
Setelah puas memandangi sang kakak dari jauh, Wulan segera beranjak pulang kerumah.Karena terlalu lama berdiri kaki Wulan menjadi kram.Wulan beristirahat sejenak dikursi depan loby hotel. Saat sedang istirahat sambil memijat kaki yang kram ,tatapan Wulan tak sengaja bertubrukan dengan Ibra yang telah keluar dari acara. Ibra melihat sang adik sedang memijat kakinya yang memakai kaki palsu. Ada rasa iba melihat sang adik, tapi Ibra berusaha bersikap dingin.
Sedangkan Wulan merasa bahagia, dapat melihat sang kakak dengan jarak sedekat ini.Kakaknya begitu tampan, berkharisma dengan aura tegas.
Andai Wulan bisa memeluk sang kakak, pasti rasanya bahagia sekali. Apa lagi bisa bertemu, dan bermain bersama kakak cantiknya Nai.Tapi Wulan sadar diri, kakak- kakaknya tidak ada yang mengenalnya.
Setelah merasa kakinya tidak lagi kram, Wulan melanjukkan perjalanan pulang, Wulan menunggu angkutan umum dihalte dekat hotel. Sudah lama menunggu, tapi angkot tak kunjung datang.Tak lama sebuah mobil mewah berhenti tepat didepan Wulan.Dan seseorang menyuruh wulan masuk, tapi Wulan merasa ketakutan menolak untuk masuk, sampai pintu belakang mobil terbuka dan membuat Wulan terkejut, ternyata kakaknya Ibra yang keluar dari mobil.
Untuk pertama kalinya Ibra berbincang dengan sang adik.Ya Ibra merasa kasihan dengan sang adik, Ibra tau kaki adiknya kram karena terlalu lama menggunakan kaki palsu.
"Nama kamu siapa?, Kamu bukannya yang mengantarkan kue untuk acara tadi" tanya Ibra kepada wulan
"Eh.....Iya pak, saya Wulan yang ngantar kue tadi"
"Kamu kenapa disini?"
"Saya nunggu angkutan pak tapi belum datang"
"Rumah kamu dimana?" tanya Ibra pura- pura tidak tau
"Rumah saya jalan xxx pak?"
" Ya sudah kamu ikut saya, saya akan mengantar kamu karena tadi saya lihat kaki kamu sakit"
"Eeee....nggak usah pak saya bisa tunggu angkot datang pak, lagi pula kaki saya sudah tidak sakit lagi" bohong Wulan
Tanpa menghiraukan perkataan Wulan, Ibra masuk kedalam mobil, dan sang sopir menyuruh Wulan masuk, dan terpaksa Wulan mengikuti sang kakak.Setelah Wulan masuk, sopir melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Selama perjalanan hanya ada keheningan, karena Wulan bingung harus bicara apa.
Wulan tidak bisa berkata apa- apa rasa dihatinya sangat bahagia. Wulan bisa satu mobil dan duduk disamping sang kakak.Wulan bisa melihat sang kakak dari dekat.
Wulan akan menyimpan kenangan ini sampai kapan pun, dan nanti dia akan menceritakan semuanya dengan sang nenek dan ayahnya.Bahwa hari ini, dia begitu dekat dengan sang kakak walaupun sang kakak tak mengenalinya dan tak mengajaknya bicara, bagi wulan, Semua itu tak masalah .Setitik air mata jatuh dipipi Wulan, bukan air mata kesedihan tapi air mata kebahagiaan, dan semua itu tak luput dari pengelihatan Ibra.
Tak sampai 30 menit, mobil yang ditumpangi Wulan sudah sampai di depan rumah sang nenek.Sebelum turun dari mobil Wulan mengucapkan terima kasih kepada Ibra, karena sudah mau mengantarnya.
"Terima Kasih Pak atas tumpangannya, saya permisi dulu"
Tanpa menunggu jawaban dari Ibra, Wulan segera turun dari mobil, dan dia juga mengucapkan terima kasih kepada sang supir, Setelah mengucapkan terima kasih Wulan segera masuk kedalam rumah.Sedangkan masih didalam mobil, Lama Ibra memandangi rumah sang nenek, Sudah lama sekali dia tidak mengunjungi sang nenek, semenjak ayah dan bundanya berpisah.
__ADS_1
Supir pribadi sekaligus orang kepercayaan Ibra yaitu Romi, sangat tau bagaimana perasaan sang atasan.Setelah puas memandangi rumah sang nenek, Ibra menyuruh Romi menjalankan mobilnya.Romi melajukan mobil meninggalkan rumah sang nenek.
Sedangkan didalam rumah, Wulan begitu sangat bahagia dan itu membuat sang nenek bertanya-tanya.
