
Setiap orang memiliki cerita mereka masing-masing, ada yang bahagia, ada juga yang menerima karma atas perbuatannya. Baik itu karma baik atau buruk. Tergantung apa yang mereka lakukan. Seperti keluarga Clara, mereka yang mempunyai niat buruk kepada orang lain,namun tuhan lebih dulu memberikan keburukan pada mereka.
Saat ini Tuan Cokro ayah Clara,masih belum sadarkan diri dari komanya setelah terkena serangan jantung, karena mendengar kebakaran di gudang miliknya.Sedangkan nyonya Cokro,saat ini tengah mengurus pemakaman Clara,yang meninggal akibat kecelakaan tunggal.
Sedangkan Rayyan saat ini tengah menunggu hari bahagianya bersama Nai. Karena esok hari mereka akan melaksanakan lamaran, dan selang satu bulan adalah pesta pernikan mereka
Nai dan Rayyan memang mempersiapkan semuanya dengan cepat dan matang. Semua membantu persiapan lamaran dan pesta pernikahan Rayyan dan Nai. Orang yang paling direpotkan oleh Rayyan yaituTeo, yang tak lain adalah asisten pribadinya sendiri.
Sedangkan dipihak Nai, tentu saja Romi. Terkadang Romi bertanya sebenarnya apa sih pekerjaannya. Namun mengingat bonus yang akan Ibra berikan, membuatnya dengan cepat mengerjakan semua yang Ibra perintahkan. Seperti hari ini,Romi harus berkeliling untuk mencari pempek panggang.
Sudah setengah jam tapi Romi belum juga menemukannya.
" Perasaan dulu bunda ngidam nggak begini deh" gumam Romi
Dulu memang Gisel saat hamil anak mereka terkenal dengan hamil kerbau. Enggak ada mual, muntah atau mau makan yang aneh-aneh. Sehingga membuat Gisel bisa tetap bekerja.
Setelah hampir satu jam berkeliling akhirnya Romi mendapatkan apa yang Azizah pesan.Romi kembali melajukan mobilnya kearah rumah Mila.
" Tapi lebih baik nona Azizah minta cari makanan sari pada meminta untuk makai yang aneh-aneh" uajr Romi, kembali mengingat pakaian ala Bonge yang mereka pakai itu bukan hanya sekali tapi beberapa kali.
Tak membutuhkan waktu lama akhirnya Romi sampai dikediaman Mila. Disana sudah ramai para pekerja yang sedang mempersiapkan acara lamaran Nai dan Rayyan.
Setelah mengucapkan salam Romi masuk kedalam rumah disambut dengan bi Asih.
__ADS_1
" Bi bos dimana? " tanya Romi
" Abang ada di kamar sebentar biar bibu panggilkan" ujar bi Asih
" Enggak usah bi biar saya saja, bibi duduk aja" ujar Romi
Bi Asih memang masih bekerja dirumah Mila, walu hanya membantu memasak. Karena faktor usia Mila tak lagi mengizinkan bi Asih untuk bekerja, tapi beliau tetap tinggal bersama Mila. Karena bi Asih tak lagi memiliki keluarga.
Sedangkan bi Mina, seminggu yang lalu beliau sudah berpulang kerahmatullah dan dimakamkan dikampung halamannya. Mila sangat sedih, karena bi Mina telah bekerja dikeluarga ini sejak almarhum Dewa masih kecil. Walau bi Mina seorang janda,tapi dia masih memiliki keluarga dikampung.
Romi berjalan menuju kamar Ibra. Setelah beberapa saat pintu kamar terbuka menampilkan Ibra dengan wajah masam.
" Kenapa lama sih? " tanya Ibra dengan wajah masam
" Maaf bos nyarinya keliling kota bos" jawab Romi
Romi menyerahkan bungkusan yang dia bawa. Dan segera kembali kekantor, karena sebentar lagi akan ada pertemuan dengan Klien. Sedangkan Ibra kembali masuk kedalam Kamar.
" Sayang ini pempek panggang pesenan kamu" ujar Ibra meletakkan bungkusan dihadapan sang istri
Kehamilan Azizah kali ini memang membuat Azizah mengalami kenaikan berat badan.Bagaimana tidak setelah melewati trisemter pertama, yang membuat Azizah harus dirawat beberapa kali.Namun saat memasuki trimester kedua nafsu makan Azizah meningkat, semua makanan tidak ada yang dia tolak. Dan terkadang tengah malam pun dia memakan makanan berat.
Izar sudah memintanya mengurangi, tapi terkadang Azizah tidak bisa menahannya. Seperti saat ini, walaupun dia masih marah dengan Ibra, namun dia tetap menerima makanan yang Ibra kasih, dan memakanya dengan begitu lahap.
__ADS_1
Hari yang ditunggu tiba. Rayyan dan Jelita membawa serta keluarga besar sang suami. Berbagai bentuk hantaran,Rayyan persembahkan untuk Nai.
Acara dilaksanakan dengan hikmad. Jelita menyematkan Cincin dijari manis Nai, gelang dipergelangan tangan,anting dan juga sebuah kalung berlian yang menggantung indah dileher jenjang Nai.
Setelah mendapatkan keputusan tentang tanggal pernikahan, yang dilaksanakan satu bulan dari sekarang. Akad Nikah akan dilaksanakan dikediaman Mila sedangkan resepsi pernikahan akan dilaksanakan diHotel berbintang yang dimiliki keluarga NUGRAHA.
Saat acara masih berlangsung,tanpa sengaja.Teo bertabrakan dengan seorang gadis yang memakai kebaya senada dengan Azza.
" Maaf om...maaf Eva nggak sengaja" ujar gadis itu yang tak lain adalah sahabat Azza yang juga bekerja dikafe milik Azza
Teo begitu terpesona dengan gadis belia itu, tapi apa tadi dia bilang. "Kamu panggil aku apa? " tanya Teo
"Om... memang kenapa Om apa Eva salah? " tanya Eva
" Sejak kapan saya nikah dengan tante kamu?" tanya Teo kesal.
"Jadi EVa harus panggil apa Dong? " tanya gadis itu polos
" Terserah asal jangan Om panggil sayang juga boleh" jawab Teo asal
Eva yang mendengar jawaban Teo hanya bisa mendengua sebal.
" Sejak kapan om jadi pacar Eva?"tanya Eva asal
__ADS_1
" Sejak hari ini" jawab Teo
Hal iti membuat Wajah Eva menjadi merah merona. Dan segera berlalu meninggalkan Teo, sedangkan Teo terkejut dengan ucapannya barusan.