Masih Adakah Cinta

Masih Adakah Cinta
Masih Adakah Cinta


__ADS_3

Pagi hari dikediaman Mila, semua berkutat dengan pekerjaan masing-masing. Mila membantu bi Asih membuat sarapan. Sebenarnya tadi Azizah yang ingin membuatkannya, tapi karena Ibra mengajaknya untuk jalan pagi,akhirnya Mila yang menggantikan Azizah.


Hari ini Mila hanya menyiapka omlet, karena tadi Azizah ingin sekali membuat makanan tersebut, Karena semalam dia melihat makanan itu di ponselnya. Mila sangat senang, Azizah tidak pernah menyusahkannya, jadi saat tadi dia ingin dimasakkan omlet Mila segera membuatnya.


Pukul 6.30 pagi Mila dan Ibra telah sampai dirumah. Hari ini Ibra mengajak Azizah berjalan hingga taman didekat komplek perumahannya.


"Kalian sudah pulang, sana cepat bersihkan diri kalian setelah itu sarapan, bunda sudah buatkan omlet seperti yang kamu inginkan" ujar Mila kepada Azizah dan Ibra.


Azizah dan Ibra segera masuk kekamar mereka yang ada dilantai bawah. Semenjak kehamilan Azizah memasuki trimester ke dua Ibra memindahkan kamar mereka kebawah supaya Azizah tidak merasa lelah untuk naik turun tangga.


Kamar mereka bersebelahan dengan kamar untuk anak mereka. Sedangkan kamar diatas dujadikan kamar untuk tamu.Setelah membersihkan diri Azizah dan Ibra keluar dari kamar menuju ruang makan. Disana ada Mila, Nai Izar dan Azza.


Hari ini rencananya Mila akan ikut dengan Nai memantau perkembangan bisnis yang Mila punya. Dan Mila juga akan melihat sejauh mana gaun pengantin yang didesain Nai dikerjakan.


"Sayang... kamu hari ini nggak apa-apakan dirumah sendiri?" tanya Mila pada Azizah " Soalnya bunda mau ke butik dengan Nai"jelas Mila


"Iya.... Enggak apa-apa bun, lagian kan dirumah ada bi Asih sama bi Sumi" jawab Azizah dengan senyum


Ibra yang mendengar pun ikut bertanya "Tumben bun mau kebutik?" tanya Ibra


"Bunda mau lihat sampai dimana gaun desain Nai di kerjakan" jelas Mila


Izar yang selesai sarapan terlebih dahulu bangkit, Karena hari ini Izar akan melakukan Operasi.Setelah berpamitan dengan bunda dan saudara-saudaranya Ibra segera keluar dari rumahnya, menuju Rumah Sakit tempat dimana Izar yang menjadi pemimpinnya.


"Sayang bagaimana kalau kamu ikut abang saja kekantor? "


"Zizah nggak apa-apa dirumah bang, dirumah kan ada pak satpam bi Asih dan bi Mina, lagi pula hari ini Zizah lagi mau buat cemilan bang"jelas Azizah menolak usul Ibra


"Tapi abang khawatir sayang" ujar Ibra dengan nada khawatir


Memang semenjak Azizah dinyatakan hamil,.Sikap Ibra lebih posesif. Terkadang Azizah gemes sendiri melihat kelakuan sang suami.

__ADS_1


Melihat istrinya memasang wajah cemberut, akhirnya Ibra menyetujuinya dengan syarat, telpon Ibra harus segera diangkat dan kalau terjadi sesuatu cepat kasih kabar. Azizah mengangguk setuju, karena dia tau Ibra begitu menyayanginya dan juga calon anak mereka.


Mila dan Nai sudah berangkat ke butik 10 yang lalu, dan Ibra pun seharusnya sudah berangkat sejak 5 menit yang lalu. Namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda Ibra akan berangkat.


"Bang... kok belum berangkat sekarang sudah jam berapa? "tanya Azizah yang masih dalam pelukan Ibra


"Sayang kamu ikut abang aja ya kekantor, abang nggak tenang tinggali kamu sendirian" pinta Ibra pada Azizah


"Abang.... Zizah kan enggak sendirian tuh ada bi Asih sama bi Mina"ujar Azizah sambil menunjuk kedua bibi


Ibra menghela nafas akhirnya dengan terpaksa berangkat kekantor, Namun tetap saja sebelum masuk kedalam mobil Ibra masih demgan dramanya yang tak mau melepas pelukan Azizah. Tapi setelah Azizah mode ngambek akhirnya Ibra masuk kedalam mobil dan pergi menuju kantor.


