
Wulan Pagi ini dikejutkan dengan berita, bahwa sang ayah mengalami kecelakaan kerja.Setelah izin kepada guru piket, Wulan seger menuju rumah sakit, dimana tempat sang ayah dibawa.
Sampai di depan ruang IGD, Wulan dan sang nenek menunggu Dokter yang sedang menangani sang ayah.Tak lama dokter keluar dari ruangan Wulan dan nek romlah segera menghampiri.
"Dokter bagaimana keadaan ayah saya?" tanya Wulan
Dokter menghela nafas sebelum menjelaskan "Pak Anto harus segera dioperasi karena terimpa material yang mengakibatkan pendarahan diotak " Jawab sabg Dokter
Kaki Wulan lemas tak bertenaga, dari mana dia dapat uang sebanyak itu untuk biaya operasi ayahnya, tak lama kemudian Dokter tadi kembali keruangan ayahnya dan mengabarkan bahwa Operasi haeus segera dilakukan.
"Maaf Dokter berapa biaya yang harus dibayar?" tanya Wulan
"Maaf mba silahkan tanya dibagian informasi" Jawab Dokter itu
Wulan segera keruangan informasi dan bertanya terntang biaya operasi sang ayah
"Maaf mba saya mau tanya berapa kira- kira biaya operasi atas nama Pak Anto?" tanya Wulan kepada bagian administrasi
"Sebentar ya mba" Wulan menjawab dengan mengnggukkan kepala "Biaya operasi atas nama Pak Anto sudah dibayar semua mba termasuk biaya perawatan hingga sembuh" kelas sang suster
Wulan bingung siapa yang sudah membayar biaya sebanyak itu
"Maaf mba apa saya boleh tau siapa yang susah membayarnya?"
"Disini tertulis atas nama Wahyudi mba dari proyek perumahan" jelas sang suster lagi
Wulan menarik nafas lega ternyata pihak proyek yang sudah membayar semua biayanya.Tanpa Wulan tau sang kakak lah yang membayar.
Setelah selesai Wulan segera menuju ruang operasi, karena tadi kata suster ayahnya sudah masuk ruang operasi.Sampai diruang operasi, Wulan melihat sang nenek tengah duduk dengan raut cemas.Wulan melangkah mendekati sang nenek.
Nenek yang melihat kedatangan Wulan segera memeluknya.
"Sabar ya nek semoga operasi ayah berhasil" ujar Wulan
"Kamu dapat uang secepat ini dari mana nak" tanya nenek drngan raut khawatir
"Operasi ayah ditanggu proyek nek Pak Wahyudi yang membayarnya"
Nenek merasa lega karena pihak proyek bertanggung jawab.Operasi dilakukan selama 3jam dan saat ini Dokter baru saja keluar dari ruang operasi.Wulan dan nek Romlah yang melihat Dokter segera mendekat dan bertanya tentang operasinya.
"Dokter bagaimana operasi ayah saya?"tanya Wulan
__ADS_1
Dokter tampak menghela nafas "Oprasinya berhasil, tapi Pak Anto masih dalam masa kritis dan kemungkinan dia akan koma" jawab sang dokter
Wulan dan nek Romlah begitu terpukul akan berita ini.
"Tapi ayah saya bisa sembuhkan Dok"
"Mudah- mudahan Pak Anto bisa melewati masa kritis ini dan segera sadar"ucap sang Dokter.
Ditempat yang berbeda dirumah Fatma, sedang dilakukan persiapan pernikahan Luna, karena esok hari tepat pukul 10 prosesi ijab qobul akan dilangsungkan, dan malamnya mereka akan melaksanakan pesta besar di hotel ternama.
"Sayang kamu jangan kelelahan ya, mas lihat kamu terlihat pucat" kata Dewa kepada Mila
Ya sejak beberapa hari lalu Mila membantu Fatma dalam acara pernikahan Luna.Hingga terkadang Mila lupa dengan segalanya termasuk makan.
"Iya mas, aku hari ini cuma sedukit masuk angin,karena telat makan tadi siang" jawab Mila
"Tuh kan kamu sudah mas bilang, jangan sering lupa makan, kamu kalau nggak mas ingatkan ya selalu abai, bagaimana kalau nanti mas ngga ada, siapa yang akan ingati kamu" kesal Dewa
"Mas mana pernah bisa ninggalin aku, karena aku tau mas selalu cinta sama aku, makanya mas selalu ingatkan aku dalam hal kecil termasuk makan, karena mas nggak mau aku sakit" jawab Mila sambil memeluk sang suami
Setelah perdebatan yang dimenangkan oleh Mila.Akhirnya waktunya mereka istirahat karena besok pagi mereka harus bersiap diacara pernikahan Luna.