"Assalamualaikum Nek"
"Waalaikum salam sayang kok kamu baru pulang" tanya nenek
"Iya nek tadi Wulan nunggu angkot nggak dapat- dapat" jawab Wulan sambil tersenyum teringat sang kakak
"Jadi kamu pulang naik apa nak, jangan bilang kamu jalan kaki?" tanya sang nenek khawatir
"Enggak nek Wulan enggak jalan kaki"
"Jadi kamu pulang sama siapa nak?" tanya nenek khawatir
"Wulan tadi diantar seseorang nek"
"Sama siapa sayang, lain kali jangan sembarangan ikut orang yang tidak dikenal nak"
"Iya nek Wulan tau, tapi Wulan nggak pulang dengan sembarang orang nek"
"Orangnya sekarang sudah pergi nek,Nenek mau tau siapa orangnya?" tanya Wulan
" Coba Nenek tebak dulu siapa yang Wulan temui hari ini?"
"Ai... kamu ini nenek tanya malah buat teka teki aja" Kesal sang nenek
Sambil memeluk dan mencium pipi sang nenek Wulan berkata
"Nenek mau tau siapa yang Wulan temui,dan yang mengantar Wulan?" tanya Wulan yang dijawab anggukan sang nenek "Abang Ibra nek, abang yang Wulan temui dan yang mengantar Wulan pulang " jawab Wulan sambil melihat ekspresi sang nenek
Ada raut terkejut dari sang nenek, terlihat juga rasa rindu dimata nenek.
"Ba bagaimana kabar abangmu nak?" tanya sang nenek dengan nada bergetar menahan tangis
Ya, Nenek Romlah sangat merindukan cucu-cucunya.Tapi dia sadar, dulu dia terlalu acuh pada menantu dan ke3 cucunya.Apalagi saat Anto berselingkuh, dia seolah tidak peduli.Sampai akhirnya, Mila memilih untuk berpisah dan membawa semua anaknya.
__ADS_1
"Nenek kenapa? Nenek nangis Wulan ada salah ya nek?" tanya Wulan
"Enggak nak Wulan enggak salah, nenek hanya rindu dengan kakakmu" jawab nek Romlah
"Nenek tau tadi abang antar Wulan sampai kesini karena Wulan enggak dapat angkot dan kaki Wulan sakit" cerita Wulan
Nenek Romlah terdiam dengan hati yang meresa sedih.
"Ibra, begitu marahnya kamu dan adik-adik kepada nenek dan ayah kamu nak, sampai kamu tidak mau melihat nenek, padahal kamu sudah ada disini" batin nenek
Wulan yang melihat sang nenek bersedih mencoba menghibur sang nenek."Nek Wulan kan selalu ada buat nenek jangan sedih ya suatu saat abang pasti datang buat lihat nenek", yang hanya dijawab anggukan oleh sang nenek.
Hari- hari berlalu, setelah Ibra mengantar Wulan pulang mereka tak pernah lagi bertemu, walau pun Ibra tetap mengawasi sang adik. Tapi hari ini karena suatu hal, akhirnya mereka bertemu kembali, dalam keadaan yang menyedihkan.
Tadi tepat pukul 11 siang, Ibra mendapat kabar dari orang kepercayaannya diproyek, bahwa telah terjadi kecelakaan kerja, yang mengakibatkan seorang pekerja terpaksa dilarikan kerumah sakit, karena tertimpa runtuhan batu yang baru terpasang.
Dan betapa terkejutnya Ibra, saat tau Anto sang ayah yang menjadi korban. Ibra bergegas kerumah sakit dan menemui dokter,bertanya bagaimana keadaan sang ayah.
Dokter yang sangat mengenal Ibra, yang merupakan pemegang saham dirumah sakit ini menjelaskan keadaan pasien.
"Bagaimana Dok, keadaan pekerja saya?" tanya Ibra
" Begini pak setelah hasil pemeriksaan, pasien mengalami pendarahan di otak dan terpaksa harus menjalani operasi"
"Lakukan yang terbaik buat pekerja saya dok" Ujar Ibra
"Tapi masalahnya kami kekurangan stok darah pak, sedangkan diPMI sedang kehabisan"
"Apa golongan darahnya Dok, biar kami cari"
"Golongan darahnya langkah pak sedangkan anaknya golongan darahnya B Positif"
"Saya akan mendonorkan darah saya Dok darah saya sama AB negatif"
Dokter begitu heran dan bertanya - tanya, tapi karena keadaan pasien harus segera ditangani, hingga Dokter mengabaikan rasa penasarannya.Ibra yang melihat wajah bertanya- tanya sang Dokter segera menjawab.
"Dia pekerja saya Dok jadi saya pun ikut bertanggung jawab"
__ADS_1
Setelah memberi jawaban kepada sang Dokter, Ibra segera mengikuti perawat untuk mendonorkan darahya.