
Malam ini makan malam kembali diwarnai oleh tingkah Ibra,yang membuat Azza kembali menangis.Pasalnya Ibra melarang Azza untuk memakan ayam saus padang kesukaan Ibra. Alhasil Azza menangis. Sedangkan Ibra makan dengan tenang. Hal itu membuat kepala Mila dan Azizah pusing.
"Abang kasihan Azza mau makan ayam saus itu, kasih ya" pujuk Azizah pada Ibra
Namun reaksi yang terjadi diluar dugaan mereka. Ibra memberikan kepada Azza ayam saus. Padahal sedari tadi Mila sudah meminta kepada Ibra.
"Nih... Abang kasih" ujar Ibra kepada Azza
Akhirnya mereka kembali makan malam dengan tenang. Setelag makan malam mereka berkumpul diruang keluarga, seperti biasa Ibra akan bergelayut manja di lengan Azizah.
"Abang kenapa? bunda lihat belakangan ini sikap abang aneh? "tanya Mila
"Enggak kenapa-kenapa bun, abang juga bingung, terkadang abang ingin makan sesuatu tapi, ketika Romi sudah mendapatkannya malah nggak abang makan,karyawan dikantor saja terkadang menjadi sasaran kemarahan abang yang entah karena apa"ujar Ibra merasa bingung dengan dirinya sendiri
Bi Asih yang tidak sengaja mendengar pun berkomentar.
" Maaf mba Azizah apa mba telat datang bulan? "tanya bi Asih hati-hati
Mendengar pertanyaan dari bi Asih membuat semua terdiam. Namun sesaat kemudian Mila mengembangkan senyumnya, karena mengerti maksud dari pertanyaan bi Asih
"Sayang apa kamu telat datang bulan?" tanya Mila kembali
Azizah sebenarnya bingung tapu, dia pun kembali mengingat kembali kapan terakhir kali dia datang bulan. Dan setelah mengingat Azizah menutup mulutnya, merasa belum percaya dengan apa yang dia fikirkan.
Sedangkan Ibra yang melihat menjadi bingung, begitu juga dengan Nai.
"Bunda... , apa Zizah? " Azizah tak sanggup meneruskan kalimatnya
"Kita periksa ya sayang,coba pakai tespeck aja dulu" ujar Mila sambil mengelus punggung tangan sang menantu " Abang cepat ke Apotik beli beberapa macam tespack" pinta Mila
Namun Ibra masih berdiam ditempat, dirinya belum mengerti. Namun sesaat kemudian dia kembali sadar dan langsung memeluk sang istri dan mengecup seluruh wajah Azizah.
__ADS_1
"Sayang apa benar sebentar lagi Abang jadi seorang papa? " tanya Ibra masih belum percaya
Sedangkan Mila, ingin sekali memukul kepala sang anak, karena belum melaksanakan apa yang dia pinta.
"Abang cepat beli tespacknya, biar kita tes, kalau memang benar besok kita segera kerumah sakit"senta Mila menahan kekesalahnnya
Ibra yang mendengar sang bunda marah segera berlari mengambil kunci mobil dan melajukannya menuju Apotik yang buka 24 jam. Setelah sampai disana Ibra membeli berbagai macam merek Tespack. Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Ibra kembali kerumah, membawa pesanan Mila.
Mila mengajak Azizah mengeceknya. Setela 15 menit Azizah keluar dengan mata menangis. Mila yang tidak tega dengan sang menantu mengelus pundak Azizah dengan lembut.
"Enggak apa-apa sayang, kalau memang belum kamu jangan bersedih,mungkin Allah meminta kamu dan Ibra pacaran dulu"
Ibra memeluk Azizah dengan erat, menyalurkan kekuatan agar Azizah tidak bersedih.Namun Azizah yang sedari tadi menangis akhirnya tenang,dan menyerahkan 5 tespack yang semuanya menampakkan garis dua, kepada sang mertua.
Mila yang menerima tespack tersebut tersenyum bahagia. Dan Mila mengucapkan banyak syukur, akhirnya sebentar lagi dia akan menjadi seorang nenek.
"Sayang besok kita ke Dokter ya, biar kita tau bagai mana keadaannya disini"ujar Mila sambil mengelus perut Mila yang memang agak sedikit membuncit tanpa dia sadar.