Sedangkan dikantor sedari tadi Romi, sudah ratusan kali menelpon Ibra. Namun tak ada satu pun panggilan yang dijawabnya. Padahal hari ini mereka harus melakukan rapat evaluasi pegawai, yang seharusnya rapat dimulai 15 menit yang lalu.


"Lama-lama gue kirim jadi ga tuh bos ke antartika" kesal Romi misu-misu


Gisel yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepala. Karena memang beberapa waktu belakangan ini Dia dan Romi harus bekerja ekstra, bagaimana tidak terkadang semua jadwal sudah disusun rapi, menjadi berantakan karena bos bucinnya merindui sang istri. Dan terkadang Gisel harus mengatur ulang jadwal sesuai dengan perintah bos mereka.


Namun satu yang membuat mereka kagum pada Ibra dia akan tetap profesional saat melakukan pekerjaan yang memang tak bisa diwakilkan, apapun yang terjadi. Saat sedang asik misu-misu mereka dikejutkan dengan bunyi lift. Tak lama sang bos yang ditunggu akhirnya datang juga.


"Sayang.... kamu baik-baik sajakan dirumah?" entah sudah pertanyaan keberapa dari Ibra, saat dia meninggalkan rumah hingga kini. Saat sampai diruangannya pun Ibra kembali menelpon Azizah.


Azizah yang berada di sebrang telpon pun akhirnya mengeluarkan jurus jitu, yang akhirnya membuat Ibra menuruti perkataannya.


"Iya... sayang iya.... abang nggak akan telpon terus Iya.... abang kerja tapi jangan marah ya... Iya.... abang tutup dulu telponnya ya? Assalamualaikum "


Setelah mendapatkan jawaban dari sang istri Ibra kembali fokus pada pekerjaannya. Sedangkan Romi sedari tadi menahan senyum, saat melihat sang bos takluk dengan pawangnya.


Setelahnya Romi mulai membaca apa saja jadwal Ibra hari ini.


"Pak kita harus segera mengadakan rapat evaluasi"ujar Romi masih berusaha sabar

__ADS_1


"Bukannya kita memang hari ini akan mengadakan rapat evaluasi, dan itu harus jam"Ibra melihat jam dipergelangan tangannya dan akhirnya dia hanya bisa tersenyum


Sedangkan Romi hanya bisa mengelus dada, karena bosnya hanya tersenyum, setelah Menunda rapat hampi 1 jam.


"Saya hari ini sebenarnya berat untuk kekantor karena istri saya sedang dirumah sendirian, tapi dia yang memaksa saya datang, katanya dirumah ada bibi yang menemani"ujar Ibra bercerita


Sedangkan Romi sangat berterima lasih kepada Azizah, tapi dia juga ingin rasanya memukul kepala sang bos,datang terlambat hanya karena takut meninggalkan istrinya dirumah sendiri.


"Ayo Rom kita keruang rapat, kamu jangan malah buang-buang waktu"ajak Ibra sambil berdiri dari kursi kebesarannya.


Sedangkan Romi, hanya bisa misu-misu. Dan bertanya siapa yang dari tadi membuang-buang waktu.


"Gisel kamu ikut keruang rapat"perintah Ibra pada Gisel setelah keluar dari ruangannya.


Mereka bertiga berjalan menuju ruang rapat,.Disana sudah menunggu beberapa kepala divisi yang akan membacakan hasil kerja mereka.


Rapat berjalan selama 2 jam, dengan hasil evaluasi baru yang akan mereka kembangkan. Ibra, Romi dan Gisel sudah kembali keruangan mereka masing - masing.


"Rom... kamu keruangan saya sudah bentar"panggil Ibra melalui sambungan telpon


Tak lama Romi sudah berada diruang kerja Ibra.


"Ada apa bos memanggil saya? " tanya Romi


"Rom apa kamu sudah dapat email dari asisten pak Lukas mengenai proyek kita? "


"Sudah pak... pak Lukas juga meminta ingin langsung bertemu dengan bapak secara pribadi, dan ini juga berkas-berkas yang harus bapak tanda tangani segera" ujar Romi menjelaskan dan menyerahkan map yang dia bawa


"Kapan dia ingin bertemu? "tanya Ibra sambil membaca dan membubuhkan tanda tangan pada berkas yang tadi Romi serahkan.


"Nanti siang pak sekalian mengajak makan siang diRestoran Raos" jawab Romi

__ADS_1


"Baiklah bilang pada asistennya kita bertemu saat makan siang"putus Ibra.


**********************************************Begini lah kalau ponsel jadul, kalau lagi bagus bisa cepat update tapi kalau lagi hang bisa-bisa terlambat update. Jadi untuk para readers maaf ya kalau bunda sering telat update atau bisa update doble, itu karena ponsel bunda yang bermasalah.


__ADS_2