggalkan kedua orang itu digazebo. Dia mengambil payung dan segera kembali dan memberikan payung kepada mereka. Setelahnya mbok Nah lembali kedalam rumah. Sedangkan kedua orang yang baru saja menjalin hubungan itu,kini juga mulai berjalan menuju rumah.


Senyum bahagia terpancar dari keduannya. Tangan mereka pun saling bertaut.


" Terimakasih Lit karena sisa umurku, aku bisa bersama kamu orang yang sangat aku sayang dan aku cintai" ungkap Robert


" Kenapa kamu memilihku, bukankah banyak wanita yang dulu mengagumimu? " tanya Jelita penasaran


" Aku tak tau dan tak mau tau, cinta tak butuh alasan Lit, karena kalau alasan itu hilang cinta itu pun akan hilang,jadi jangan kamu tanya lagi alasannya,dan jangan pula kamu tanya berapa besar cinta aku kekamu, karena cintaku takkan bisa pernah diukur oleh apapun" jawab Robert tegas


Senyum mengembang dari bibir mungil Jelita. Ini hal pertama yang dia pernah rasakan sepanjang hidupnya. Dicintai begitu dalam oleh seorang lelaki diusianya yang tak lagi muda.


Setelah sampai didepan pintu kamar Jelita,Robert melepaskan genggaman tangan mereka.


" Tidur yang nyenyak ya sayang,mimpi yang indah dan ajak aku didalamnya" ujar Robert sambil mengusap kepala Jelita


Sungguh entah bagaimana saat ini keadaan jantung Jelita. Rasa yang membuncah di dada, seperti ada kupu-kupu terbang didalam perutnya.


" *Ini... inilah Cinta yang selama ini aku harapkan, cinta yang tulus tanpa menuntut, cinta sejati yang tak menyakiti" gumam Jelita dalam hati sambil memandang wajah tampan yang tak termakan oleh usia dihadapannya saat ini.


" Hayo... kenapa kamu melihatku seperti itu" tanya Robert*


Jelita menjadi gelagapan, dengan wajah memerah Jelita tak lagi mampu mengucapkan apa pun


" *Sudah sana masuklah dan istirahat, jangan lupa tukar pakaian mu karena itu sedikit basah terkena air hujan tadi" ujar Robert


" Baiklah selamat malam, kamu juga istirahat"

__ADS_1


" Selamat malam" jawab Robert*


Setelah Jelita menutup pintu kamarnya, Robert segera turun kebawah menuju kamarnya dengan senyum yangbterus mengembang dari wajahnya.


Jelita segera membersihkan diri, karena baju tidur yang dia pakai tadi memang sedikit basah. begitu juga Robert. Mereka mulai membaringkan tubuh mereka dan melihat langit-langit kamar mereka.


" Apakah aku salah menerima cinta baru diusia tuaku" gumam Jelita


" Tidak Lita, tidak cinta itu datang dengan sendirinya" kata hati Jelita


Setelah beberapa saat berperang dengan kata hatinya. Jelita mulai memejamkan mata menuju alam mimpi.


Dikamar, Robert juga melakukan hal yang sama. Banyak mimpi yang telah dia ukir. Berharap Rayyan tak menolak lamarannya terhadap Jelita.


Sedangkan ditempat yang berbeda tepatnya dikediaman Rayyan. Saat ini dia tengah mengelus perut sang istri, yang mulai sedikit membuncit.


" Sayang... kapan ya mereka bisa menendang atau bergerak disini" tunjuk Rayyan pada perut Nai


" Kamu mau anak cewek atau cowok? " tanya Rayyan


" Nai sedikasihnya aja mas, yang penting dia sehat dan selamat" ujar Nai


" Kalau mas sendiri bagaimana?" tambah Nai


" Kapan kamu jadwal periksa lagi sayang? " tanya Rayyan


" Minggu depan mas" jawab Kayla

__ADS_1


" Baiklah... mas akan meminta Teo mengosongkan jadwal hari itu" ujar Rayyan


Setelah lelah berbincang, mereka akhirnya memejamkan matanya menuju alam mimpi. Mereka tidur saling berpelukan. Tak ada ritual suami istri, karena mereka sama-sama lelah setelah seharian bekerja.


Nai memang masih memimpin butik dan semua toko. Nai merasa bersyukur karena dia diberi kesehatan, hingga hari persalinan.


Dikediaman Mila Renata saat ini tengah memakan sate ayam yang tadi dibelikan oleh Izar. Renata tak pernah rewel akan hal-hal aneh.Izar begitu bahagia.


Sedangkan Ibra saat ini sedang berbuka puasa setelah, sekian lama harus berpuasa dalam tanda kutip.


***Kebahagiaan itu sederhana, mencintai dan dicinta oleh orang yang benar, maka semuanya akan benar. Begitu pula sebaliknya.


Seperti yang dirasakan pasangan Ibra dan Azizah, Izar dan Renata, Nai dan Rayyan.


Tidak ada kata terlambat dalam cinta***.


"Ah aku ini seperti gadis remaja yang tengah jatuh cinta " gumam Robert


* * * * * * * * *


Pagi ini ada yang berbeda.Mbok Nah saja sampai geleng kepala melihat tingkah majikannya,yang sedari tadi tak berhenti tersenyum.


" *Nya... apa jatuh cinta?" tanya mbok nah sambil mengulum senyum


" Eh... apa mbok, maaf aku nggak dengar" tanya Jelita


" Saya tanya apa itu jatuh cinta, apa segitu menyenangkan seorang jatuh cinta sampai-sampai dari tadi senyum-srnyum sediri*.

__ADS_1


Tak lama terdengar langkah kaki mendekat, ternya dia adalah Robert, yang baru saja keluar dari membeli pupuk serta beberapa tanaman yang juga dibelinya.


Setelah selesai mereka semua sarah sarapan dengan tenang


__ADS_2