Hari yang ditunggu tiba,setelah pagi tadi prosesi ijab qobul sudah terlaksana malam inu adalah pesta pernikahan Luna.Semua keluarga tampak bahagia.Tapi tidak dengan seseorang, dia merasa sedih,entah kenapa dia pun tak tau alasannya.Dia mencoba untuk ikut dalam kebahagiaan keluarganya,terlebih sang istri pun terlihat akrab dengan semua keluarganya.
Sedangkan Mila yang bingung melihat sang suami melamun pun menghampirinya.
"Mas....mas...mas Dewa"Mila memanggil dan menggoyangkan badan Dewa
Dewa tersentak dari lamunannya,karena terkejut dengan panggilan Mila.
"Ah ... maaf sayang ada apa" tanya Dewa gugup
"Berarti dari tadi aku bicaraas nggak dengar" rajuk Mila
"Maaf sayang mas nggak dengar" sesal Dewa
"Itu lihat disana banyak wanita yang ngelihati Ibra" tunjuk Mila dan Dewa mengikuti arah yang ditunjuk Mila
"Biar saja sayang anak kita bisa memilih sendiri" jawab Dewa sambil mengusap tangan Mila lembut
"Iya mas aku hanya heran saja umur Ibra sudah mau 23 tahun tapi dia belum mengenalkan satu orang pun kekasih" Ungkap Mila
__ADS_1
"Biarkan dia sayang mungkin saat ini belum ada seorang wanita pun yang menggetarkan hatinya" terang Dewa
Setelah perdebatan kecil itu Mila dan Dewa, mereka menghampiri putra mereka Ibra yang tengah berbincang dengan kolega mereka.
"Selamat malam Tuan Bima", sapa Dewa pada pria paruh baya didepannya, sambil berjabat tangan
"Malam Pak Dewa, tampaknya anda semakin mesra saja"
"Ya harus, bukan hanya diluar rumah tapi kami dimana pun mesra Tuan"
Seorang gadis datang menghampiri mereka berempat
"Papa ternyata disini, Bella cariin dari tadi" kata wanita didepannya ini manja
"Sayang kenalkan ini Pak Dewa, ini Ibu Mila dan ini Ibra putra mereka"
Bella menjabat tangan Dewa, Mila dan Ibra bergantian " Selamat malam Om, Tante, mas Ibra,kenalkan saya Bella putri Papa Bima"
"Malam sayang kamu cantik sekali" Puji Mila
"Ah tante bisa saja" Jawab Bella tersipu "Tante juga cantik"
Bella melirik kearah Ibra, sedangkan yang dilirik bersikap dingin.Mila yang melihat hanya menggelengkan kepala.Mengapa anaknya seperti tidak tertarik kepada perempuan.
Hari semakin larut, pesta sudah selesai 2 jam yang lalu, dan semua keluarga sudah masuk kekamar masing- masing.Ya Fatma menyewa beberapa kamar untuk keluarga yang ingin beristirahat dihotel.
Mila dan Dewa sedang duduk diranjang mereka setelah membersihkan diri.Anak- anak dikamar yang berbeda.
"Mas kamu lihat nggak tadi?" tanya Mila
"Yang mana sayang"
"Itu tadi pas Bella melihat kearah Ibra anak itu bersikap dingin banget" kesal Mila
Kamu kan tau sayang Ibra memeng begitu.Hanya dengan keluarga dia akan bersikap hangat selain itu ya terima aja sikap dinginnya"
"Ya kalau begitu, kapan dia punya pacar mas" keluh Mila
"Biarkan saja dulu sayang umur Ibra juga masih muda"
Mila hanya bisa menghembuskan nafas, dia hanya takut Ibra sibuk bekerja akan lupa cari pendamping
__ADS_1
************/***********//*********
Maaf ya reader baru update soalnya baby aku sedang sakit jadi sedikit rewel SUBSCRIBE,Like n Komen ya novel aku juga novel UNTUK MAMA PERMINTAAN TERAKHIR