" Sayang besok kita kerumah sakit, abang sudah nggak sabar melihat calon anak kita sayang" ujar Ibra dengan nada bahagia
Setelah mereka melakukan pengecekan pertama, Ibra bertambah posesif. Ibra menuntun Azizah menuju kekamar, hal itu membuat Azizah merasa sangat bahagia. Sebentar lagi mereka akan menjadi Orang tua
"Sayang besok kamar kita pindak kebawah aja ya, abang takut kalau kamu capek naik turun"
" Zizah ikut aja bang, pasti abang sudah memikirkan semua"
Setelah mereka sampai didalam kamar, Ibra meminta Azizah untuk segera naik keatas tempat tidur. Hari sudah semakin larut,akhirnya Ibra dan Azizah terlelap kedalam mimpi yang indah.
Pagi hari menyapa, pagi ini Azizah dibuat khawatir, sebab dari selesai shalat subuh Ibra tidak berhenti muntah, mengeluarkan semua isi perutnya, walau tak ada yang keluar dari mulutnya.
Hal itu membuat tubuh Ibra menjadi lemas,.Bi Asih membawakan air jahe.
__ADS_1
"Mba ini buat bang Ibra biar mengurangi sedikir rasa mualnya" ujar bi Asih menyerahkan gelas berisi air jahe
Azizah membantu Ibra untuk meminumnya. Dan kemudian menidurkan kembali Ibra. Bi Asih pun akhirnya keluar dari kamar Ibra.
" Zizah bagaimana keadaan Ibra? "tanya Mila saat masuk kedalam kamar Azizah
"Sudah tidak muntah dan mual lagi bun, tapi kelihatannya abang lemas bun"ujar Azizah dengan wajah sendu
"Enggak apa-apa sayang ini mungkin bawaan kamu yang hamil, anak kalian ingin ayahnya juva merasakan kehadirannya dirahim kamu sayang" ujar Mila sambil menggosok tangan Azizah menenangkan
Jam 9 Pagi Ibra keluar dari kamarnya. Saat ini Ibra merasa segar dan memutuskan menemani Azizah dan Mila kerumah sakit untuk memeriksakan Azizah dan calon anak mereka.
Tak memerlukan waktu lama, 30 menit perjalanan akhirnya mereka sampai dirumah sakit yang dipimpin Izar. Mereka langsung menuju ruang Obg,karena Izar sudah meminta pada rekannya untuk memeriksa kakak iparnya.
Dokter yang bernametag Sahra itu, segera memerikasa Azizah.Dokter Sarah memeriksa Azizah dan juga melakukan USG.Hasil dari USG dan pemeriksaan hari ini menyatakan bahwa Azizah sudah hamil 12 minggu, dan keadaan bayi merek sangat sehat, derak jantungnya juga bagus.
Setelah selesai pemeriksaan, Ibra mengantarkan Azizah dan Mila kembali kerumah. Setelahnya Ibra berangkat kekantor, karena selain rapat Ibra juga harus menandatanganni beberapa berkas penting.
Namun tadi saat dijalan Mila sempat berhenti, karana Azizah ingin makan tulur congkel uang berjualan di dekat komplek perumahan. Tak lupa juga Azizah meminta dibelikan untuk orang-orangan orang dirumah.
"Sayang Abang langsung berangkat ya,nanti pulang mau dibawain apa? " tanya Ibra "Anak papa jangan nakal ya didalam perut mama" ujar Ibra berbicara dengan calon anaknya sambil mengelus perut Azizah.
Setelah berpamitan Ibra segera melajukan kendaraannya menuju kekantor. Sampai dikantor Ibra segera menuju ruangannya. Ibra meminta Romi untuk segera keruangannya. Setelah Romi sampai diruangan Ibra.Ibra segera memberi tahu tentang kabar kehamilan Mila dan meminta Romi untuk memberikan seluruh karyawan nasi kotak yang telah disiapkan oleh Ibra dan Ibra juga memberikan bonus kepada seluruh karyawan.
Para karyawan mwndoakan semoga Azizah sehat sampai waktu untuk melahirkan
////////////////////////////////////////////*//********/////
Maaf ya bunda updatenya malam lagi, karena hari ini hp bunda harus di instal ulang, karena tadi tidak bisa kembali kemenu. Dan untungnya semua data masih bisa diselamatkan.
Dan bunda ucapkan terima kasih kepada seluruh reades,karena sudah membaca karya bunda ini
__ADS_1